A Vampire's Love

A Vampire's Love
Capter 6: Perkelahian



"Aku Tak Mengerti??"


"Gunakan Manusia² Itu.Manfaatkan Sebaik²nya!!"


Dia Masih Berpikir Maksud Dari Ayahnya.Meskipun Dia Bertanya,Tapi Nathaniel Tahu Apa Yang Ayahnya Mau.


Tidak,Itu Sepertinya Tak Akan Terjadi.Manusia Itu Lemah Dan Lagi Pula Mereka Itu Musuh Mereka.Apa Jadinya Jika Nanti Anaknya Punya Garis Keturunan Dari Musuh Mereka.




Oh Sehun/Prince Damien



Kai/Prince Samael



Chanyeol/Prince Cirino



Siapapun Mungkin Menganggap Clarita Gila.Mungkin Orang Yang Melihatnya Kini Akan Benar² Menganggapnya Tak Waras Dan Sok Berani Karena Berdiri Di Tengah Hari Sambil Membawa Sebotol Air Di Genggamannya Menantang Siapapun Yang Datang.


Bukan Dia Gila Karena Berdiri Di Sana,


Tapi Semua Orang Tahu Kalau Hal Itu


Sangat Berbahaya Mengingat Keadaan


Kota Yang Sudah Tak Lagi Aman.


Bukan Clarita Sok Berani. Demi Apapun,


Dia Tak Takut Sedikitpun Pada Vampir² Itu.


Tak Ada Sedikitpun Rasa Ingin Pulang Ke


Rumah Hanya Karena Merasa Takut.


Satu-satunya Yang Dia Pikirkan Adalah


Bagaimana Cara Membunuh Mereka.


Dia Masih Ingat Saat Kekasihnya Dibawa


Pergi Entah Kemana Oleh Mereka. Dan


Semenjak Kejadian Itu, Kebencian Pada


Mahkluk Sialan Itu Bertambah Semakin


Besar.


Clarita Tak Peduli Jika Mereka Akan Membawanya Atau Bahkan Membunuhnya Sekalipun. Setidaknya


Dia Harus Membuktikan Jika Mereka Tak Berhak Mengambil Semua Yang Manusia Miliki.


Maka Dari Itu Dia Berdiri Di Tengah Hari Sambil Membawa Sebotol Air Yang Dia Siapkan Sebelum Berdiri Disini.


Bukankah Mereka Takut Sinar Matahari???


Kita Lihat Saja Nanti, Dia Akan Membuktikan Jika Mereka Tak Sekuat Itu.


Clarita Tahu Itu Vampire, Kulit Pria Itu Sangat Pucat.


"Oh Lihat, Ternyata Di Sini Ada Manusia!!!."


Tak Sedikitpun Clarita Takut. Dia Malah Menatap Benci Ke Arah Pria Yang Baru Saja Datang Itu.Clarita Ingin Sekali Membunuhnya.


"Kau Sedang Cari Mati??"


Tapi Masih Tak Ada Jawaban.


"Kenapa? Kenapa Kau Menatapku Seperti Itu????"


Lagi-lagi, Clarita Tak Menjawab Membuat Si Vampire Kini Lebih Tertarik Pada Benda Yang Clarita Bawa.


"Oh Kau Membawa Apa???" Pandangan Mereka Pun Otomatis Tertuju Pada Sebotol Air Yang Clarita Pegang Dari Tadi.


Kalau Kalian Menganggap Ini Air Minum, Kalian Salah Besar.


"Ini Hanya Air!!"


"Kau Mau Mencoba?"


"Benarkah?? Boleh Aku Mencoba?"


"Boleh Saja!!!."


Tentu Saja Clarita Tak Menyia-nyiakan Kesempatan.


"Baiklah, Tapi Sebelumnya Tangkap Aku!!!"


Selanjutnya, Vampire Itu Otomatis Mengerutkan Keningnya Bingung Saat Gadis Itu Berlari.


Kenapa Dia Menantangnya Berlari? Bukankah Tentu Saja Dia Yang Akan Menang?


Tapi Sesuai Keinginan Clarita, Dia Pun Berjalan Santai Mengikuti Tantangan Clarita. Untuk Kali Ini Dia Tak Berlari Secepat Kilat. Dia Hanya Ingin Bermain-main Sampai Mana Manusia Itu Akan Menggodanya.


Berbelok, Lurus, Masuk Ke Gang Sempit, Vampire Itu Tetap Berjalan Mengikuti Clarita.


Tapi Beberapa Menit Mengikuti Manusia Itu, Tiba-tiba Saja Dia Menghilang.


Huh? Kemana Dia?


Sepertinya Gadis Itu Benar-benar Ingin Bermain.


Vampire Itupun Mencari Kemanapun Dia Bisa Mendapatkan Gadis Tadi. Dia Tak Akan Melepaskannya Begitu Saja.


Tapi Sampai Beberapa Lama Dia Mencari, Dia Akhirnya Melihat Gadis Tadi Di Depan Sana. Berdiri Di Tengah Panasnya Matahari.


Oh Dia Sedang Merencanakan Apa?


Hari Itu Memang Teduh Karena Tertutupi Gedung Tinggi Tapi Matahari Tetap Menyinari Di Beberapa Celah.


Pandangan Mereka Masih Bertemu Dan Manusia Itu Tak Melakukan Apapun.


Apa Gadis Itu Mau Dia Menghampirinya??? Dan Apa Gadis Itu Tak Tahu Jika Dia Tak Takut Sinar Matahari??


Tapi Saat Mereka Nasih Saling Menatap, Hal Yang Membuat Vampire Itu Kini Sedikit Heran Adalah Saat Gadis Itu Ternyata Memegang Pisau Di Tangannya.


Sret!!


Tadinya, Dia Pikir Gadis Itu Akan Menyerangnya Tapi Sepertinya Dia Salah, Karena Dia Malah Melihat Gadis Itu Menyayat Tangannya Sendiri.


Apa Yang Akan Terjadi Dengan Clarita??