
Pesta berlangsung meriah. Semua teman angkatan Gio di Harvard hadir dengan tampilan yang berbeda. Ada yang sudah menjadi dokter, angkatan udara, pilot hingga seorang atlet.
Gea menelan ludah. Merasa grogi akan penampilannya yang mungkin tidak secantik teman-teman Gio yang lain. Bahkan Gea hampir mengira teman Gio adalah artis semua.
Gio menggenggam tangan Gea seraya tersenyum. "Tidak perlu takut, aku ada disini," katanya dan menuntun Gea menaiki tangga menuju aula.
Dosen pengajar Gio juga turut hadir. Bersama Mr. Chris serta rekan kerjanya yang lain.
"Ferraldo!" tiba-tiba seorang pria bertubuh kekar bak atletis berseru dan memeluk Gio dengan wajah gembira. "Long time no see." (lama tidak bertemu).
"Yeah, its been too long. I haven't see you since we graduated from college. How have you been?" (Ya, sudah sangat lama. Aku tidak pernah melihatmu sejak lulus kuliah. Bagaimana kabarmu?)
"Good. I start my own restaurant, last month" (Bagus. Aku membuka restoran sendiri bulan lalu)
"Awesome! Next time, i'll surely visit your restaurant" (Menakjubkan! Lain kali, aku pasti akan mengunjungi restoranmu).
Gio berbincang cukup lama dengan teman akrabnya sampai lupa jika ada Gea disisinya. "Who's she?" (Siapa dia?) tiba-tiba pria tersebut bertanya.
"Oh, she's my fiancee. Her name is Gea" (Oh, dia tunanganku. Namanya Gea).
"Really! Hello, my name Vincent, nice to meet you." (Benarkah! Halo namaku Vincent, senang bertemu denganmu).
"Hi, i'm Gea, nice to meet you too." (Hai, aku Gea, senang bertemu dengan mu juga).
Kali ini Gea tidak membantah ataupun marah ketika Gio mengenalkannya pada teman akrabnya bahwa Gea adalah tunangannya.
Ya, Gea memang sudah secara resmi menerima perasaan Gio meski tidak menunjukkannya secara spontan. Dan Gio juga sudah tahu akan hal itu.
Tidak semua orang, Gio ajak ke pesta. Hanya Jefri dan Yuna saja yang Gio ajak. Gea tidak seberapa lancar berbicara bahasa Inggris. Dia hanya mengatakan seadanya apabila Gio memperkenalkannya pada teman-temannya di Harvard.
Dan Jefri benar, Gio memang pria yang famous. Dia tidak hanya dikenal oleh teman prianya, tapi juga teman wanitanya. Dan Gea mendadak kesal melihatnya.
"Why haven't you ever responded to my text?" (Mengapa kamu tidak pernah membalas pesanku?) seorang wanita berambut gelombang memasang ekspresi cemberut.
"I'm so sorry about that. I didn't get to text you back." (Aku minta maaf tentang itu. Aku tidak sempat membalas pesanmu)
Tak lama kemudian, pria berambut pirang yang sempat berbincang dengan Gio. Vincent, membawa seorang gadis dengan tampilan seperti orang asia. "She's my girlfriend now." (Dia adalah pacarku sekarang) ungkapnya senang.
Gadis asia itu tersenyum. "Long time no see You, Ferrald. How are you?" (Lama tidak bertemu denganmu Ferrald. Bagaimana kabarmu?)
"Very good, Vinny. I'm suprised you're Vincent's girlfriend now" (Sangat bagus, Vinny. Aku terkejut kamu pacarnya Vincent sekarang)
Mereka bertiga pun tertawa bersama. Tak lupa Gio memperkenalkan Gea apada Vinny sekaligus Jefri dan Yuna.
"Oh, halo. Aku Vinny." gadis asia itu tersenyum semringah yang ditatap heran oleh Gea.
"Dia keturunan Indonesia," jelas Gio yang mengejutkan Gea, begitu pula Jefri dan Yuna. Akhirnya ada orang yang bisa mereka ajak bicara tanpa canggung.
"Halo Vinny, Aku Jefri. " Jefri menjabat tangan Vinny dengan antusias. Tapi dia lupa jika ada Vincent yang senantiasa mengintimidasi Jefri agar tidak terlalu dekat pada kekasihnya.
"Aku Gea."
"Manis sekali" puji Vinny. "Kudengar kamu tunangannya Ferrald, selamat ya."
Gea mengembangkan senyuman. Dia merasa tersipu akan hal itu hingga kepala direktur yang mengadakan acara mengalihkan suasana.
Dia berpidato singkat dan berterima kasih atas keikutsertaan partisipan dalam rangka reuni angkatan.
Dan betapa kagetnya Gea ketika mengetahui kepala direktur tersebut ikut tersanjung Gio ada disana. Mengingat Gio adalah seorang mahasiswa cerdas dengan nilai terbaik di Harvard.
Chris juga ikut membenarkan. Dia berharap Gio bisa memberikan motivasi, terlebih sekarang pria tampan itu menjadi pebisnis yang sukses.
Chris adalah senior Gio di Harvard, oleh karenanya mereka saling dekat dan akrab.
Gea jadi merasa kecil. Gio begitu disanjungi oleh banyak orang sementara dia hanyalah anak SMA biasa.
