
"Aku Sudah Bilang Nathaniel Pasti Menang!!"Ujar Audrey Lagi Pada Jevon.Namun Lagi² Dihiraukan.
"Jadi Nathaniel,Semoga Kau Menjalankan Tugasmu Dengan Ba-
"Tunggu!!"
Sebelum Ayahanya Selesai Dengan Ucapannya.Tiba² Damien Memotong Pembicaraan Ayahnya.
Tidak,Damien Tak Terima Jika Nathaniel Yang Akan Menggantikan Posisi Ayahnya.
"Ada Yang Salah Damien??"
"Ayah Memilihnya Dari Pada Aku!!"
Sudah Pasti Damien Protes.Pikir Nathaniel
"Ya,Kenapa??"
"Apa Alasannya??"
Disana Nathaniel Hanya Tersenyum Ia Tahu Pada Damien Iri Padanya.
"Aku Rasa Nathaniel Lebih Pantas-
Tiba² Damien Memotong Pembicaraan Ayahnya Lagi.
"Apa Aku Lahir Dari Ibu Yang Berbeda??"
Hey, Dia Berani Sekali Menantang Ayahnya.Apakah Dia Tak Takut Jika Ayahnya Marah?
"Apa Maksudmu??"
"Aku Lebih Tua Darinya,Kenapa Ayah Malah Memilih Nathaniel??"
Disana Nathaniel Tidak Habis Pikir.Damien Memang Tak Pernah Mau Kalah Dan Ambisinya Benar² Sangat Besar.
"Dia Masih Muda Sedangkan Aku-
"Memangnya Kenapa Kalau Kau Lebih Tua Dari Pada Aku??"Kini Giliran Nathaniel Yang Memotong Pembicaraan Damien.
"Apa Yang Kau Punya Sampai Kau Mengatakan Jika Aku Tak Pantas??"
Jovian,Jevon Dan Audrey Saling Menatap.
"Harusnya Kau Berkaca!!Kau Memang Lebih Tua Tapi Percuma Saja Jika Seorang Pemimpin Tidak Bisa Apa²!!"
Oh,Dalam Hal Ini Nathaniel Memang Benar.
Semua Saudaranya Yang Ada Disana Sudah Menduga Jika Hal Ini Akan Terjadi.Jangan Pernah Remehkan Kakaknya Yang Paling Tua Itu.Bukan Perlakukannya Saja Kejam Tapi Ucapannya Juga Kejam.
Tapi Nathaniel Memang Benar,Memangnya Damien Punya Apa??Lagi Pula Yang Lebih Kuat Memang Nathaniel Dan Itu Faktanya.
"Kau Bilang Aku Tak Bisa Apa²??"
"Memangnya Kau Bisa apa??"
"Hanya Karena Kau Tua Itu Tidak Cukup Untuk Menjadi Seorang Pemimpin!!"
Tanganya Damien Mengepal Dengan Kuat,Dia Ingin Sekali Memukul Nathaniel Tapi Sayangnya Disana Ada Ayahnya Yang Melihat.
"Sudah,Jangan Bertengkar,Ini Hanya Masalah Waktu Dan Aku Sudah Memikirkannya Beberapa Kali!!"
"Maaf Damien,Tapi Kali Ini Pilihan Ku Adalah Adikmu!!"
Damien Sama Sekali Tidak Melepaskan Pandangan Tajamnya Dari Nathaniel,Nathaniel Yang Melihatnya Hanya Menyeringai.
Dia Muak,Semua Yang Dia Inginkan Selalu Saja Direbut Oleh Adiknya.
Dan Detik Berikutnya,Damien Memutuskan Untuk Berdiri Lalu Pergi Dari Ruangan.Mungkin Itu Kurang Sopan Karena Disana Masih Ada Ayahnya.Tapi Damien Tidak Perduli Karena Ia Benar² Sangat Marah.
Sampai Selanjutnya Kedua Adiknya Pun Mengikuti Damien Yang Pergi Keluar Setelah Mereka Berdua Pamit Pada Ayahnya.
Pria Itu Memaklumi Jika Putranya Marah.Tapi Tak Ada Yang Harus Dia Lakukan.
"Jangan Dihiraukan Damien.Marahnya Hanya Sebentar."Ujar Ayahnya Kepada Nathaniel
Dia Tak Peduli,Damien Marah Atau Tidak.Karena Nathaniel Benar² Tak Perduli.
"Sekarang Kau Hanya Harus Menjalankan Tugasmu Dengan Baik!!"
"Aku Pasti Melakukannya Dengan Baik!!"
Semuanya Senang Tentu Saja Terutama Nathaniel.Dengan Ini Dia Bisa Memulai Hidupnya Sebagai Pemimpin Dan Tidak Lagi Diperintah Oleh Ayahnya.
Dia Akan Membuktikan Jika Pilihan Ayahnya Memang Tepat Memilih Dirinya Sebagai Pemimpin.Dia Akan Membuktikan Jika Dia Lebih Baik Dari Damien Atau Siapapun.
"Oh Tapi Ada Satu Hal" Ujar Ayahnya Tiba²
Dia Menunggu Ayahnya Melajutkan Ucapannya.
"Aku Mau Keturunan Baru!!"
Huh?
Ekspresi Nathaniel Yang Tadinya Berbinar Mendadak Kebingungan Menatap Ayahnya.
Bukan Hanya Pria Itu,Tapi Juga Adik²nya.
Tunggu,Mungkin Mereka Sepertinya Salah Dengar.
"Apa??"
"Yang Lebih Kuat,Tak Bisa Dikalahkan!!"
Kini Pandanganya Menuju Pada Audrey,Jevon,Dan Jevian.
Bukankah Makhluk Sepertinya Tidak Memiliki Kemampuan Untuk Membuat Keturunan??
Mereka Mungkin Bisa Menciptakan Manusia Menjadi Seperti Mereka.Tapi Untuk Membuat Keturunan Baru??