
Tidak, itu bukan pemimpinnya, melainkan adik dari pemimpinnya. Jovian.
Tunggu, mau apa dia? Kenapa dia berjalan ke arah sini? Ada apa?
Sampai akhirnya dia berada dekat dengan Ryan membuat pria itu otomatis membungkukkan badannya ke arah pria itu.
Oh tapi kalian tahu yang selanjutnya dia lihat? Ryan melihat Jovian yang berdiri di depan sel Clarita. Hey, dia mau apa?!
Clarita juga kebingungan karena hal ini begitu tiba-tiba. Mau apa mereka?
"Buka sel nya." Ujar pria itu membuat Ryan kembali terkejut. Apa yang dia inginkan? Kenapa dia membuka sel Clarita?
Salah satu vampire yang sebelumnya menjaga sel itu pun mengambil kunci yang ada di genggaman Ryan lalu membukanya.
Clarita bahkan sudah menjauh ke tembok agar vampire itu tak melakukan sesuatu padanya. Sementara Ryan yang masih di sana bahkan tak berani melakukan apapun.
"Bawa gadis itu."
Deg
Oh tidak, tidak lagi.
Clarita panik begitupun dengan Ryan. Apa? Kenapa Clarita harus dibawa?
Sampai salah satu vampire mendekatinya dan membuat Clarita panik. Oh tidak, tolong. Apa yang akan mereka lakukan?
"Tidak! Lepas!" Clarita tentu memberontak meskipun semuanya sia sia. Dia bahkan tak kuat melawan vampire itu sendirian.
"Lepas!" Tapi sayang, dia sudah dikeluarkan dari selnya untuk selanjutnya dibawa.
Di sana, Clarita menatap kekasihnya seperti meminta pertolongan. Tapi semua itu sepertinya percuma. Ryan bahkan tak melakukan apapun saat Clarita benar-benar menjauh darinya.
Oh kenapa dia tak bisa melakukan apapun? Kenapa dia diam saja saat kekasihnya bahkan dibawa vampire vampire itu?
Clarita, maaf dia tak bisa melakukan apa-apa.
"Shit lepas!" Clarita bahkan dilempar begitu saja ke ranjang setelah vampire itu membawanya. Entah apa yang mereka mau, tapi Clarita benar-benar tak mengerti.
"Jaga dia jangan sampai kabur lagi." Sampai vampire berjubah hitam itu pergi sebelum menatapnya sebentar lalu keluar dari kamar.
Sungguh, Clarita benar-benar tak mengerti apa yang terjadi. Apa yang mereka mau? Kenapa vampire itu tak menempatkannya di sel? Apa jangan jangan.. ini yang terjadi pada Sakura waktu itu?
Oh sial.
Di sana, masih ada dua vampire yang mengawasinya menatapnya masih menyeringai.
"Apa yang kalian inginkan!" Clarita berteriak pada mereka sementara mereka masih saja tersenyum menyebalkan.
"Kau akan tahu nanti. Tenang saja, malam ini pasti menyenangkan."
Sial, menyenangkan apa maksudnya? Apa yang akan terjadi?
Clarita masih khawatir dan mengira-ngira apa yang akan terjadi padanya sampai tak lama kemudian, beberapa vampire kembali membuka pintu kamarnya. Tapi kali ini, vampire wanita. Mereka datang dengan membawa gaun hitam di sana. apa yang akan terjadi?
Dan selanjutnya Clarita kembali mendapat paksaan saat mereka benar-benar menariknya setelah dua vampire sebelumnya sudah keluar.
Kalian tahu? Mereka membawa Clarita dan membersihkan tubuhnya. Jeans nya mereka buang dan kaos polosnya dirobek begitu saja sampai sebagian tubuhnya terlihat. Untung mereka perempuan, kalau mereka laki-laki, Clarita sudah pasti memukulnya.
"Aku bisa melakukannya sendiri! Shit!"
