A Vampire's Love

A Vampire's Love
Capter 33: Kebingungan



"Aku sudah melakukannya tapi dia malah memukulku. Kemampuanku tak bekerja padanya."


Huh? Semuanya terkejut.


Apa maksudnya? Tidak, bukankah Nathaniel sudah biasa melakukan itu? Dan tak mungkin jika kemampuan itu tak bekerja. Lagi pula dia pernah melakukan hal itu juga pada gadis sebelumnya kan? Kenapa pada Clarita tak bisa? Sungguh ini aneh.


"Aku tak mungkin memaksanya agar mau tidur denganku kan?" Ya pasti gadis itu tak akan mau Dan dia pasti melawan.


Ketiga pria itu masih terlihat bertanya dengan keanehan itu. Mereka tak mengerti ada apa dengan gadis itu.


"Ini aneh."


"Apa yang harus kita lakukan?"


"Ya apa yang bisa kita lakukan?" Mereka mencoba berpikir cara lain yang mungkin bisa mereka lakukan untuk kakaknya. Tapi apa? Mereka tak tahu cara lain.


Tapi saat mereka begitu kebingungan tentang mencari cara lain, diantara mereka, Audrey adalah satu-satunya yang terdiam di sana. Ya dia sedang berpikir sekarang. Tentang kenapa gadis itu sulit ditaklukkan.


Mungkin dia berpikir semuanya akan mudah, tapi ternyata hal itu lebih sulit. Gadis itu terlalu berani, dia bahkan tak bisa dipengaruhi, sekalipun oleh Nathaniel.


"Dia terlalu berani." Ujar Audrey tiba-tiba yang membuat ketiga kakaknya menatap gadis itu.


"She has no fear."


Mereka masih meresapi kata demi kata yang Audrey ucapkan.


"Kau ingat kan saat dia bahkan berdiri memotong pembicaraanmu dan memakimu waktu itu sementara semua gadis ketakutan?"


Ya kejadian dimana Nathaniel bertemu gadis itu untuk pertama kali. Saat gadis itu seenaknya memotong pembicaraannya di depan semua orang dan menunjuknya sambil memakinya.


"Itu yang membuat kemampuanmu tak bekerja padanya. Dia sama sekali tak punya rasa takut. Bahkan padamu sekalipun."


Ya benar, saat semua gadis bahkan menangis saat berhadapan dengan Nathaniel, dia malah menatapnya tajam. Saat semua gadis menurut padanya, dia malah membangkang. Apa dia sama sekali tak takut padanya? Bahkan saat Nathaniel pernah mencoba membunuhnya. Kenapa dia tak takut jika Nathaniel akan menyakitinya?


"Memaksanya pun percuma. Dia akan semakin memberontak."


"Jika cara kasar bahkan tak membuatnya menurutimu, jalan satu-satunya adalah mendekatinya secara halus."


Huh? Apa maksudnya?


"Jika kau berpikir untuk memaksanya, kau harus menghilangkan pikiran itu karena sampai kapanpun dia tak akan pernah mau."


"Kau harus mengambil hatinya, sampai dia benar-benar ingin memberikan semuanya padamu."


Sial, apa lagi ini? Dia harus apa? Mengambil hatinya? Oh tidak mungkin, Nathaniel tak bisa.


"Buat dia mencintaimu. Dia akan menyerahkan semuanya padamu dengan senang hati."



Clarita melirik ke arah kanan dan kirinya setelah dia membuka pintu. Ya dia membuka pintu kamarnya dan mengintip memastikan tak ada seorangpun di luar.


Setelah pria tadi keluar dari kamarnya begitu saja, Clarita memutuskan untuk keluar. Tidak, dia tak berencana kabur. Dia hanya keluar karena dia lapar.


Oh tentu, Clarita manusia, dan dia lapar. Dia butuh makan.


Tapi apakah disini ada makanan untuknya? Mungkin Clarita hanya bisa menemukan darah karena di sini tak ada manusia selain dirinya.


Oh sungguh dia benar-benar lapar. Rasa laparnya lebih besar dari pada rasa takut jika dia mungkin saja bertemu vampire. Ah Clarita tak peduli, dia butuh makan.


Gadis itu kemudian keluar dari kamar dengan gaun yang masih dia pakai. Tapi kini Clarita memakai jas milik vampire yang dia tinggalkan untuk menutupi dada dan punggungnya yang terbuka. Salah siapa meninggalkan jas nya dan pergi begitu saja dari sana?


Dia berjalan mengendap menyusuri lorong untuk mencari sesuatu yang bisa dia makan. Dia berjalan pelan karena sepatu tingginya sedikit mengganggu. Oh sial, Clarita tak biasa memakai sepatu tinggi.


Beberapa lorong dia lewati, Clarita masih mengendap. Sesekali dia melirik ke arah kanan dan kirinya untuk memastikan bahwa di sana tak ada vampire. Tapi, beberapa menit dia berjalan, gadis itu tak sadar jika di sana ada beberapa anak tangga di depannya.


Dia berjalan begitu saja tanpa melihat sampai selanjutnya gadis itu benar-benar terkejut saat tubuhnya tiba-tiba terjatuh ke depan karena tersandung.