A Vampire's Love

A Vampire's Love
Capter 43: Membawa Lari Clarita




"Ryan, aku takut."


Oh Jangan salah, mereka masih berjalan melewati beberapa lorong untuk pergi dari sini. Mereka bahkan berusaha bertingkah seperti biasa agar tak ada yang mencurigai mereka.


Dengan tangan yang masih bergandengan, Ryan menarik Clarita di belakangnya dengan tergesa untuk bisa sampai di gerbang belakang sesuai apa yang dia rencanakan. Ya pria itu akan mengeluarkan Clarita melewati gerbang belakang yang tak sering dijaga. Meskipun tetap masih ada beberapa orang di sana, tapi Ryan mungkin bisa mengelabui mereka dan membebaskan kekasihnya dari sini.


Semenjak pemimpinnya mengumumkan jika Clarita dicap sebagai miliknya, Ryan tentu tak terima dan merasa jika dia benar-benar harus cepat mengeluarkan gadis itu dari sini.


Pertama, karena Clarita jelas miliknya, bukan milik Nathaniel, kedua, dia tak rela jika pemimpinnya itu melakukan hal-hal aneh pada gadisnya.


Memikirkannya saja membuat Ryan tak terima, apa lagi sampai Nathaniel benar-benar melakukan sesuatu pada kekasihnya? Yang jelas, Ryan tak akan membiarkan itu dan lebih baik dia mengeluarkan Clarita dari sini dari pada harus menelan kenyataan pahit yang akan dia terima.


Meskipun mungkin dia juga harus memperjuangkan nyawanya jika dia ketahuan.


Tapi semoga saja tidak, Nathaniel masih belum kembali, dan kesempatannya membawa pergi Clarita dari sini masih terbuka lebar.


"Tenang lah, sebentar lagi kita sampai."


Ya memang, di ujung sana, mereka akan sampai di tempat tujuan mereka dimana Clarita akan keluar lewat sana. Dan itu hanya beberapa meter lagi.


Ryan masih berdoa jika di sana tak ada siapapun yang menjaga. Dia masih berharap jika gerbang itu aman sehingga Clarita bisa pergi dari sini.


Tapi beberapa langkah mereka berjalan melewati lorong menuju tempat terbuka yang juga menjadi jalan ke arah gerbang, langkah Ryan dan Clarita tiba-tiba terhenti saat mereka melihat dua vampire yang berjaga di sana.




Oh sial, ada vampire lain.


Dan saat mereka berharap jika kedua vampire itu tak melihat ke arah mereka, Ryan dan Clarita harus menelan kekecewaan jika kedua vampire itu terlanjur menangkap keberadaan mereka yang masih di sana bergandengan tangan.


Dan tatapannya membuat mereka bergetar, khususnya Clarita.


"Oh ada orang di sini." Salah satunya berbicara sambil mengangkat salah satu alisnya.


"Apa ada urusan yang sangat penting sampai kalian menuju kesini?" Satu vampire lain bersurai coklat kini berbicara. Oh sepertinya mereka curiga pada Ryan dan Clarita yang berjalan menuju ke sana.


"A-aku..


"Oh tunggu." Di tengah pikiran Ryan yang kosong karena mencari alasan yang tepat, vampire itu malah menghentikan ucapannya.


Dan kalian tahu apa? Selanjutnya Ryan merasa sangat berdebar saat salah satu dari mereka mendekat ke arah Ryan dan berusaha melihat wajah Clarita. Sial, sampai setelah itu, Ryan semakin menyembunyikan Clarita di belakang punggungnya.


"Siapa yang kau bawa?"


Deg


Oh sial, apa mereka akan menyadari jika itu Clarita? Oh tidak, jangan. Kalau ketahuan, semua rencananya akan gagal.


"Tidak, bukan siapa-siapa." Bodohnya Ryan, dia malah menyembunyikan Clarita. Hal itu tentu saja membuat kedua vampire itu semakin curiga. Ryan mungkin tak tahu harus melakukan apa, tapi hal itu benar-benar membahayakan mereka.


"Tunggu, aku seperti mengenalnya."


Oh Tuhan bagaimana ini? Tidak, jangan sampai ketahuan, selamatkan mereka dari sini.


"Lucas! Kemari." Vampire yang berada di depan Ryan itu memanggil teman yang satunya untuk melihat gadis yang dibawa Ryan. Seperti yang kalian lihat, mereka curiga.


Dan vampire yang dipanggil Lucas itu pun berusaha melihat wajah Clarita, bahkan kalian tak akan menyangka saat vampire itu tiba-tiba menarik Ryan untuk menyingkirkannya dari sana.


"Shit!"


Sampai detik itu juga dia menyadari siapa gadis yang dibawa Ryan.


Oh bukankah itu... itu kan.. kenapa pria ini membawanya? Seketika pandangan vampire itu tertuju pada Ryan yang masih terlihat mencurigakan. Itu kan gadis milik pemimpinnya, kenapa pria ini membawanya?