
"Tapi Zian juga anakku Rey! Kamu tidak bisa bersikap tidak adil kepadaku. Aku telah kembali, ayo kita rujuk lagi dan memberikan keluarga yang utuh untuk Zian." Ujar Clara dengan tidak tahu malu.
Reyhan mengepalkan tangannya. Bisa-bisanya, dengan semudah itu Clara meminta rujuk kembali. Bagaimana dengan hati yang selama ini tersakiti. Apa dia begitu tidak pedulinya.
Clara mendekati Reyhan. Memegang tangan Reyhan dengan lembut. Tatapannya seperti memohon agar Reyhan mau menerimanya kembali.
"Kamu bisa kan memberiku satu kesempatan lagi? Aku janji akan berubah demi kamu dan anak kita." Pinta Clara. Menampilkan ekspresi memelas agar Reyhan luluh kepadanya.
Reyhan menghempaskan tangan Clara dengan kasar. Tangannya mencekik leher Clara sehingga Clara sulit bernapas.
"Jangan pernah bicara seperti itu dihadapanku! Hubungan kita sudah berakhir sejak kamu melayangkan surat cerai kepadaku. Dan kamu jangan pernah sebut bahwa kamu adalah ibu kandung Zian! Karena sejak kamu melangkah untuk pergi, kamu sudah mati bagi kami!" Ujar Reyhan menahan amarahnya. Dirinya sudah muak dengan kelakuan Clara.
Clara berusaha melepaskan cekikan Reyhan. Setelah bersusah payah, Reyhan melepaskan tangannya dari leher Clara. Kini Reyhan duduk di sofa dan mengacak rambutnya.
"Bagaimanapun kamu memohon, aku tidak akan merubah keputusanku!" Ujar Reyhan kembali.
Clara mengertakkan giginya. Memutar otaknya, dengan cara apalagi agar Reyhan mau menerimanya kembali. Clara memang tidak tahu malu, sudah mencampakkan namun akhirnya memohon untuk kembali lagi.
Clara harus memikirkan cara lain lagi agar Reyhan dengan suka rela menerimanya untuk kembali kesisinya. Bagaimanapun selama ini Clara adalah cinta pertama Reyhan. Meskipun sekarang Reyhan tidak menginginkan Clara, Clara yakin perlahan Reyhan akan jatuh cinta lagi kepadanya.
Di luar ruangan, Novi sedang menguping pembicaraan Clara dan Reyhan. Novi sangat senang karena usaha Clara tidak berhasil. Itu artinya, Novi masih punya kesempatan untuk lebih dekat lagi dengan Reyhan. Novi tersenyum puas melihat Clara ditolak seperti itu.
"Baguslah jika Reyhan tidak menerima Clara lagi. Aku tidak perlu repot-repot menyingkirkan Clara. Heh, ini adalah hukuman untukmu Clara." Batin Novi dan ia segera masuk ke dalam untuk memberitahu waktunya rapat.
"Rey, kamu tidak bisa bersikap seperti ini." Ujar Clara seraya menghentikan Reyhan.
Reyhan segera bangkit dan mengambil laptopnya. Reyhan sama sekali tidak melirik Clara dan berlalu meninggalkan ruangan begitu saja.
"Rey! Rey!" Teriak Clara. Clara berdecak kesal.
Reyhan menghubungi Soni untuk stanbay di ruang rapat.
Sebelum meninggalkan ruangan, Novi menatap Clara dengan sinis. Ia melangkah menghampiri Clara dan menertawakan keadaannya sekarang.
"Lihatlah keadaan lo sekarang, hahaha." Novi tertawa puas.
"Saat ini lo boleh tertawa sesuka hati lo. Tapi lain kali gue yang akan menertawakan lo! Setidaknya gue sudah pernah menikah dengan Reyhan. Tapi bagaimana dengan lo, bertahun-tahun mengejar Reyhan namun tidak bisa mendapatkan hatinya. Oh kasihan sekali." Ujar Clara dan ia tersenyum sinis. Kini Clara melangkah keluar.
Novi semakin geram melihat Clara yang begitu menyombongkan dirinya. Terlihat jelas dari ekspresi wajahnya saat ini.
"Lihat saja! Gue yang akan menghancurkan hidup lo Clara!" Gumam Novi dengan kesal.
Novi melangkah keluar dan menuju ruang rapat. Baginya, saat ini Clara bukan lagi suatu ancaman. Asalkan Reyhan membencinya, Clara selamanya tidak akan pernah bisa kembali kesisi Reyhan. Yang perlu ia waspadai sekarang adalah Arini. Jangan sampai Reyhan jatuh hati kepada Arini karena sikap polosnya itu.