A Vampire's Love

A Vampire's Love
Capter 26: Ryan



"Kau hanya perlu melakukannya seperti kau melakukan itu pada perempuan lain."


"Kalau kau memang benar-benar tak mau, kau hanya perlu mengontrol pikirannya lalu menidurinya. Selesai."


Ya benar, bukankah Nathaniel sudah biasa 'menikmati' perempuan?


"Lagi pula ini tugasmu dan setelah semuanya selesai, gadis itu bisa kau bunuh seperti apa yang kau mau."


Di sana, Nathaniel mulai berpikir. Dia benar-benar benci gadis itu tapi dia butuh keturunan. Ini salah satu tugasnya menjadi pemimpin dan itu juga perintah langsung dari ayahnya. Apa yang harus dia lakukan? Tak bisakah dia mencari perempuan lain selain gadis itu?


Oh apa jadinya jika Nathaniel malah menidurinya? Dimana harga dirinya saat bahkan gadis itu selalu menantangnya?


Tapi bukankah Jovian benar? Bukankah dia hanya tinggal meniduri gadis itu saja? Dan setelah semuanya selesai, Nathaniel bisa melakukan apapun pada gadis itu sesukanya. Termasuk membunuh gadis itu. Ya dia hanya butuh bayinya saja kan?


"Aku tak bisa menjamin akan ada gadis lain yang berhasil mengandung anakmu." Audrey kembali berbicara memecah keheningan membuat Nathaniel kembali menatap gadis itu.


Oh sial. Haruskah dia melakukannya dengan gadis sialan itu? Kalau tidak, dia akan mengecewakan ayahnya tapi kalau dia melakukannya, Nathaniel harus mempertaruhkan harga dirinya.


Dia seorang pemimpin dan gadis itu bahkan menantangnya tanpa takut sedikitpun. Bukankah itu memalukan?


Sial, apa yang harus dia lakukan?


"Nathaniel, kau harus melakukannya. Ini kesempatan mu." Pria bermata tajam itu masih terdiam sementara adik adiknya menunggu jawaban dari pria itu.


Ya mungkin ini pilihan terakhirnya. Lagi pula tak akan lama kan? Dia tak perlu repot repot menikmati sesi bercinta itu kan? Nathaniel harus ingat siapa yang dia tiduri.


Baiklah, ini hanya untuk punya keturunan. Dia pemimpin dan dia harus melakukan apa yang ayahnya perintahkan.


Beberapa lama bergelut dengan pikirannya sendiri, Nathaniel yang masih duduk di sana kini menatap adik perempuannya. Dan hal itu otomatis membuat Jovian dan Jevon juga menunggu.


"Nathani-


"Baiklah, bawa gadis itu, aku akan melakukannya malam ini."



Dia masih menunggu nasibnya yang akan berakhir seperti apa. Setelah mencoba kabur dari sini, dia bahkan gagal sebelum bisa keluar. Dan dia mengakui jika hal itu sepertinya memang mustahil.


Ryan, yang tak sengaja dia temui pun belum juga membantunya. Clarita masih menunggu Ryan yang mungkin akan membawanya keluar dari sini. Kemana Ryan? Dia tak mau nasibnya berakhir seperti Sakura atau yang lainnya.


Pria itu berjanji akan menyelamatkannya dari sini tapi kemana? Kemana dia pergi? Ryan sama sekali belum muncul.


Clarita menempelkan tubuhnya di depan sel sambil memastikan jika Ryan mungkin berada di sana. Tapi tetap saja, tak ada yang datang. Hanya ada satu vampire yang masih berjaga sambil meminum segelas cairan kental di sana. Oh itu benar-benar menjijikan.


Kemana Ryan? Harus berapa lama dia menunggu pria itu?


Tapi lama meratapi nasibnya yang tak kunjung membaik, Clarita yang masih menatap ke arah luar tiba-tiba mendengar suara langkah kaki yang terdengar sangat jelas menghampiri vampire yang berjaga di sana.


Oh itu..


Kalian tahu? Kalian tahu siapa itu?


"Aku pinjam kunci sel gadis pengacau itu."


Ya semua vampire menjuluki Clarita gadis pengacau karena ulahnya yang kabur dan lancang melawan pemimpin mereka.


Sudah tak aneh jika gadis itu terkenal suka mengacau. Bahkan dari hari pertama dia bertemu pemimpin mereka.


"Untuk apa?"


"Ini perintah." Ya tentu pria itu berbohong. Ini sama sekali bukan perintah dan ini hanya usahanya untuk mengeluarkan kekasihnya dari sini.


"Baiklah."


"Kau tenang saja, aku akan berjaga di sini. Pergilah." Kalian tahu kan untuk apa dia mengusir vampire itu? Ya agar dia tak melihat apa yang akan pria itu lakukan.