"Sedang memikirkan sesuatu?" Yuna tiba-tiba mendekat dan bertanya. Gea berdiri di pojok ruangan sementara Gio masih sibuk bertemu teman-temannya.
"Aku hanya merasa tidak pantas untuk Gio."
Yuna menghembuskan nafas. Ikut berdiri di sebelah Gea seraya melirik Gio di seberang sana sesaat. "Jujur saja saya iri mengetahui kalian bertunangan. Tuan Ferrald bisa dibilang sangat susah untuk di dekati dan mengetahui dia bertunangan dengan anda itu cukup mengejutkan. Anda adalah orang paling beruntung bisa bertunangan dengan pria seperti tuan Ferrald. Tidak semua pria di dunia ini yang sama seperti tuan Ferrald."
"Tetap saja aku merasa rendah. Gio tampak seperti bangsawan dengan derajat tinggi di mataku."
Yuna tertawa ringan. "Mungkin memang tampak seperti itu. Tapi pada kenyataannya tuan Ferrald lebih suka dianggap sebagai orang biasa yang rendah hati. Semua kekayaannya itu adalah hasil kerja keras tuan Ferrald selama ini. Dan saya sebagai karyawannya mengakui bahwa tuan Ferrald adalah bos besar yang paling saya kagumi."
"Ngomong-ngomong, saya minta maaf apabila saya membuat anda kesal tempo hari." Gea mengalihkan pandangan seolah tak mengerti atas perkataan Yuna barusan. "Di Times Square, saya merasa menyesal."
"Syukurlah."
"Oh ya, Jefri dimana?"
Yuna menatap datar Jefri diantara para wanita bule. "Si hidung belang itu sedang mencoba merayu wanita-wanita disana."
✒️✒️✒️
"Vincent bilang, kamu jadi dokter mata sekarang, benarkah?" Gio bertanya. Duduk di sebelah Vinny karena ada yang ingin ia bicarakan berdua.
"Ya, itu benar," Vinny menjawab singkat.
"Kalau begitu, bisakah aku meminta pertolonganmu?"
"Pertolongan apa?"
✒️✒️✒️
Berada di puncak acara. Seperti pesta kebanyakan, ada musik hip hop yang menemani selama pesta. Ditambah dengan minuman beralkohol dimana-mana.
Gea mencari keberadaan Gio. Ia sedikit terganggu akan bau alkohol yang menyengat di indera penciumannya.
Sementara di tempat lain, Gio dihalangi oleh wanita - wanita penggemarnya dengan menawarkannya minuman. "I can't drink this." (Aku tidak bisa minum ini)
"Don't worry, it's just water." (Jangan khawatir, ini hanya air putih biasa) wanita itu meyakinkannya.
"Really?" (Benarkah?)
Para wanita itu mengangguk. Gio pun menerima tawaran mereka dan meminumnya. Namun dia merasa bahwa air yang diminumnya terasa aneh dan tidak seperti air putih biasa. Sadar bahwa dia sedang dikerjai, Gio menatap para wanita itu yang sedang menertawakan dirinya.
"Why are you so innocent, Gio?" (Mengapa kamu sangat polos sekali, Gio?"
"Get away from me!" (Menjauh dariku!) Gio berteriak dan hendak pergi namun para wanita itu bukannya takut ataupun membiarkan Gio lari begitu saja.
"Do you want to play with us for a minute?" (Maukah kamu bermain dengan kami sebentar?)
✒️✒️✒️
"Aku tidak menemukannya dimanapun!" Gea berseru cemas. Suara bising musik cukup menyulitkannya untuk mencari informasi. Ditambah banyaknya orang di pesta dan luasnya area.
"Aku sudah mencoba menlpon tapi tidak diangkat," Jefri berkata.
Yuna pun sama hal nya. Gio tidak mengangkat atau membaca pesannya sama sekali. "Kurasa kita harus berpencar," Yuna menyarankan. Mereka pun setuju dan berpencar mencari Gio.
Jefri juga meminta bantuan Chris dalam mencari Gio di pesta.
Vinny yang sedang berdansa bersama Vincent menyadari keberadaan Gea. Dia meminta Vincent untuk berhenti sesaat. "Gea, ada apa?" tanyanya.
"Aku tidak bisa menemukan Gio. Apa kamu tau Gio dimana?"
"Tadi dia berbicara denganku sebentar, tapi langsung pergi karena ingin menemuimu."
Vincent mendekat masih dengan menikmati alunan musik yang ada. "Vincent, do you know where Ferrald is?" (Vincent, kamu tau dimana Ferrald?) tanya Vinny.
"Oh, i saw shirly and her friends approaching Ferraldo earlier." (Oh, aku melihat Shirly dan teman-temannya mendekati Ferraldo tadi).
Sadar akan situasinya. Vincent terdiam. Dia menatap Vinny lalu pergi. Vinny peka akan hal itu. Sedangkan Gea bingung melihat ekspresi serius mereka.
"Maaf, jika aku harus mengatakan ini. Tapi karena ketenaran Ferrald di kampus, banyak yang ingin melecehkannya, termasuk Shirly. Dia sudah mengejar Ferrald sejak tahun pertama masuk kuliah. Dan Ferrald tidak menyukai skinsip diantara para wanita membuat Shirly semakin gencar untuk mendapatkannya."
"Oh, tidak. Pasti terjadi sesuatu dengan Gio sekarang!" Gea semakin panik.
"Vincent dan aku akan membantu."