A Week Long Journey

A Week Long Journey
Bab Tigatiga



Lina mengedikkan bahunya. Dirinya semakin merasa bersalah, mungkin setelah ini dia tidak bisa menemui Chen Zhang. Hatinya sangat tidak enak. Selama di sini Chen Zhang sudah teramat baik terhadapnya, seharusnya balasan yang dia terimanya tidak seperti itu.


***


Lina mengacak-acak poninya frustasi.


Ayi Jaya melanjutkan ucapannya. "Urusan kamu sama Dewi itu nggak usah di pikirin. Kemarin kami bertiga aku, Viona, dan Marcella sempat ngomong sebentar sama dia. Mungkin setelah ini dia nggak perlu bersikap kayak gitu lagi ke kamu. Anak itu harus sedikit diajari bagaimana bersikap yang bijaksana. Kasihan Yusmadi kalau Dewi kayak gitu. Sekalipun yang dia bela itu benar, tapi kami menyayangkan caranya."


Sekali lagi Lina tersentak. "Emang Ayi bilang apa aja ke Dewi?"


Ayi Jaya tersenyum hangat. "Nggak ada, bukan apa-apa kok. Lebih baik setelah ini kalian ketemu dan berbicara dengan kepala dingin, bukan seperti kemarin-kemarin. Untuk latihan juga gimana cara menyelesaikan masalah dengan cara yang dewasa, kalian udah bukan anak-anak lagi kan.?!"


Lina diam-diam bersyukur karena nenek-nenek yang sekamar dengannya ini, meskipun sudah uzur tapi bisa dengan luwes menyelami dunia gadis muda seperti dirinya. Lina seperti bercakap-cakap dengan seorang kaka daripada seorang nenek berumur enam puluhan.


Lina masih penasaran dengan apa yang Ayi Jaya bicarakan kepada Dewi. Ayi Jaya sudah membantunya sejauh ini. Rasanya, itu sudah lebih dari cukup. Selanjutnya, dirinya harus bisa menyelesaikannya sendiri. Seperti yang Ayi Jaya bilang, menyelesaikan masalah secara dewasa.


"Ehm... Makasih, Ayi."


"Sama-sama. Kamu mau di kamar terus?"


"Nggak tahu." Lina menggeleng, lalu tiba-tiba dia teringat sesuatu. "Ayi, sebenernya Ling-Ling ada titipan dari Mbah Putri." Lina bangkit dan mencari tasnya. Kertas yang di titipkan neneknya masih rapi tersimpan di dalam dompetnya. Setelah menemukan sobekan kertas lusuh, itu di antara kartu ATM dan SIM nya, Lina menyerahkannya pada Ayi Jaya.


"Ayi tahu alamat ini?"


Ayi Jaya membaca sebentar, dahinya berkerut, kemudian tersenyum. "Aku tahu, tapi ini agak jauh dari sini."


***


Peta ini sebenarnya cukup lengkap, tapi Lina tak tahu sekarang dimana posisinya. Lina tidak bisa membaca peta dengan benar. Dan sekedar informasi, ini kali pertama Lina pergi mencari alamat menggunakan peta.


Shanghai Star. Mang Wui Man St 30-31C - Hong Kong.


Lina membaca alamat yang di berikan neneknya sekali lagi. Setelah celingukan mencari plang nama jalan, dia tahu kalau dirinya berada di Argyle Street. Untuk yang kedua kalinya, Lina menghela napas berat.


Kok muter-muter begini sih? batin Lina.


Kata Ayi Jaya, Lina harus naik MTR dan turun di East Tsim Sha Tsui, sebelumnya dia harus menemukan stasiun MTR terdekat dari hotelnya di Waterloo Road, yaitu stasiun Mang Kok. Masalahnya dia tidak bisa menemukan stasiun itu. Sudah banyak orang yang Lina tanyai dan semuanya menunjukkan arah yang sama, tapi Lina masih tetap tidak menemukan stasiun MTR yang di maksud. Peta yang di bawanya itu juga tak banyak membantu.


Lina menyesal menolak tawaran Ayi Jaya yang ingin menemaninya. Seharusnya dia nggak usah sok wonder woman begini, jalan-jalan bermodal peta sendirian, pertama kali pula.


"Metropark Kowloon Hotel! Lagi!" Lina mengeluh dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Setelah berjalan sepuluh menit dia justru berada di hotel tempatnya menginap lagi. Gadis itu sudah tiga kali berdiri di tempat yang sama dalam satu jam ini. Padahal Lina merasa dia sudah berjalan sesuai instruksi orang yang di tanyai nya.


Poninya mulai basah karena keringat. "Ya ampun, sebenarnya ini di mana sih?"


Lina bertanya pada perempuan yang di temuinya di jalan. Dengan bahasa Inggris yang terbata-bata, wanita berusia sekitar 35 tahunan itu menerangkan jalan yang harus ditempuh Lina, belok kanan, belok kiri, belok kanan lagi. Saking bingungnya, Lina menggambarkannya di telapak tangan, meskipun dia sendiri tidak yakin sudah mengerti dengan apa yang di gambarnya.


Masalahnya kini bertambah satu lagi.