
Jevon mengetahui itu. Dia sedang bersama Audrey saat gadis itu tiba-tiba bertingkah aneh.
"Aku.. aku melihat kau bersama banyak perempuan." Dan pikirannya pun mulai ke arah sana.
Audrey melihat banyak perempuan di mimpinya dengan Nathaniel yang berada di tengah-tengah hamparan rumput hijau yang luas. Nathaniel tak melakukan apapun, dia hanya menatap mereka. Perempuan-perempuan itu juga diam dengan tatapan kosongnya menatap ke arah Nathaniel.
Tak terhitung berapa perempuan yang ada di sana. Yang jelas mereka manusia. Dan entah apa maksudnya, Nathaniel bahkan tak mengerti sampai dia memutuskan untuk mendekati salah satu perempuan dan menariknya mendekat. Dia berencana menggigit leher perempuan itu. Tapi, perempuan di sana sama sekali tak melawan dan hanya pasrah saat kakaknya benar-benar hampir membunuh mereka. Sampai entah apa, Nathaniel malah mengerutkan keningnya saat sesuatu tiba-tiba terjadi.
Kalian tahu? Tiba-tiba saja gadis di genggamannya menghilang perlahan bersama hembusan angin yang meniup.
Hey kenapa? Nathaniel semakin kebingungan saat di sana satu persatu di antara mereka menghilang. Dia melihatnya, dan tentu dia tak tahu apa yang terjadi.
Satu, dua, sampai semuanya benar-benar menghilang meninggalkan Nathaniel sendirian. Oh dia sungguh tak mengerti. Bahkan dia masih di sana bertanya pada dirinya sendiri.
Tapi, di tengah keheningan dirinya yang berdiri sendirian di sana, Nathaniel tiba-tiba saja kembali terkejut saat dia baru sadar akan satu hal.
Dia baru sadar jika sebenarnya.. tak semua gadis menghilang.
Oh ya, tunggu, dia melihat satu gadis yang berdiri membelakanginya di sana.
"Dia berdiri di sana membelakangimu."
Nathaniel belum bersuara, sama halnya dengan Jovian dan Jevon.
"Kau lalu menghampirinya perlahan untuk mencari tahu siapa gadis itu."
"Sampai kau menyadari jika dia adalah gadis yang benar-benar kau benci."
Deg
Ya Nathaniel yakin demi apapun yang ada di dunia ini jika dia melihat Clarita yang berada di sana. Dan apa kalian tahu hal yang membuat Audrey semakin yakin?
Setelah mereka bertemu, Audrey melihat Nathaniel yang mengelus pipi gadis itu sementara pandangan mereka masih bertemu.
Dan kalian tahu? Di sana, Nathaniel bisa merasakan perut Clarita yang membesar. Hey apa dia....
"Dia tengah mengandung. "
Oh ya lalu?
"Anakmu."
Deg
Untuk kedua kalinya, Nathaniel terkejut. Apa maksud mimpi itu? Kenapa Audrey tiba-tiba mendapatkan hal itu?
Nathaniel mungkin seharusnya senang saat dia mendapat kabar itu. Dia tak perlu lagi mencari perempuan yang bisa melahirkan anaknya susah payah.
Tapi.. kenapa? Kenapa harus gadis yang dia benci yang malah akan melahirkan keturunannya?
Oh tidak tidak, bisakah dia mencari perempuan lain? Nathaniel tak sudi tidur dengan gadis itu.
"Kita cari perempuan lain." Semua adiknya otomatis menatap Nathaniel. Tunggu, apa maksudnya? Hey mereka sudah mendapat jawaban kan? Kenapa Nathaniel malah ingin perempuan lain? Bukankah mereka tak harus susah payah mencari lagi?
Sebesar itukah Nathaniel membenci gadis itu?
"Kau sudah mendapatkannya di depan matamu." Pada akhirnya Jovian ikut berbicara karena merasa tak sepaham dengan Nathaniel.
"Lalu kenapa?"
"Kau mau membuang waktu mu hanya untuk mencari gadis lain?" Dan itu Jevon. Sepertinya Jevon lebih mengerti dibandingkan Nathaniel.
"Tidak, aku tak mau gadis itu."
Oh Tuhan, kenapa harus dipermasalahkan? Bukankah Nathaniel hanya tinggal menidurinya saja?