Arini, I Love You!

Arini, I Love You!
Bab 60



Soni berhasil membawa Zian kembali dengan selamat. Namun Novi masih mereka tahan untuk sementara waktu. Ia akan menunggu intruksi dari Reyhan bagaimana selanjutnya.


Sorenya, Reyhan terbangun lebih dulu. Ia membuka matanya dan menatap Arini yang masih tertidur dengan pulas. Reyhan memperhatikan Arini dengan lekat. Ia menyentuh pipi Arini.


"Manis banget sih," batin Reyhan.


Tak lama, ada telepon masuk di ponsel Reyhan. Ia langsung mengambil ponsel yang ada di nakas sebelah tempat tidur Arini. Reyhan tersenyum tipis setelah menerima panggilan telepon tersebut. Soni telah melakukan pekerjaannya dengan sangat baik.


Reyhan perlahan bangun dari tidurnya. Ia merapikan bajunya dan berjalan keluar kamar. Reyhan duduk di sofa. Ia memesan makanan untuknya dan Arini.


Sambil menunggu makanan yang ia pesan datang, Reyhan memutuskan untuk mandi. Setelah selesai mandi, ia menuju ruang tamu kembali. Dan ternyata Arini sudah duduk di sana. Makanan yang ia pesan juga sudah datang.


"Mas, kok nggak bangunin aku?" tanya Arini. Reyhan hanya tersenyum dan duduk di samping Arini. Ia mengecup pipi Arini sekilas.


"Habisnya kamu pulas banget tidurnya. Aku jadi nggak tega untuk bangunin kamu," jawab Reyhan.


Kemudian mereka makan bersama. Reyhan juga sudah menceritakan bahwa Zian sudah ditemukan. Arini tersenyum bahagia. Ia sangat bersyukur akhirnya Zian kembali ditemukan. Namun ia sedih saat orang yang menculik Zian adalah Novi. Wanita itu sungguh nekat.


"Aku mau pulang dan menjemput Zian. Besok baru aku bawa dia ke sini," ujar Reyhan.


"Tidak apa mas, lebih baik mas segera jemput Zian. Kasihan dia," jawab Arini. Reyhan mengangguk.


"Kamu juga hati-hati di sini ya. Jangan bukakan pintu pada sembarang orang," ucap Reyhan sebelum pergi.


"Iya mas. Kamu juga hati-hati. Jika sudah sampai rumah kabari aku ya," ujar Arini. Reyhan mengecup kening Arini sekilas. Kemudian ia berlalu meninggalkan apartemen Arini.


Reyhan berjalan menuju parkiran. Sampai di mobil, ia segera melajukannya menuju tempat yang sudah diberitahukan oleh Soni.


Beberapa menit kemudian, akhirnya ia sampai di tempat tersebut. Rumah tua yang sudah tak berpenghuni. Soni sengaja menunggu Reyhan di sana. Ia ingin agar Reyhan melihat secara langsung orang-orang yang telah mencoba menyakiti keluarganya.


Reyhan langsung masuk ke rumah tua itu. Soni menyambut kedatangan Reyhan. Zian langsung berlari dan memeluk Reyhan. Ia nampak begitu ketakutan dan keadaannya yang sedikit lusuh. Reyhan menggendong Zian.


"Tidak Dad, Zian kan anak laki-laki. Zian harus kuat. Kan Zian ingin melindungi tante Arini juga," ucap Zian. Reyhan tersenyum lega. Rasa sayang Zian kepada Arini memang tidak bisa diungkapkan melalui kata-kata. Zian begitu menyayangi Arini dan lebih menganggap Arini sebagai ibunya.


"Apa perintah Anda selanjutnya tuan?" tanya Soni.


"Jangan biarkan mereka kabur dari tempat ini Son. Kalau perlu, lenyapkan mereka agar tidak kembali membuat ulah dengan keluargaku," ucap Reyhan. Soni mengangguk paham.


Reyhan membawa Zian kembali ke rumah. Namun sebelum itu, ia membawa Zian ke rumahnya yang sudah lama tidak ia tempati. Reyhan memandikan Zian. Rumah itu memang tidak Reyhan tempati lagi semenjak ia bercerai dengan Clara. Reyhan terlalu banyak menyimpan luka di rumah ini. Ia hanya tidak ingin mengingat tentang luka itu. Luka yang selamanya tidak akan sembuh akibat ulah Clara.


"Zian, nanti jangan cerita apapun kepada nenek dan kakek ya. Kalau mereka tanya selama ini Zian ke mana, Zian harus jawab menginap di rumah tante Arini, oke?"


"Zian tidak mau kan kalau kakek dan nenek memarahi tante Arini?" ucap Reyhan. Ia juga tidak ingin membuat orang tuanya khawatir.


"Oke Daddy. Zian akan mengingat semua yang dikatakan Daddy. Zian tidak mau kalau tante Arini dimarahi sama kakek dan nenek," ucap Zian.


"Bagus, ayo sekarang kita pulang," ucap Reyhan. Ia mengusap puncak kepala Zian sebelum menggendongnya. Untung saja Zian mau diajak kompromi dengannya. Mereka langsung pulang ke rumah.


***


Hallo semuanya.


Maaf atas ketidaknyamanannya karena update semakin jarang, hehe.


Terima kasih untuk kalian yang sudah mau menunggu cerita ini update.


Terima kasih juga atas dukungan, like, serta komennya.


#Salam_Dari_Kota_Blitarđź’›