
"Lihat ayah, dia tak menjalankan tugas yang kau berikan, dia bukan pemimpin yang baik."
Masih, Damien masih berusaha meyakinkan ayahnya untuk menghentikan Nathaniel menjadi pemimpin. Dia masih tak terima jika adiknya yang mendapat semua kekuasaan itu. Dia juga masih berambisi menghancurkan Nathaniel dengan terus merayu ayahnya dan mencari kesalahan Nathaniel agar kekuasaan adiknya itu dijatuhkan padanya.
Sebesar itukah keinginannya? Oh tentu, dia tak bisa kalah dari adiknya. Lihat, dia bahkan hanya menjadi pendamping ayahnya selama ini. Damien tak menikmati apa yang seharusnya dia punya seperti adiknya.
Maka dari itu, alasan utama dia selalu mencoba menjatuhkan Nathaniel di depan ayahnya adalah karena dia ingin semua yang adiknya miliki. Dan tentu, itu hanya bisa dia dapat jika ayahnya yang memerintahkan.
Damien tak mau tinggal diam saat seharusnya tugas itu diberikan padanya. Nathaniel tak pantas, dia yang pantas.
"Kenapa kau berkata seperti itu? Dari mana kau tahu?"
"Tentu saja aku tahu, dia tak melakukan perubahan apapun di kota itu." Ayahnya seketika berpikir mendengar itu. Dia tahu apa yang Nathaniel lakukan, tapi kenapa Damien malah bertolak belakang dengan fakta yang dia tahu?
"Benarkah? Tapi Nathaniel melakukan semua tugas yang sudah aku perintahkan." Dan di sana, Damien terdiam.
"Aku memerintahkannya untuk mengambil semua laki-laki di kota, dia melakukannya."
"Bekerja sama dengan petinggi-petinggi kota, dia juga sudah melakukannya. Apa yang tak dijalankan olehnya? Aku kira kerjanya cukup bagus." Dan Damien masih bungkam.
Oh dia salah membohongi ayahnya. Tentu saja, ayahnya tahu apa yang Nathaniel kerjakan. Dan dia sama sekali tak punya bukti jika Nathaniel tak menjalankan tugasnya. Ah sial.
"Tau apa kau tentang adikmu? Ya.. walaupun memang ada satu tugas dariku yang belum dia selesaikan."
Damien terdiam menunggu ayahnya melanjutkan. Dia cukup penasaran apa yang ayahnya perintahkan pada adiknya.
"Dia memang belum mencari manusia untuk membuat keturunan baru."
Deg
Huh? Tunggu, apa? Damien tak tahu soal itu. Keturunan? Ayahnya memerintahkan itu pada Nathaniel? Kapan? Kenapa dia tak tahu?
"Mungkin dia belum siap, dan mungkin belum saatnya."
Sungguh, dia sama sekali tak tahu soal itu. Jadi Nathaniel ditugaskan untuk itu? Apa dia sudah melakukannya?
"Dengar Damien, kau tak perlu memberitahuku tentang Nathaniel Dan kau tenang saja, kau juga akan mendapatkan kekuasaan setelah aku yakin kau bisa."
Oh tunggu, huh? apa? Hey apa ayahnya sedang meremehkannya sekarang? Apa dia menganggap jika Damien tak bisa apa-apa?
Apa ayahnya menganggap jika Nathaniel lebih baik darinya begitu? Oh tentu saja dia tak terima.
"Apa maksud ayah?"
"Ayah meremehkanku?"
"Tidak, bukan-
"Memangnya ayah yakin kalau Nathaniel akan melakukan tugasmu yang itu?"
Huh? Apa maksud Damien? Tentu saja, Nathaniel selalu menurut padanya.
"Ayah sangat tahu seberapa benci Nathaniel pada manusia. Apa ayah yakin dia akan melakukannya?"
Ayahnya terdiam mendengar Damien. Ya benar dia tahu kalau Nathaniel memang tak suka pada manusia. Tapi dia akan melakukan perintahnya kan? Nathaniel tak pernah membangkang.
"Bahkan dia tak peduli pada tugasmu yang itu"
Huh? Benarkah? Dari mana Damien tahu?
Dan tentu saja dia berbohong. Dia hanya mengarang cerita supaya ayahnya marah pada Nathaniel. Dan sepertinya kali ini berhasil, ayahnya terdiam meresapi perkataan Damien barusan.
"Ayah harus mempertimbangkan kembali jika Nathaniel bukanlah yang terbaik. Dia bahkan mengabaikan perintahmu."
Oh setelah ini kesempatannya merebut kekuasaan adiknya mungkin akan sedikit terbuka. Lihat saja ayahnya masih terlihat berpikir setelah Damien mengucapkan itu. Ya cepat atau lambat dia akan menghancurkan adiknya.
"Ayah mulai meragukan Nathaniel?" Damien menyeringai saat melihat ayahnya belum juga mengeluarkan suaranya. Ck lihat saja kepercayaan ayahnya pada Nathaniel setelah ini akan hilang. Tunggu saja.
"Ayah-
"Beritahu Nathaniel untuk menemuiku."