A Vampire's Love

A Vampire's Love
Capter 17: Sakura



Sungguh, dia benar-benar malas melakukan semua ini. Kalau bukan karena ayahnya dan masa depannya, Nathaniel tentu tak akan melakukan ini.


"Oh bagaimana dengan gadis berani tadi siang?" Ujar Audrey menyarankan membuat Nathaniel seketika menatap adiknya. Dia jadi teringat kejadian siang tadi saat salah satu gadis dengan lancangnya menghentikan pembicaraannya di depan. Gadis yang seenak jidatnya berteriak padanya.


Dia membawanya tentu saja, tapi Nathaniel sama sekali tak tertarik untuk meniduri gadis itu. Dia hanya ingin memperlihatkan padanya bahwa semua perbuatannya itu benar-benar salah dan dia tentu tak akan bisa lepas setelah berurusan dengannya.


Bahkan Nathaniel berencana menyingkirkan gadis itu setelah dia merasakan semua kekejamannya. Sungguh, berurusan dengannya adalah hal yang paling buruk dibandingkan apapun.


"Aku akan membunuh gadis itu secepatnya."


"Huh? Kenapa?" Tanya Audrey kaget.


"Kau pikir aku akan menidurinya setelah dia lancang padaku?"


"Aku akan memberitahunya jika berurusan denganku adalah hal yang salah." Ujarnya lagi.


"Kenapa? Menurutku kau harus mencobanya. Siapa tahu dia orangnya."


"Lagi pula dia cukup cantik."


"Cantik? Aku bisa menemukan seribu wanita yang lebih cantik darinya."


Oh sayang, sepertinya Nathaniel benar-benar benci pada gadis itu. Wajar sih memang, gadis itu juga yang mencari masalah pada Nathaniel. Wajar jika kakaknya itu marah. Audrey tahu sifat Nathaniel seperti apa.


Dan ingat, dia tak pernah memandang siapapun jika seseorang itu sudah lancang padanya.


Bahkan orang terdekat sekalipun,Nathaniel bisa menyingkirkan siapa saja.



BRAK BRAK BRAK


"LEPASKAN KAMI VAMPIRE SIALAN!!!!"


Gadis itu tak berhenti meskipun usahanya itu sama sekali tak digubris. Meskipun tak ada satu pun yang mendengarnya. Percuma, sampai suaranya habis pun mereka tetap akan di sini.


Seberapa keras pun gadis itu berteriak. Makhluk menyebalkan itu tak akan pernah melepaskan mereka.


"Apa kita akan mati di sini Clarita?" Sakura bertanya meskipun gadis yang dipanggil Clarita itupun tak yakin jika mereka bisa bebas dari sini.


Tapi bukankah lebih baik berusaha terlebih dahulu? Urusan mereka membebaskannya atau tidak, itu hal selanjutnya.


"Kita tak akan mati Sakura." Ujar Clarita mencoba meyakinkan temannya dan beberapa gadis lain yang berada di ruangan ini.


Oh ya, asal kalian tahu, mereka disekap. Mereka ditempatkan seperti tahanan di sini. Dan ini memang tahanan. Buktinya, mereka di kurung di sebuah sel dengan beberapa ruang yang ditempati ratusan gadis di sel lainnya.


"Tapi bagaimana kita bisa keluar? Mereka ada di sana dan mereka mengincar kita Clarita aku takut." Dan Sakura pada akhirnya menangis. Clarita sebenarnya kesal jika melihat seseorang berada di posisi lemah.


Tidak, mereka tak boleh lemah. Mereka tak bisa diam saja dan menerima nasib begitu saja.


Ya mungkin akan sulit, tapi dia harus mencoba.


"Kita akan cari cara untuk keluar."


Tapi sebenarnya Clarita juga tak tahu. Dia sedang berpikir bagaimana cara keluar dari sini. Dan otaknya pun tak bisa berpikir. Sakura memang benar, dia sendiri tak tahu harus melakukan apa.


Kini nasib mereka seperti diambang batas. Kalau mereka terus berada di sini, mungkin pada akhirnya makhluk-makhluk itu akan membunuhnya.


Semuanya begitu sulit dan menakutkan.


Tapi.. sebenarnya keberadaan mereka di sini masih bukan apa-apa. Bahkan semuanya begitu mendebarkan saat Clarita kini mendengar suara langkah kaki yang terdengar menghampiri mereka. Sampai dia mendapati satu vampire yang datang dengan tatapan matanya yang merah dan kulitnya yang pucat.


"Oh shit." Clarita bergumam sambil memundurkan tubuhnya dari sel.


Lihatlah, vampire itu menatap tajam ke arah Mereka.


Sampai hal yang semakin membuat Clarita panik adalah saat vampire itu kemudian membuka pintu sel yang ditempati Clarita bersama Sakura dan beberapa perempuan lain.


Tentu saja semuanya takut. Tak terkecuali Clarita yang terlihat waspada.


Gadis itu berjaga jika saja vampire itu menyerang atau mengambil salah satu diantara mereka.


Tapi hal selanjutnya yang membuat Clarita terkejut adalah saat vampire itu masuk ke dalam sel mereka.


Sakura semakin menangis dan berlindung di belakang Clarita bersama 4 gadis lain.


"Mau apa kau huh?" Vampire itu tak menjawab dan dia malah semakin mendekat.


"Aku akan memukulmu kalau kau macam-macam!"


Tidak, makhluk itu sama sekali tak mendengarkan Seulgi dan semakin mendekat.


Tapi sampai beberapa langkah, Clarita begitu terkejut saat tubuhnya tiba-tiba dihempaskan begitu saja ke samping membuat semuanya terkejut dan Clarita yang meringis kesakitan.


Shit!


Tidak, dia tak mau membawa Clarita tapi vampire itu malah membawa Sakura.