A Vampire's Love

A Vampire's Love
Capter 48: Tertangkap lagi



Dia terdiam setelah mendengar itu. Ya, benar. Bagaimana jika mereka masih mengejarnya dan mencarinya? Bagaimana jika mereka tak menyerah dan masih menginginkan Clarita untuk kembali?


Clarita tak memikirkan itu, tapi bisa saja kan itu terjadi?


"Mereka sangat kejam Clarita. Mereka tak punya perasan. Ibu sangat takut kalau kau-


"Bu."


Clarita menghentikan ucapan ibunya dan kini gadis itu menggenggam tangan wanita paruh baya itu seperti menenangkannya.


Dia menenangkan ibunya bukan berarti hatinya juga tenang. Tapi Clarita hanya tak mau melihat ibunya mengkhawatirkannya begitu besar. Clarita juga takut, tapi dia tak mau menyerah begitu saja.


"Aku tak mau kembali ke sana. Aku akan berusaha agar mereka tak akan menangkapku lagi."


Gadis itu masih berusaha menenangkan ibunya meskipun dia sendiri tak yakin dengan apa yang dia katakan. Tapi setidaknya, ibunya mungkin sedikit tenang setelah itu. Ya setidaknya untuk saat ini.


Tangan mereka masih bertaut, masih tak ada yang berbicara setelah itu karena mereka lebih memilih menggenggam satu sama lain.


Tapi.. di tengah keheningan ruang tengah yang sedikit berantakan itu, Clarita yang masih mengusap tangan ibunya tiba-tiba saja terkejut dan menengok saat pendengarannya tak sengaja menangkap suara seseorang yang berteriak dari luar rumah.


Bukan cuma Clarita, tapi ibunya juga.


"Ahhhh! jangan!!"


Mereka benar-benar terkejut setelah mendengar itu. Khususnya Clarita yang langsung berdiri dan menghampiri jendela untuk melihat ada apa di luar sana.


Ada apa?


Sampai setelah itu, pandangannya terbelalak saat di sana, dia mendapati begitu banyak vampire yang berada di sekitar rumahnya. Dan kalian tahu apa yang lebih mengejutkan? Clarita melihat mereka menyeret paksa beberapa orang dari rumahnya sendiri lalu mengobrak abrik rumah orang-orang itu.


Mereka.. apa yang mereka lakukan?


"Clarita ada ap-


Ibunya bahkan menghentikan ucapannya sendiri setelah melihat apa yang terjadi di luar sana. Di sana, mereka semakin menggila dan benar-benar kasar pada orang-orang itu.


"Aku tak tahu dimana Clarita! Tolong jangan sakiti aku!


Deg


Ya Clarita mendengar itu. Dan dia benar-benar terdiam saat itu juga. Apa? Mereka.. mereka mencarinya? Bahkan mereka memeriksa seluruh rumah dan mengancam orang-orang itu hanya karena mencarinya?


bagaimana ini?


"Clarita sembunyi! Cepat!"


"Bu-


"Clarita cepat sebelum mereka datang!"


Gadis itu tak punya pilihan selain berlari menuruti ucapan ibunya untuk bersembunyi. Dia tak memikirkan apapun selain menyelamatkan diri. Clarita benar-benar takut.


Dia kini menangis dan bersembunyi dibalik lemari sambil berharap jika mereka pergi dan tak menyakiti ibunya. Dia bahkan bisa mendengar suara pintu yang didobrak begitu saja setelah itu dengan suara ibunya yang terdengar.


BRAK


"Apa yang kalian lakukan!"


Clarita bisa melihat ibunya dari celah lemari yang menjadi tempat dia bersembunyi.


"Mana Clarita!"


Di sana, Clarita melihat ada 4 pria yang tiba-tiba masuk lalu mengobrak abrik rumahnya. Clarita juga melihat ibunya yang memohon agar mereka semua pergi dari sini.


"Clarita tak ada disini! Pergi!"


Clarita benar-benar ingin menangis melihat ibunya yang memohon. Mereka sama sekali tak berhenti, bahkan mereka mulai memeriksa sudut rumahnya dan menghancurkan semuanya.


Dan Clarita masih di sana bersembunyi agar mereka tak menemukannya.


"Tao, aku menemukan ini." Clarita kembali mengintip dari sana, dan dia melihat jika vampire itu ternyata menemukan foto Clarita bersama keluarganya. Oh sial.


"Oh jadi dia putrimu?"


"Tidak,dia tak ada di sini!"


"DIMANA DIA!"


"Dia tak ada-


Kalian tahu hal selanjutnya yang membuat Clarita membelalakkan matanya saat ini juga? Clarita melihat ibunya menghentikan ucapannya saat salah satu vampire itu mencekik ibunya membuat wanita itu kesakitan.


Oh Tuhan, tidak.


"DIMANA PUTRIMU!!!!"


Ya Tuhan, apa yang harus dia lakukan? Bagaimana jika mereka membunuh ibunya? Dan bagaimana bisa Clarita berada di sini saat ibunya bahkan menghadapi vampire vampire itu sendirian?


