Arini, I Love You!

Arini, I Love You!
Bab 12



"Sial! Ke mana lagi gue harus mencari Zian." Decak Clara saat melajukan mobilnya. Ia lupa bertanya siapa yang membawa Zian keluar tadi.


"Ah, iya.. Gue samperin saja ke kantor Reyhan dan bertanya di mana Zian berada." Ujar Clara sambil menyeringai. Clara akan mendekati Zian secara perlahan dan setelah mendapatkan hati Zian, Clara akan meminta Zian untuk menikah dengan Reyhan kembali.


Clara melajukan mobilnya menuju perusahaan Diamond Grup. Clara baru menyadari betapa bodohnya ia dulu, yang meninggalkan Reyhan dan anaknya disaat terpuruk. Kini Clara akan mendekati mereka secara perlahan.


Di kantor, Reyhan sudah sampai dan ia berjalan menuju ruangannya. Sedikit kuwalahan karena tangannya ia pakai untuk membawa bekal dan tas kerjanya, sedangkan salah satunya lagi menggendong Zian. Semua mata tertuju kearah Reyhan. Karyawannya begitu terpana melihat Reyhan dengan membawa anak kecil. Dimata karyawannya, Reyhan terlihat tampan dan idaman.


"Pak sini, biar saya bantu." Arini dengan sigap ingin membantu Reyhan dengan membawakan tas dan juga bekalnya. Namun tangannya terhenti saat mendapati tatapan dingin dari Reyhan.


"Maaf pak saya lancang. Kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Arini dengan gugup dan ia segera melangkah menjauh dari Reyhan.


"Tunggu!" Suara Reyhan menghentikan langkah Arini.


"Tolong bawakan tas dan bekal saya." Ujar Reyhan dan memberikannya kepada Arini.


Arini tersenyum dan segera mengambilnya. Arini mengikuti Reyhan sampai di dalam lift. Kini hanya ada mereka bertiga dan keadaan masih hening seperti sebelumnya. Tidak ada satu patah kata yang terucap dari mereka. Arini nampak gugup meski hanya berdiri disamping Reyhan.


"Mommy.." Ujar Zian tiba-tiba.


Reyhan dan Arini terkejut. Arini menoleh ke arah Zian dan mengernyitkan dahinya. Sedangkan Reyhan hanya acuh.


"Daddy, boleh ya Zian digendong sama mommy.." Zian meminta izin kepada Reyhan agar diperbolehkan.


Reyhan menatap tajam anaknya. Bisa-bisanya Zian memanggil Arini dengan sebutan mommy. Dan ini membuatnya sedikit malu. Arini hanya menunduk tak berani menatap Reyhan dan Zian. Kini ia benar-benar takut jika Reyhan marah padanya lagi.


"Dia bukan mommy oke?" Jelas Reyhan agar Zian tak memanggil Arini dengan sebutan itu.


"Daddy pliiss... Zian mau digendong mommy." Rajuk Zian dan kini ia hampir menangis.


"Ehm, Arini. Bisakah kamu menggendong Zian sebentar? Maaf merepotkanmu." Pinta Reyhan agar Arini memenuhi permintaannya.


"Bi-bisa kok pak. Ayo sini sama mbak Arini." Balas Arini dan kini ia berada di depan Reyhan. Tangannya mengambil alih Zian dari gendongan Reyhan.


Cup


Reyhan tanpa sengaja mengecup kening Arini. Arini diam mematung. Mereka berdua sama-sama terkejut.


"Daddy sana.." Ujar Zian dan mendorong Reyhan agar menjauh darinya. Membuyarkan posisi mereka berdua. Mereka kembali ke posisi masing-masing dengan keadaan canggung.


"Sini, biar saya saja yang bawa tasnya." Ucap Reyhan dan Arini segera memberikan kepada Reyhan.


Ting


Suara lift terbuka. Reyhan melangkah keluar duluan. Arini mengikutinya dari belakang. Tampak Novi yang sudah menyambut Reyhan. Tetapi senyum senangnya tiba-tiba sirna saat melihat Arini berada dalam satu lift dengan Reyhan.


"Tunda rapatnya sepuluh menit lagi." Perintah Reyhan kepada Novi. Reyhan berlalu tanpa berhenti terlebih dahulu. Reyhan segera masuk ke dalam ruangannya.


Novi menghampiri Arini dan menarik tangannya dengan kasar.


"Apa yang lo lakukan hemm?" Ucap Novi dengan menatap tajam ke arah Arini.


"Ti-tidak ada." Balas Arini takut


"Zian, ayo sini sama tante." Ucap Novi menampilkan senyum semanis mungkin. Namun Zian malah mengeratkan pelukannya ke leher Arini.


"Tidak mau. Ayo mommy kita ke ruang daddy sekarang." Ucap Zian mengajak Arini. Arini hanya pasrah mengikuti permintaan Zian. Mereka berdua memasuki ruangan Reyhan.


Novi mengertakkan giginya. Mengepalkan tangannya. Menatap Arini dengan tatapan benci dan kesal.


"Lihat saja! Sebentar lagi gue akan membuat lo keluar dari perusahaan ini." Batin Novi dengan geram.


Jika saja ia tidak ada perintah dari Reyhan tadi, pasti Novi mengikuti mereka sampai ke dalam. Kalau saja Reyhan tidak memarahinya karena perintahnya belum tersampaikan nanti, ia akan masuk dan memarahi Arini.