A Vampire's Love

A Vampire's Love
Capter 34: Berpelukan



"Oh shit!"


Brak!


Ya kakinya terbentur lantai cukup keras.


"Ah!"


Sial, tadinya Clarita berusaha agar tak ada yang mendengarnya tapi semua itu sia-sia karena dia yang terjatuh.


Oh pasti ada yang mendengarnya.


Dia ingin bangkit tapi niatnya harus terhenti saat Clarita menyadari jika kakinya ternyata mengeluarkan darah.


Oh Tuhan, kenapa nasibnya sesial ini?


Tidak, dia tak boleh berdarah, mungkin vampire di sini bisa mencium bau darahnya. Clarita harus membersihkannya.


Gadis itu mengelap darah yang muncul dari kakinya dengan gaun yang dia pakai.


"Ayolah, kumohon." Clarita masih mencoba membersihkannya karena darah itu masih saja muncul meskipun beberapa kali dia bersihkan.


Tapi saat Clarita berpikir jika mungkin tak akan ada yang memergokinya di sana, Clarita tak sadar jika kini satu vampire tengah mendekat ke arahnya karena bau darah yang berasal dari Clarita.


Clarita masih berjongkok di sana dan dia bahkan kini menyadari jika ada seseorang yang berdiri di dekatnya.


Oh siapa itu? Clarita melihat sepasang sepatu yang berdiri di hadapannya. Jangan bilang kalau itu.. vampire?


Perlahan, Clarita mendongakkan kepalanya untuk mencari tahu siapa seseorang yang berdiri di sana.


Sampai...


Oh sial.


"Ada manusia di sini rupanya."


Shit!


Oh Tuhan, dia hanya ingin makan, tapi kenapa Clarita yang malah jadi makanan? Tidak, Clarita pergi dari sini. Dia tak akan membiarkan vampire itu memakannya.


Setelah itu, Clarita yang masih berjongkok di sana otomatis berdiri dan langsung berlari begitu saja.


Oh tapi, niatnya yang semula dia pikir akan berjalan mulus, harus hancur saat vampire itu menahan lengannya. Sial!


"Mau kemana huh? Aku ingin mencicipi darahmu sedikit."


"Lepas!" Clarita tentu memberontak. Dia mencoba melepaskan tangannya berkal-kali. Tidak, tentu aja Clarita tak akan membiarkan vampire itu memakannya. Clarita harus pergi dari sini.


"Lepaskan aku!"


Berkal-kali dia memberontak, Clarita masih mempertahankan dirinya. Tapi dia bahkan tak sadar dengan apa yang dia lakukan.


Oh jangan macam-macam dengannya. Clarita tak takut. Jangan coba coba mengganggunya.


"Shit!"


Dia memang lemas, tapi tenaganya masih cukup untuk melawan. Sampai kini dia berlari menjauh.


"Gadis sialan! Kemari kau!" Tak berhenti sampai situ, vampire itu ternyata mengejarnya.


Oh Tuhan, untung Clarita sempat menendangnya tadi, kalau tidak mungkin dia sudah tertangkap.


"Kemari kau!"


Clarita berbelok ke beberapa lorong dan sesekali melihat ke arah belakang untuk melihat vampire tadi.


Tapi kalian tahu? Bukannya berhenti mengejar Clarita, vampire itu justru semakin banyak. Kini teman-temannya juga ikut mengejar. Ah sial, harus lari kemana dia?


Clarita benar-benar lelah. Siapapun, tolong, dia benar-benar tak kuat.


Sekali lagi dia menatap ke belakang untuk memastikan mereka masih mengejarnya atau tidak, sampai selanjutnya, langkah Clarita tiba-tiba terhenti saat dia tak sengaja menabrak seseorang yang entah dari kapan berdiri di depannya.


"Shit!"


Tubuhnya jatuh menabrak dada seseorang itu begitu saja. Dan Clarita bahkan jatuh ke pelukan seseorang yang tak ia ketahui itu.


Anehnya, entah kenapa, setelah itu Clarita malah berlindung di dada seseorang yang dia yakin adalah seorang pria itu. Dia melakukannya untuk berlindung dari vampire yang mengejarnya.


Clarita mungkin menyangka setelah ini para vampire itu akan mencoba mengejarnya kembali. Tapi sampai beberapa detik, dia bahkan tak merasakan vampire vampire itu mengejarnya.


Tidak, semuanya hening.


Huh? Mereka kemana? Apa mereka sudah pergi?


Clarita sedikit mengintip untuk melihat vampire vampire itu. Bahkan dia tak sadar jika dia masih memeluk pria di depannya.


Dan kini, perlahan pandangannya mengarah ke belakang, pada vampire yang tadi mengejarnya. Tak ada suara apapun, di sana benar-benar hening.


Hening? Ya Clarita melihat mereka bahkan hanya berdiri di sana, terdiam dengan tatapan takut.


Huh? Mereka kenapa? Kenapa mereka tak menyerang Clarita lagi? Dan.. memangnya siapa yang mereka lihat?


Oh ya dia lupa, Clarita juga lupa tentang seseorang yang masih dia peluk saat ini. Siapa yang dia peluk? Tunggu, apa jangan jangan.. mereka semua terdiam karena pria di depannya ini? Pria yang dia peluk?


Memangnya siapa? Siapa pria yang tiba-tiba datang itu?


Perlahan, gadis itu mengarahkan pandangannya dan mendongak untuk mencari tahu siapa pria itu.


Sampai.. dia membelalakkan matanya terkejut saat tahu siapa yang berdiri di sana.


Itu.. pantas para vampire itu terdiam ketakutan. Pantas mereka berhenti mengejar Clarita. Pria itu.. ya itu pemimpin mereka.