Arini, I Love You!

Arini, I Love You!
Bab 21



"Untuk sekarang aku belum yakin kalau dia bisa menjadi sekretaris yang baik. Sementara ini kamu handle semuanya. Aku belum yakin jika harus membebankan ini padanya." Ujar Reyhan. Ia menyerahkan kembali dokumen yang ada diatas mejanya kepada Soni.


"Tapi Rey, kenapa kamu tidak membiarkan dia mencobanya dulu?" Kekeh Soni.


Reyhan menghela napasnya dengan pelan. Menyandarkan tubuhnya.


"Aku tidak yakin dia bisa." Ucap Reyhan datar.


Reyhan berdiri dan mengemas laptopnya. Sedangkan Soni hanya diam.


"Apa klien kita sudah sampai di restoran yang telah kita janjikan?" Tanya Reyhan mengalihkan topik pembicaraan. Saat ini ia tidak ingin membahas Arini.


"Hampir sampai, apa sebaiknya kita juga segera berangkat ke sana?" Tanya Soni.


Reyhan mengangguk dan mereka berjalan beriringan keluar ruangan. Reyhan berdiri di depan pintu dan menatap Arini.


"Arini!" Panggil Reyhan.


Arini mendongak dan segera berdiri.


"Iya pak." Jawab Arini dan menunduk.


"Kamu ikut saya meeting hari ini. Bersiaplah." Ujar Reyhan.


Arini mengangguk dan segera memasukkan barang yang akan ia bawa. Kemudian berjalan mengikuti Reyhan dan Soni. Arini nampak semangat. Baru kali ini Reyhan mengajaknya meeting di luar.


Di dalam lift hanya saling diam. Mereka bertiga tidak ada yang membuka bicara. Sampai liftnya terbuka, mereka tetap saling mengunci mulutnya.


Mereka masuk ke dalam mobil. Soni yang menyetir sedangkan Arini dan Reyhan duduk di kursi penumpang. Soni melajukan mobilnya menuju tempat tujuan.


Arini semakin gugup. Ia baru pertama kali mengikuti meeting. Dan lagi, ini juga pertama kalinya bagi Arini satu mobil dengan Reyhan. Arini memilih memandang luar jendela sambil menopang dagunya. Reyhan juga tidak punya hal yang ia tanyakan atau ia perbincangkan dengan Arini maupun Soni.


Sekitar beberapa menit, mereka sampai. Soni keluar lebih dulu dan membuka pintu mobil untuk Reyhan. Sedangkan Arini membuka pintunya sendiri. Mereka berjalan memasuki restoran dengan Reyhan berada di depan sedangkan Arini dan Soni dibelakangnya.


Soni sedikit menarik tangan Arini agar mendekat padanya. Soni berbisik kepada Arini tentang hal apa saja yang harus ia lakukan saat meeting nanti. Arini mengangguk paham. Reyhan tiba-tiba menghentikan langkahnya. Membuat Soni dan Arini menabrak punggung Reyhan karena tidak memperhatikan jalan.


"Apa kalian bisa berhenti bicara?" Ucap Reyhan tanpa menoleh ke arah mereka.


Soni tersenyum kikuk. Bagaimana bisa Reyhan mengetahui ini. Sedangkan Arini sedikit gugup. Mereka melanjutkan lagi langkahnya. Soni tersenyum kepada Arini. Arini membalas senyuman tersebut.


"Jangan lupa yang aku katakan tadi." Bisik Soni dan mengedipkan matanya. Arini tersenyum dan mengangguk.


Mereka sudah sampai di ruang VIP. Reyhan duduk di sana sedangkan Arini dan Soni berdiri disamping mereka.


"Maaf, saya terlambat." Ujar Reyhan dan mengulurkan tangannya.


"Tidak apa pak Reyhan, kami juga baru sampai." Ucap klien tersebut dan menjabat tangan Reyhan.


Mereka memulai meetingnya. Klien tersebut mengajukan beberapa dokumen kepada Reyhan. Reyhan membaca setiap dokumen tersebut dan mereka berdiskusi. Arini dan Soni setia mendengarkan dan mencatat hal-hal yang penting.


"Cukup bagus. Nanti biar sekretaris saya yang menghubungi Anda lebih lanjut. Terima kasih atas kerjasamanya." Ujar Reyhan senang.


"Sama-sama pak. Saya akan mengusahakan yang terbaik." Jawab klien tersebut.