Ibunya bahkan menahan sakitnya di sana. Kenapa dia tega meninggalkan ibunya sendirian?


"KATAKAN ATAU AKU AKAN MEMBUNUHMU!"


Tidak, ini tak bisa dibiarkan, Clarita harus menghentikan ini. Kenapa dia tak memikirkan ibunya? Kenapa dia malah bersembunyi saat ibunya bahkan ketakutan di sana? Clarita tak punya pilihan selain menghentikan mereka.


Oh Tuhan, kenapa ini semua terjadi padanya?


Dan detik itu juga Clarita berdiri dari sana sampai akhirnya membuat mereka berhenti setelah mendengar teriakan dari belakang.


"HENTIKAN! HENTIKAN KUMOHON!"


Sampai selanjutnya, mereka semua menatap ke arah Clarita dan vampire yang mencekik ibunya pun melepaskan wanita itu sampai terjatuh ke lantai.


"Kumohon.. jangan sakit ibuku." Clarita benar-benar menangis di sana. Gara-gara dirinya, semua berantakan. Bahkan dia mengorbankan orang-orang tak bersalah serta ibunya karena mereka yang mencarinya.


"Hentikan semuanya, jangan mengganggu ibuku atau siapapun.."


"Oh maaf, tapi kami tak akan berhenti, kecuali kau ikut dengan kami."


Deg


Ya karena satu-satunya orang yang mereka cari adalah dirinya. Dan mereka akan pergi setelah Clarita berhasil ikut dengan mereka.


"Clarita.."


Tapi apa yang harus dia lakukan selain ikut dengan mereka? Clarita tak bisa melawan vampire yang begitu banyak di sini. Mereka bahkan ada di luar sementara Clarita hanya sendirian.


Kini gadis itu menatap ibunya yang juga menangis. Tidak, dia tak punya pilihan lain.


"Mau ikut dengan kami? Atau ibumu akan mati?"


Oh tidak, Clarita tak mungkin memilih opsi yang kedua. Dia tak akan mungkin membiarkan ibunya dibunuh begitu saja oleh vampire itu.apa yang harus dia lakukan?


"Oh baiklah jika kau ingin ibumu ma-


"BAIKLAH!!!!!"


Vampire itu selanjutnya menyeringai dan menghentikan ucapannya saat gadis itu sudah memutuskan pilihannya. Ya seperti biasa, manusia memang lemah.


"Aku ikut! Ya aku ikut bersama kalian, tapi lepaskan ibuku! Jangan ganggu dia!"


Lagi, pria itu menyeringai. Akhirnya gadis itu menyerah.


"Tentu saja, dengan senang hati."


Sampai selanjutnya, pria itu memberi kode pada temannya yang lain untuk menggiring Clarita menuju tempat dimana seharusnya dia berada.


Ada dua vampire kini berada di sisi kanan dan kirinya lalu menggiring Clarita untuk keluar dari rumahnya. Namun sebelum itu, Clarita menghentikan langkahnya dan menatap ibunya sebentar.


"Bu, jangan khawatir aku akan baik-baik saja."


"Clarita.."


"Jangan khawatir bu, hiduplah dengan ba-


Ucapan Clarita terhenti saat vampire itu kembali menariknya untuk pergi.


"Hiduplah dengan baik bu! Aku menyayangimu!"


Sampai putrinya benar-benar tak terlihat setelah mereka menutup pintu rumahnya meninggalkan wanita itu yang kini menangis.


Untuk kedua kalinya.. Dia kehilangan putrinya. Dan untuk kedua kalinya, dia menangis melihat putrinya yang dibawa paksa begitu saja.


Oh Tuhan, kenapa semua ini terjadi pada mereka?


:


:


:


:


:


:


:Halo gyus author punya pengumuman nih,jangan lupa mampir kekarya author yang baru namanya


- Become the wife of 3 vampires



Sinopsis:


Nenekku berkata, bahwa saat besar nanti aku akan menjadi nyonya besar,aku akan hidup bahagia


seseorang akan mengulurkan tangannya dan menyelamatkan ku dari keterpurukan


seorang pangeran akan menikahi ku dan kami akan hidup bahagia


Sungguh cerita yang kekanak kanakan dan terdengar sangat indah


Mungkinkah cerita itu akan terjadi


Apakah aku akan menikah dan bisa menjadi nyonya besar??


Namun siapa sangka bahwa aku tidak menikahi seorang pria, melainkan 3 pria bangsawan.


Mereka bukan pangeran yang aku bayangkan, karena mereka memiliki sifat kasar,temperamental dan sangat menakutkan.


Terlebih lagi mereka bukan manusia,melainkan iblis penghisap darah.


Takdir hidup yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya.


Apakah ini takdirku?? Kang seulgi, kuharap jalan takdirmu menemukan titik terang-nya


Jangan lupa


~Like


~Favorit


~Beri bintang 5


Kalo Kalian Suka ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š