Arini, I Love You!

Arini, I Love You!
Bab 53



Hari ini, Vian sudah memantapkan tekadnya ingin kembali ke luar negeri untuk beberapa waktu ke depan. Dirinya hanya ingin menenangkan dirinya sendiri dan memberikan ruang untuk Arini dan Reyhan.


Walau dengan berat hati ia harus kembali, ini adalah keputusan terbaik menurutnya. Dengan begini, rasa cintanya untuk Arini akan berkurang dari waktu ke waktu.


Reyhan dan Arini sudah kembali dari Yogyakarta. Mereka segera menuju kediaman Kusuma untuk memberitahukan kabar baiknya. Mereka sudah tidak sabar ingin menceritakan semuanya kepada keluarganya.


Reyhan dan Arini menuju rumah dan segera mencari keberadaan orang tua Reyhan.


"Ma, pa." Panggil Reyhan dan sedari tadi senyumnya tak henti menghiasi wajahnya.


"Ada apa sayang?" Jawab Indi sambil menuju ruang tamu. Disusul juga dengan Kusuma.


Reyhan memeluk erat Indi dan tersenyum lebar. Membuat Indi dan Kusuma menatap penuh tanya.


"Orang tua Arini setuju ma. Mereka merestui Reyhan sama Arini. Bulan depan mereka akan ke sini dan kita bisa segera melangsungkan lamaran sekaligus menyiapkan acara pernikahan." Ujar Reyhan dengan senang. Ia beralih memeluk ayahnya.


"Benarkah? Syukurlah kalau seperti itu." Balas Indi. Ia beralih menatap Arini dan menghampirinya. Indi memeluk Arini, Arinipun membalasnya.


"Selamat untuk kalian berdua." Ucap Indi sambil melepas pelukannya. Ia membawa Arini dan Reyhan ke ruang keluarga.


"Lalu bagaimana kamu mengatasi Clara? Papa takut dia akan melakukan sesuatu." Ujar Kusuma saat mereka sudah duduk di sana.


"Reyhan tahu pa. Reyhan akan berusaha agar Clara tidak mengusik keluarga kita lagi. Terutama Arini." Ucap Reyhan. Ia menatap Arini dan mengusap punggung tangan Arini sambil tersenyum tipis.


"Papa percaya sama kamu." Ucap Kusuma yakin.


"Di mana Vian? Apa dia ke kantor hari ini?" Tanya Reyhan yang sedari tadi tidak melihat Vian.


Kusuma dan Indi saling bertukar pandang. Indi menghela napasnya sejenak.


Reyhan mengangguk paham. Sedangkan Arini merasa bersalah dengan keadaan yang seperti saat ini. Arini menunduk dan masih terdiam. Reyhan merangkul bahu Arini dan tersenyum tipis padanya.


"Aku antar kamu pulang sekalian aku mau ke kantor. Hari ini Zian biar bersama mama dulu. Kamu istirahatlah." Ujar Reyhan dan ia berdiri. Arini mengangguk.


Reyhan berjalan menuju kamarnya untuk bersiap ke kantor. Sebenarnya dirinya lelah, tetapi ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan di kantor. Setelah siap, Reyhan mengantar Arini menuju apartemennya.


Sesekali ia menggenggam tangan Arini sambil mengemudikan mobilnya. Reyhan juga mencium tangan Arini yang membuat pipi Arini semakin merona.


"Terima kasih. Kamu juga jangan lelah-lelah. Jaga kesehatanmu juga." Ucap Arini sebelum keluar dari mobil. Reyhan mengangguk dan tersenyum tipis. Setelah memastikan Arini baik-baik saja, ia kembali melajukan mobilnya menuju kantor.


"Arini!" Panggil seorang wanita dan seketika menghentikan langkahnya. Arini menoleh dan ternyata itu adalah Clara. Heran, kenapa Clara ada di mana-mana, hehe.


"Mbak Clara." Sambut Arini dengan sopan.


Clara berjalan mendekati Arini. Ia tersenyum sinis seolah memandang rendah Arini. Namun Arini tidak terusik dengan tatapan Clara itu.


"Kelihatannya hubunganmu dengan Reyhan semakin bahagia ya." Ucap Clara sambil melipat tangannya didadanya.


"Mbak Clara ada perlu apa ya. Maaf saya lagi sibuk, kalau tidak ada keperluan saya pamit dulu." Ucap Arini. Ia ingin menghindari Clara. Ia tidak ingin bertengkar dengan Clara.


"Santai dong. Saya ke sini hanya mau memperingatkan kamu. Jauhi Reyhan atau nyawa kamu yang akan jadi gantinya." Ucap Clara menyeringai ke arah Arini.


Tubuh Arini gemetar saat Clara mengancamnya. Tetapi ia berusaha setenang mungkin. Ia tidak ingin Clara mengetahui bahwa dirinya saat ini takut pada Clara.


Arini tersenyum dan membalikkan tubuhnya memilih melanjutkan langkahnya. Ia tidak ingin berlama-lama bertemu dengan Clara.


"Kamu boleh lari untuk saat ini Arini, tetapi aku akan pastikan jika kamu gagal menikah dengan Reyhan." Batin Clara menatap kepergian Arini. Kedatangannya kali ini hanya untuk memberikan peringatan kepada Arini.