A Vampire's Love

A Vampire's Love
Capter 31: Perlawanan



Dia bahkan hampir membunuhnya kemarin karena berani kabur.


Tapi sekarang apa? Pria itu mau apa?


"Kau tahu? Aku sudah hidup lebih dari seratus tahun." Clarita masih mendengarkannya berbicara.


"Tapi hari ini adalah hari tersialku saat aku harus tidur denganmu."


Deg


Sial, jadi benar dia datang kesini untuk.. tidur dengan Clarita? Dan alasan Clarita diperlakukan seperti ini adalah untuk tidur dengan vampire sialan yang ada di depannya?


Oh bukan hanya dia yang punya hari sial. Tapi Clarita juga. Jangan kira dia mau tidur dengan vampire menjijikan sepertinya. Sungguh, dia masih punya harga diri.


"Kalau saja adikku tak memaksaku, aku sudah membunuhmu kemarin."


Untuk kesekian kalinya, Clarita merasa geram. Tidak, jantungnya yang berdebar itu sudah hilang entah kemana. Dia malah ingin sekali memukul vampire brengsek di depannya ini. Dia pikir Clarita mau tidur dengannya? Oh maaf, dia juga masih punya harga diri.


"Jadi ingat, kau hanya perlu melakukan semua yang aku perintahkan."


Clarita masih geram melihat pria itu yang kini mengulurkan tangannya lalu menempatkan tangan sedingin es itu di pipinya.


Dia masih menunggu, dia tak melakukan apapun meskipun kini pandangan mereka lagi lagi bertemu. Pria itu menatapnya begitu dalam sampai dia berbicara.


"Dengarkan perintahku. Kau harus menurutinya."


Dan kalian tahu? Nathaniel mengikuti saran Jovian saat pria itu mengatakan jika Nathaniel hanya perlu mengontrol pikiran gadis itu agar dia mau tidur dengannya.


Dia hanya perlu menatap matanya dan mengatakan apa yang dia inginkan agar gadis itu mau melakukan apa yang dia minta.


Ya, itu salah satu kemampuan Nathaniel yang tak dimiliki saudaranya yang lain. Bukan cuma manusia yang bisa dia pengaruhi, tapi sesama vampire juga.


Dia hanya perlu menatap matanya dan mengatakan apa yang dia inginkan agar gadis itu mau melakukan apa yang dia minta.


Ya, itu salah satu kemampuan Nathaniel yang tak dimiliki saudaranya yang lain. Bukan cuma manusia yang bisa dia pengaruhi, tapi sesama vampire juga.


Bukankah mudah? Setelah ini, gadis menyebalkan ini akan berlutut di hadapannya tanpa harus susah payah dia paksa. Setelah ini semuanya akan selesai, dia tinggal menunggu bayinya lahir lalu membunuh gadis ini secepatnya. Ya, ini cukup mudah.


Gadis itu masih menatap matanya di tengah keheningan dengan Nathaniel yang memegangi pipinya.


Oh sepertinya ini berhasil. Gadis sialan itu benar-benar terdiam.


Clarita masih tak mengatakan apapun. Dia benar-benar diam menunggu pria itu melanjutkan Perkataannya.


"Buka pakaian mu."


Deg


Oh ini bagian yang paling menyenangkan saat sedang bersama wanita. Nathaniel bisa melihat mereka membuka pakaiannya sendiri dan memperlihatkan tubuh indah mereka di depannya.


Ya mungkin itu yang akan terjadi sebentar lagi.


Tapi, saat Nathaniel berpikir jika Clarita mungkin akan membuka pakaiannya di depan matanya detik ini juga, Nathaniel justru tak melihat itu.


Dia malah melihat ekspresi wajah gadis itu yang terlihat terkejut setelah Nathaniel mengatakan hal tadi.


Kenapa dia tak kunjung membuka pakaiannya? Kenapa dia tak mengikuti perintahnya?


Saat Nathaniel berpikir jika ucapannya akan dituruti, hal itu justru bertolak belakang dengan fakta yang benar-benar membuatnya terkejut saat selanjutnya.. gadis itu..


BUG!


Oh kalian tahu apa yang terjadi?


Ya Clarita memukul wajah Nathaniel.


NATHANIEL, PEMIMPIN PARA VAMPIRE ITU.


Apa dia sudah gila?


"DASAR BERENGSEK!"


Oh bahkan dia memakinya?!


"APA MAKSUDMU!"


Apa Clarita mau mati?


Lihat saja, Nathaniel belum memalingkan wajahnya saat pipi tirus itu harus terhantam tonjokan mentah dari Clarita. Dari seorang gadis, seorang manusia yang berani melakukan ini padanya.


Dia bersumpah seumur hidupnya. Sekalipun, selama dia hidup, tak ada yang pernah berani memukulnya. Tapi sekarang apa? Manusia sialan itu memukulnya? Tanpa rasa bersalah sedikitpun?