A Vampire's Love

A Vampire's Love
Capter 14: Pertemuan



Oh apa mereka pemimpinnya? Clarita melihat tiga pria berjubah hitam panjang yang terlihat berjalan berbaris ke arah podium.


Dan satu wanita berambut panjang dengan pakaian hitam serupa.


Waktu seolah melambat saat melihat mereka. Apa lagi melihat mereka berjalan di depan sana.


Dan oh jangan lupakan pria yang berjalan paling depan dengan aura mencekam itu. Apa dia pemimpinnya?


Siapa mereka?


Clarita masih bisa melihat dengan jelas saat kini mereka sudah berdiri di tengah menghadap ke depan. Tatapannya kini mengarah pada pria yang kini menatap tajam seluruh wanita disini. Pria dengan aura mencekam tadi.


Sampai akhirnya Clarita bisa mendengar suara pria itu berbicara.


"Selamat siang semuanya."


Suaranya terdengar jelas di tengah keheningan. Tanpa tahu malu dia masih bisa menyapa? Apa dia tak tahu semua perempuan di sini ketakutan?


Ucapan selamat siang itupun dibalas bungkukkan oleh para Vampire. Termasuk vampire di belakang Clarita.


Oh ya, mungkin dia memang pemimpinnya.


"Clarita, dia siapa?" Bisik Sakura di sampingnya membuat Cle kembali menatap pria di depan itu.


"Aku tidak tau!"


"Senang bertemu kalian. Biarkan aku memperkenalkan diri."


Clarita tak ingin tahu dia siapa. Dia lebih ingin maju ke depan lalu memukul makhluk sialan itu.


"Aku Nathaniel, yang memimpin di sini."


Setekita riuh semua gadis di sana pun terdengar.


Ada yang terkejut, ada juga yang berbisik setelah mendengar itu. Entah apa yang mereka bicarakan.


"Apa dia akan mengambil kita?" Sakura di sebelahnya kembali berbicara.


"Entahlah." Clarita memang tak tahu dan pandangannya masih saja pada vampire di depan itu.


Apa yang dia inginkan? Kenapa dia mengumpulkan semua wanita di sini.


"Kalian mungkin penasaran kenapa kalian dikumpulkan di sini." ujarnya masih dengan ekspresi serius.


Ya cepatlah katakan dan cepat pergi dari sini. Pikir Clarita.


"Aku hanya ingin menyapa."


Menyapa? Dengan menarik paksa seperti tadi?


Clarita masih menunggu semua perkataan vampire itu.


"Aku punya tugas untuk memimpin di sini."


"Tapi selain itu, aku juga punya tugas yang lebih penting."


Disana, semuanya masih mendengarkan pria itu, termasuk Clarita.


"Aku harus membuat keturunan untuk meneruskan kepemimpinanku."


Lagi-lagi seketika riuh. Apa katanya? Lalu apa? Lalu apa maksud pria itu mengumpulkan semua perempuan di sini?


Apa dia tadi mengatakan soal membuat keturunan? Jangan bilang kalau..


"Ya kalian benar, aku mencari perempuan yang bisa melahirkan bayiku."


DEG


Oh tidak, tidak bisa. Apa katanya? Seenak jidatnya dia mengatakan itu? Memangnya dia siapa? Dia seenaknya mengambil perempuan di kota ini begitu? Apa dia sudah gila?


"Aku tak bermaksud memaksa kalian dan aku pikir aku juga tidak bermaksud menculik kalian."


Apa? Tak bermaksud katanya? Lalu semua ini apa? Bukankah semua ini pemaksaan?


"Aku hanya ingin kalian melakukan itu karena aku yang memimpin di sini."


Omong kosong. Sungguh, ini tak bisa dibiarkan.


"Semuanya harus mengikuti apa yang aku kata-


"KAU PIKIR KAU SIAPA HUH?!"


OH tidak. Kalian pasti sudah menebak itu siapa.


Seketika semua orang di sana menatap ke arahnya yang baru saja berdiri dan berteriak di tengah-tengah semua gadis yang sedang berlutut.


Siapa lagi yang berani melawan vampire selain Clarita?


Kali ini tak tanggung-tanggung. Dia bahkan mencari masalah dengan pemimpinnya.


Mungkin dia sudah gila.


Dan benar saja, kini si pemimpin pun menatap serius ke arah gadis yang seenaknya memotong pembicaraannya itu.


Matanya yang merah benar-benar menyala saat menatapnya.


"Clarita! Apa yang kau lakukan!" Sakura di sebelahnya menarik baju gadis itu untuk berlutut kembali. Tapi tentu saja Clarita tak mau menurutinya.