Bahkan setelah itu lebih buruk lagi. Mereka memakaikan baju untuk Clarita setelah itu. Ya baju yang dia lihat tadi. Gaun yang menampilkan punggung dan bahu putihnya serta sedikit dadanya.
Kenapa dia harus memakai itu?
Mereka bahkan memakaian Clarita make up sederhana dan menggulung rambutnya ke atas menampilkan leher putihnya.
Clarita masih tak mengerti. Apa yang akan terjadi? Clarita akan bertemu siapa? Dan kenapa mereka harus melakukan ini? Clarita bisa melakukannya sendiri.
"Selesai." Ya setelah satu jam mereka bekerja sambil memaksa Clarita, akhirnya mereka berhasil membuat seulgi cantik.
Selanjutnya, mereka mendorong Clarita ke arah kaca besar yang ada di kamar lalu melihat penampilannya yang memang terlihat berbeda. Oh ya Clarita sedikit terlihat cantik.
"Sempurna. Tuan Nathaniel pasti suka." Senyum mereka puas. Oh tapi tunggu, hey apa maksud mereka? Nathaniel? Siapa?
Apa maksudnya? Apa tujuan mereka melakukan ini untuk seseorang bernama Nathaniel itu?
"Hey, apa maksud-
"Tak usah banyak bicara, sekarang duduk." Nathaniel tentu menurutinya karena mereka menarik tangan Clarita sampai ke ranjang untuk duduk.
Oh bisa tidak sih mereka melakukan itu baik-baik?
"Jangan pernah kabur dari sini. Kau tak akan bisa." Ujar vampire itu mengancamnya setelah Clarita duduk.
"Turuti saja semua apa yang tuan Nathaniel bilang."
Tentu saja tidak. Lagi pula siapa Nathaniel?
Sampai kemudian, dua vampire itu kini melangkah keluar kamar meninggalkan Clarita yang terduduk di ranjangnya.
"Bye semoga kau tak mengecewakan tuan Nathaniel."
Clarita menatap keduanya. Apa yang akan terjadi selanjutnya? Dan siapa yang akan datang ke sini? Siapa Nathaniel?
Oh Tuhan, kenapa semua ini harus terjadi padanya? Apa maksud mereka melakukan semua ini? Kenapa dia harus berada di sini? Untuk apa?
Haruskah dia kabur lagi? Tapi bagaimana caranya? Dia tak tahu. Clarita yakin pasti dia kembali tertangkap. Oh sungguh, dia benar-benar ingin menangis.
Tapi beberapa lama Clarita terdiam di sana, gadis yang masih berpikir itu tiba-tiba saja dikejutkan oleh suara knob pintu yang terdengar baru saja akan terbuka.
Clarita pikir mungkin itu kedua vampire tadi tapi dia tak terlalu yakin.
Clarita tak tahu, dia benar-benar berdebar.
Dia lebih memilih menunggu seseorang itu membuka pintunya. Tuhan, siapa sih dia? Clarita masih menunggu, sampai kemudian pintu itu benar-benar terbuka.
Oh sial, itu..
Kalian tahu?
Jantungnya tiba-tiba berdebar kencang dan tubuhnya berkeringat setelah itu. Tidak, Clarita sama sekali tak takut pada pria itu. Hanya saja.. Dia terkejut saat seseorang yang kini ternyata masuk ke kamarnya dan menutup pintunya adalah...
Oh vampire sialan itu. Vampire yang mencoba membunuhnya kemarin. Vampire yang dia tahu sebagai pemimpin dari para vampire di sini.
Apa dia bisa menyimpulkan bahwa pria itu yang bernama Nathaniel? Jangan tanya jantungnya yang semakin berdebar saat pria itu mendekat ke arahnya. Ya kalian benar, Clarita benar-benar melihat pria itu di sana
Pria bermata biru dengan tatapan menusuk yang kini berdiri di depannya. Apa? Apa yang akan dia lakukan setelah ini?