Arini, I Love You!

Arini, I Love You!
Bab 48



Waktu sudah menunjukkan pukul 12.00


Sesuai kesepakatan tadi, Novi dan Clara akan bertemu pukul 13.00. Novi sebenarnya tidak tahu apa niat dari Clara bertemu dengannya kali ini. Tetapi Novi harus tetap berhati-hati agar ia tidak terjatuh ke dalam perangkap Clara.


Novi berjalan menuju ruangan Reyhan. Ia berniat untuk izin setengah hari. Karena tempat kafe untuk janjian dengan Clara yang lumayan jauh, ia juga belum bisa memastikan seberapa lama mereka di sana.


"Rey, apa boleh aku izin setelah ini?" Tanya Novi yang sudah berada disamping Reyhan dan tentunya bergelayut manja di lengan Reyhan. Reyhan harus sabar-sabar menghadapi Novi yang seperti ini.


"Alasan?" Tanya Reyhan sambil melepas Novi dari tangannya. Kini Novi berjalan ke depan meja dan duduk tepat di depan Reyhan.


"Aku ada urusan mendadak. Aku juga belum tahu lamanya aku menyelesaikan itu. Bolehkan aku izin hari ini?" Ungkap Novi dengan hati-hati.


Reyhan menghentikan aktivitasnya dan menatap Novi sejenak. Reyhan menopang dagunya dengan kedua tangannya.


"Terserah kamu. Tapi bereskan dulu pekerjaanmu. Aku tidak suka ada karyawan yang tidak serius dalam bekerja." Ucap Reyhan dengan datar.


Novi tersenyum bahagia mendengar Reyhan mengizinkannya hari ini.


"Terima kasih. Kamu tenang saja, aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku dengan baik." Ucap Novi dengan semangat. Kini ia segera keluar ruangan dan menuju ruangannya sendiri.


Tak seperti biasanya. Reyhan nampak murung dan gelisah. Vian hari ini tidak masuk kerja sehingga semua pekerjaan Vian dialihkan ke Soni. Reyhan juga merasa bersalah kepada adiknya ini. Dulu dengan bangga ia menolak Arini. Tapi sekarang ia malah jatuh cinta kepada Arini. Reyhan merasa telah memberikan harapan palsu untuk adiknya itu.


Cinta itu unik. Tak dapat memprediksi kepada siapa ia akan melabuhkan hatinya. Reyhan yang selalu bersikap dingin kepada Arini justru terperangkap ke dalam perasaannya sendiri. Ketenangan dan sikap dewasa dari Arini saat bersama dengan Zian membuat Reyhan menggerakkan hatinya. Perlahan cinta itu datang dan tumbuh tanpa ia sadari.


***


"Mau apa lagi lo? Belum puas mengadu domba gue sama Reyhan." Ujar Novi sambil duduk di depan Clara. Clara terkekeh mendengar ucapan Novi.


"Santai dong. Gue hanya ingin memberitahu lo ini." Ucap Clara dengan santainya dan menyodorkan amplop coklat kepada Novi.


Novi mengambil amplop tersebut. Ia mengernyitkan dahinya menatap Clara seolah mencari tahu apa rencana Clara kali ini.


Sorot mata Novi beralih ke amplop itu. Perlahan Novi membukanya dan mengambil isi dari amplop tersebut. Novi terkejut dengan isinya. Beberapa lembar foto mesra antara Reyhan dan Arini. Emosinya memuncak namun harus ia tahan. Matanya menatap tajam foto tersebut.


"Apa yang gue ceritakan waktu itu benarkan? Gue mana mungkin bohong sama lo. Ya gue kasihan aja sih sama lo." Ujar Clara dengan nada sinis. Kali ini ia harus berhasil mengompori Novi.


"Lo yakin mereka punya hubungan spesial?" Tanya Novi memastikan. Clara tersenyum sinis ke arah Novi.


"Kenapa juga gue berbohong sama lo. Gue di sini justru membantu lo. Ya itu terserah kalau lo mau diam atau berbuat sesuatu. Gue yakin lo gak mau Reyhan direbut sama wanita lain kan?" Clara terus memasukkan virus ke otak Novi agar Novi terpancing dengan ucapannya.


Novi mengepalkan tangannya. Dirinya tak habis pikir. Reyhan sama sekali tak pernah meliriknya. Dan justru memilih Arini untuk menjadi istrinya. Novi meremas lembaran foto tersebut.


"Gue tahu apa yang harus gue lakukan." Ujar Novi dan kini ia berdiri. Ia meninggalkan Clara sendirian dan bergegas menuju mobilnya. Saat ini Novi diliputi rasa kesal dan geram.


Sedangkan Clara tersenyum puas. Ia yakin Novi sudah tersulut emosinya. Ia hanya tinggal diam dan menikmati hasilnya tanpa harus bekerja keras. Biar Novi yang melakukan itu semua.


"Bagus, rencana gue berhasil. Selamat menikmati hari-hari sial lo Reyhan." Batin Clara menyeringai.