
Jika biasanya jalanan benar-benar terlihat sepi, kini dia malah melihat beberapa vampire yang tiba-tiba datang berjalan ke arah sekitar rumahnya.
Bukan beberapa, bahkan mungkin ada puluhan.
Hey, ada apa ini? Bukankah biasanya mereka tak pernah datang?
Apa mereka akan menuju rumahnya?
Awalnya Clarita pikir vampire itu tak berjalan menuju rumahnya, tapi sepertinya dia salah karena dia melihat makhluk itu berpencar dan menuju rumah lain. Sementara tiga yang lainnya berjalan menuju rumahnya.
Sial, kenapa mereka datang?
"Bu, kenapa mereka datang?"
Ibunya yang tadi sibuk dengan urusannya di sana, mendadak terkejut saat Clarita mengatakan itu.
Apa maksud Clarita? Sampai selanjutnya dia tahu apa yang Clarita bicarakan setelah melihat ke luar.
Ibunya terkejut karena ada tiga pria berkulit pucat yang kini berada di depan rumahnya.
"Clarita, masuk ke dalam." Ujarnya sampai setelah itu, Clarita melihat ibunya yang mengambil sebotol air suci yang ia siapkan lalu memakai kalung salibnya sambil membaca beberapa doa.
Hey apa yang ibunya lakukan? Tidak, itu sama sekali tak membantu.
Clarita tak akan masuk ke dalam tentu saja, dan bukannya menuruti perkataan ibunya, dia lebih memilih membuka laci meja dan mengambil senjata milik ayahnya di sana.
"Clarita masuk!"
"Tidak bu, aku tak akan-
BRAK
Ucapannya terhenti saat tiba-tiba pintu yang tadinya tertutup kini benar-benar terbuka setelah vampire itu menendangnya.
Dan di sana, Clarita melihat tiga vampire yang berdiri di sana membuat Clarita otomatis mengarahkan senjatanya pada mereka dan melindungi ibunya.
"Pergi dari sini!"
Vampire itu menyeringai.
"Oh tenang saja, letakkan senjatamu, kami datang dengan baik."
Dengan baik? Apa mereka lupa jika mereka baru saja menendang pintu rumahnya?
"Kami hanya ingin mengundang kalian." Clarita masih tak mau menurunkan senjatanya.
Selanjutnya si vampire kembali tersenyum menyeringai.
Selanjutnya si vampire kembali tersenyum menyeringai.
Awalnya Nathaniel berpikir jika hal yang ayahnya perintahkan padanya adalah hal konyol yang mungkin pernah dia dengar. Dan tadinya, dia bahkan berencana untuk tak pernah melakukan hal itu apapun yang terjadi.
Nathaniel benci manusia. Apapun yang terjadi, sebisa mungkin dia tak pernah mau berurusan dengan makhluk tak berguna itu jika selain untuk urusan 'kebutuhan'nya.
Ya, Nathaniel tak pernah menganggap manusia-manusia itu sesuatu yang penting selain dari 'makanan'nya dan budak yang bisa dia tindas. Mereka lemah, dan tak ada apa-apanya.
Tapi setelah mendengar semuanya dari adiknya Audrey, dia malah berubah pikiran.
"Keturunan vampire dan manusia tak bisa dikalahkan."
Tapi setelah mendengar semuanya dari adiknya Audrey, dia malah berubah pikiran.
"Kau tahu? Sinar matahari tak mampu membakar kulitnya dan mereka tak akan bisa dilenyapkan apapun caranya."
"Dia punya keistimewaan dari keduanya."
Saat itu Nathaniel mulai memikirkan hal tadi. Mungkin dia juga punya kemampuan itu, tapi dia sadar jika mungkin suatu saat nanti dia juga butuh pengganti untuk meneruskan kepemimpinannya. Entah di kota ini atau mungkin di dunia. Dan alasan Nathaniel mempertimbangkan hal itu juga adalah karena dia tak mau jika semua yang sudah ia dapat malah direbut oleh kakaknya.
Ya, siapa lagi kalau bukan Damien? Nathaniel tentu tak akan membiarkan hal itu terjadi.
Dan dia yakin jika ayahnya menyuruhnya melakukan hal itu adalah bukan tanpa alasan. Ayahnya tahu apa yang terbaik untuk Nathaniel dan 'kaum'nya.
Dan mungkin hal ini juga yang membuat pria itu kini memutuskan untuk mulai mencari.
Audrey memberitahunya jika suatu saat nanti akan ada perempuan yang bisa melahirkan bayinya. Karena tak seperti apa yang dia pikir, mencari manusia yang bisa melahirkan keturunnannya adalah hal sulit. Satu dari seratus perempuan mungkin perbandingannya.
Dan dia harus mencari perempuan 'kuat' yang bisa melahirkan keturunannya.
Audrey bilang, hal itu tak mudah dan perlu banyak perempuan yang harus Nathaniel 'coba' sampai bayi itu bisa tumbuh.
Dan sekarang saatnya, dia sudah memerintahkan semua 'pasukan'nya untuk 'mengundang' semua perempuan yang ada di kota untuk dia ambil.
Tentu saja perempuan yang memenuhi syarat sebagai kriteria pria itu.
Oh tentu dia juga punya standar untuk perempuan yang akan dia 'coba'. Kalian pikir Nathaniel mau meniduri wanita manapun begitu saja???