A Vampire's Love

A Vampire's Love
Capter 45: Clarita kabur!!!




Mereka pulang setelah kembali dari tempat ayahnya. Nathaniel, Jovian, Jevon dan Audrey pulang dengan wajah kemenangan karena merasa telah membuat semuanya bungkam.


Tentu saja, Nathaniel sudah bilang jika tak akan ada yang bisa mengalahkannya. Bahkan kakaknya sendiri sekali pun. Meskipun dia mengadu pada ayahnya, meskipun dia mencoba merayu ayahnya, tapi itu sama sekali tak akan membuat Nathaniel jatuh.


Damien mau merebut kekuasaannya? Silahkan saja kalau dia bisa.


Pria itu berjalan dengan angkuh bersama ketiga adiknya di sana disambut beberapa vampire di sana. Wajahnya terlihat puas saat mereka kini melangkah menuju ruangan tempat dimana Nathaniel dan adik adiknya berkumpul.


Di sana, Nathaniel melihat ruangan itu sudah terhidang beberapa makanan yang terlihat begitu menggiurkan. Oh tentu itu bukan untuk mereka, itu untuk Clarita. Pasti dia belum makan kan?


Bukan Nathaniel mencoba baik padanya, tapi dia memang harus melakukan itu. Ya gadis itu manusia, bukankah dia harus makan? Lagi pula, anggap saja ini sebagai rasa bahagianya karena sudah membuat Damien kalah telak. Ya biarlah dia membagi sedikit kebahagiaannya dengan gadis itu.


"Panggil Clarita kesini." Nathaniel menyuruh salah satu vampire yang berada di sana untuk memanggilkan Clarita kesini.


Dan tentu saja vampire itu langsung menuju tempat Clarita berada.


Sementara di sana, senyumnya masih terukir, bukan hanya Nathaniel, tapi juga adik adiknya.


Mereka mengobrol dan membicarakan kejadian tadi Sementara mereka menunggu Clarita untuk datang. Mereka sampai lupa jika mereka sudah cukup lama menunggu Clarita. Tapi.. bahkan tak ada tanda-tanda jika gadis itu datang.


Dan saat Nathaniel menoleh ke arah pintu pun, alih alih mendapati Clarita, Nathaniel malah mendapati vampire wanita yang tadi dia suruh yang berada di sana. Tanpa Clarita, hanya dia yang kembali.


Mana Clarita? Kenapa dia kembali tanpa gadis itu?


"Tuan." Ujarnya begitu sampai di hadapan Nathaniel. Pria itu menatapnya karena ekspresinya terlihat aneh dan kebingungan.


"Mana Clarita?" Tanya Nathaniel padanya.


"Eum maaf." Pria itu menunggu wanita itu melanjutkan.


"Nona Clarita tidak ada di kamarnya."


Deg


Detik itu juga, Nathaniel terdiam. Bukan hanya pria itu, tapi ketiga adiknya juga.


Sampai detik berikutnya, Nathaniel otomatis berdiri dari duduknya dan berjalan menuju kamar Clarita diikuti ketiga adiknya yang juga ingin memastikan.


Apa katanya? Clarita tak ada? Jangan bercanda, apa mungkin dia ada di ruangan lain? Atau jangan-jangan.. dia berusaha kabur lagi? Sial, Nathaniel lengah soal ini.


Pria itu berjalan cepat dengan amarah yang mulai menguasainya. Kemana? Kemana Clarita? Kenapa dia bisa tak ada? Kalau dia kabur, bukankah di seluruh tempat ini sudah dijaga? Tak mungkin Clarita dengan mudahnya bisa kabur dari sini kan? Kenapa dia bisa lengah?


Sampai beberapa menit berjalan, Nathaniel tiba di kamar Clarita. Dan setelah itu, dia bahkan langsung membuka pintunya begitu saja.


Dan.. semuanya hening.


Pandangan itu menatap ke seluruh penjuru kamar. Semua sudut dia lihat dan tetap saja Nathaniel tak menemukan gadis itu di manapun. Ya, Clarita memang tak ada. Wanita itu benar, kamar Clarita kosong.


Shit!


Gadis itu kabur lagi??


Amarahnya benar-benar sudah menguasainya. Nathaniel bahkan mengepalkan tangannya saat ketiga adiknya masuk memastikan ruangan itu benar-benar kosong.


Tapi hasilnya nihil. Clarita memang tak ada di sana. Dia pergi.


Sial!


Nathaniel memukul pintu kamar itu sebelum dia keluar dari sana berniat menyuruh orang-orang nya mencari Clarita.


Tidak, Nathaniel tak boleh kehilangan gadis itu. Dia sudah cukup bersabar untuk menemukan gadisnya. Sekarang apa? Sekarang dia kabur? Jangan membuat kesabarannya habis.


"Tuan? Apa ada masalah?" Di sana, tiga vampire menghampiri Nathaniel di saat mereka melihat pemimpinnya berjalan dengan ekspresi yang begitu menakutkan. Tentu saja, pria itu tengah menahan amarahnya.


"Ada yang bisa kami bantu?"


"Gadisku hilang." Ketiganya terlihat terkejut setelah mendengar itu. Hilang? Bagaimana bisa?


"Aku mau kalian mencarinya. Panggil semua teman-teman kalian untuk mencari gadisku. Kemanapun, dimanapun. Cari dia sampai dapat."