
Clarita Masih Teringat jelas Atas Kejadian Waktu Itu.Dia Juga Masih Teringat Jelas Bagaimana Untuk Pertama kalinya Ia Menyaksikan Kota Demi Sedikit Hancur Ditangan Para Vampir Tersebut.
Awalnya,Mereka Masih Bersembunyi Dan Jarang Menampakan Diri Mereka.Tapi Kini Mereka Hampir Memenuhi Setengah Dari Populasi Kota.
Mereka Menculik,Menjajah Dan Menginjak Injak Para Manusia,Satu Persatu Manusia Diculik Untuk Dijadikan Budak.
Manusia Dijadikan Koloni Vampire Yang Besar Dan Mereka Membunuh Manusia Yang Mencoba Membangkang.Bahkan Termasuk Pentingi² Kota Dan Juga Negara Yang Sekarang Ini Memihak Kepada Para Vampire Tersebut.
"Jangan Pernah Keluar Pada Malam Hari, Karena Mereka Ada Dimana mana!!"Pria itu Bersiap Siap Bersama Senapan Yang Ia Bawa Untuk Dibawa Pergi.
Berkali kali Clarita Menahan Laki² Itu Tapi Tetap Saja Tidak Berhasil.
"Ryan,Kumohon Jangan Pergi!!!"Ujar Clarita Sambil Menahan Ryan.
"Maaf Clarita, Aku Harus Mencari Claud!!"
"Apa Kau Tidak Tau Bahwa Diluar Sana Berbahaya??"
"Aku Tau Bawa Diluar Sana Berbahaya, Tapi Aku Tidak Berduli, Aku Akan Membawa Ia Kembali Kesini!!"Ya,Kakaknya Ryan Dibawa Kemarin Malam Oleh Para Vampir Itu.Kakaknya Dibawa Untuk Dijadikan Koloni Mereka.
Clarita Sudah Memberitahunya Tapi Tetap Saja Ryan Tidak Menghiraukan Perkataan Clarita.
Dan Sekarang Dengan Nekatnya Ryan Ingin Pergi Untuk Membawa Kakaknya Kembali.
Sudah Beberapa Kali Clarita Memberitahunya. Tapi Tetap Saja Ryan Tidak Mendengarkannya.
"Kumohon Jangan Pergi!!!"
"Aku Janji, Aku Akan Kembali Bersama Claud!!"
Clarita Mulai Mengeluarkan Air Mata,Tentu Saja Karena Clarita Tidak Ingin Kehilangan Ryan Kekasih Tercintanya.
"Aku Ingin Ikut Bersamamu!!"
"Tidak!! Aku Tidak Mengizinkan Mu Ikut Bersamaku, Aku Takut Mereka Akan Menangkapmu!!!"
"Mereka Juga Akan Menangkapmu!! Kumohon Aku Tak Mau Kehilangan Mu!!"
Ryan Kembali Menenangkan Clarita,Ia Tidak Tau Apakah Semua Ini Akan Baik Baik Saja Atau Tidak Tapi Dia Harus Membawa Kembali Kakaknya.
"Tidak, Ku mohon!!"
Ryan Masih Tidak Mendengarkan Clarita.Ia Lebih Memilih Mencium Kening Clarita Sebelum Ia Pamit Pergi.
"Jangan Menangis!!!"Sambil Mengusap Air Mata Clarita.
Tapi Pada Akhirnya Clarita Hanya Bisa Pasrah Ketika Ryan Bangkit Dan Ingin Pergi Untuk Membawa Kakaknya Kembali Dan Saat Itu Clarita Langsung Memeluk Ryan Yang Kemungkinan Akan Menjadi Pelukan Terakhirnya.
"Aku Sangat Mencintaimu!!"
Air Mata Clarita Semakin Deras Dan Berjatuhan. Ia Tak Yakin Bahwa Ryan Akan Kembali Dengan Selamat.
Sampai Selanjutnya, Ryan Benar² Pergi Dan Membuka Pintu Untuk Pergi.
Awalnya Clarita Menganggap Ryan Akan Pergi Dan Menghilang Tapi Bukannya Ryan Pergi Dari Sana, Clarita Malah Melihat Ryan Yang Terdiam Didepan Pintu Sambil Melihat Keluar.
Kenapa Ryan Tidak Pergi? Ada Apa Disana?
Clarita Yang Melihat Ryan Terdiam Langsung Penasaran Dan Pergi Menghampiri Ryan.
Sampai Akhirnya Clarita Mendapat Pandangan Yang Benar-Benar Mengejutkan.
Deg Deg
Ternyata,Setelah Menghampiri Ryan,Clarita Langsung Melihat 3 Orang Pria Yang Tidak Dikenal Berdiri Didepan Clarita Dan Ryan,3 Pria Tersebut Terlihat Sangat Pucat Yang Membuat Ryan Otomatis Menyuruh Clarita Berlindung Dibelakangnya Agar Tak Mengincar Clarita.
Mereka Bukanlah Manusia, Karena Kulitnya Terlihat Sangat Pucat Dan Bermata Merah.
"Baru Mau Pergi??"Tanyanya Dingin,Keringat Clarita Sudah Bercucuran Dengan Deras.
Apakah Mereka Akan Selamat??
Mereka Tak Menyangka Bahwa Para Vampir Itu Mucul Pada Siang Hari.Kenapa Mereka Bisa Muncul Pada Siang Hari?Bukankah Jika Kulitnya Terpapar Sinar Matahari Akan Terbakar!!
Bahkan Ryan Tidak Sempat Pergi Dari Sana.
Tenang Saja Semuanya Akan Baik² Saja.