
Dan kini langkah mereka membawa Clarita ke sebuah ruangan yang cukup luas dengan hiasan lampu yang begitu indah serta meja makan yang cukup besar berada di ruangan itu.
Sampai mereka duduk di kursi yang sudah mereka siapkan. Oh mereka mau apa? Dan kenapa Clarita mendadak gugup saat Nathaniel duduk berhadapan dengannya sementara ketiga adiknya duduk di kanan kirinya?
Kalian bisa membayangkan bagaimana gugupnya Clarita saat ini. Dia satu-satunya manusia yang ada di ruangan ini, bagaimana jika dia tiba-tiba diserang? Bagaimana jika mereka menghisap habis darahnya? Bagaimana jika mereka membunuhnya sekarang juga? Oh itu bisa saja terjadi kan?
Tapi beberapa lama dalam keheningan itu, pikiran pikiran buruk yang sempat dia pikirkan seolah hilang entah kemana saat tiba-tiba beberapa orang masuk. Oh bukan orang, maksudnya vampire.
Mereka tersenyum membawa beberapa nampan berisi makanan dan menempatkannya di depan Clarita.
Eh?
Apa mereka akan makan?
Tapi saat Clarita berpikir jika mereka semua akan makan, dia harus menghilangkan pikiran itu saat vampire yang sempat masuk tadi hanya menghidangkan segelas cairan kental berwarna merah di depan Nathaniel, Jovian, Jevon dan Audrey.
Oh jadi.. hanya dirinya yang makan?
Setelah itu, keadaan kembali hening. Dan perasaan gugup itu kembali. Entah kenapa, Clarita diam saat semua mata tertuju padanya.
Dia malah menatap makanan yang ada di depannya tanpa berencana memakan itu. Bukankah dia lapar? Ya dia belum makan dari kemarin siang. Tapi bagaimana dia bisa makan jika mereka semua menatapnya?
Dan kenapa Clarita harus makan sendirian? Kenapa mereka tak menemaninya makan?
"You said you want to eat."
Itu Nathaniel yang masih menatapnya di tengah keheningan. Pria itu melipat tangannya dengan matanya yang masih menatap ke arah Clarita.
Tapi..hey kapan Clarita mengatakan jika dia ingin makan? Clarita hanya memegangi perutnya dari tadi karena kelaparan. Apa pria itu menyadarinya?
Gadis itu menatap makanannya. Tidak ada yang salah, dia melihat steak yang begitu menggiurkan membuat perutnya kembali berbunyi. Ya dia sangat lapar.
Tapi sungguh, dia benar-benar tak mau memakannya begitu saja saat dia berpikir jika mungkin saja itu bukan makanan seperti yang dia pikirkan.
Maksudnya, benarkah itu daging pada umumnya? Oh sungguh, dia begitu curiga bahkan saat vampire itu berniat baik padanya. Tapi jangan salahkan Clarita jika dia curiga.
"Kau tak pernah makan steak?" Tanya Nathaniel tajam.
Tidak, bukan begitu, maksudnya, apa ini bisa dimakan?
"Bagaimana aku bisa yakin kalian memberikanku makanan yang aman?"
Huh? Hey apa maksud gadis itu? Mereka semua masih menatap Clarita.
"Apa ini daging sapi? Ayam?"
"Ini bukan daging manusia yang kalian bunuh kan?"
Huh??
untuk pertama kalinya Nathaniel begitu heran dengan pemikiran seseorang. Dan untuk pertama kalinya juga, Jovian tiba-tiba tertawa mendengar itu.
Semuanya benar-benar tak bisa menebak pemikiran gadis manusia itu. Apa? Daging manusia? Yang benar saja.
Sementara Jovian yang menganggap itu lucu, Nathaniel malah kesal mendengar itu. Sebenarnya apa yang dia pikirkan? Nathaniel hanya berusaha agar gadis itu tak mati kelaparan. Kenapa dia malah berpikir seperti itu?
"Aku tak mau makan, kalian pasti mencampurkan sesuatu di sana."
lihatlah. Nathaniel bahkan masih berbaik hati memberinya makan. Tapi kenapa dia malah berpikiran buruk?
"Ini daging biasa? Apa kalian pikir aku ini bodoh? Pasti kalian mencampurkan-
Clarita mungkin menolak pemberian mereka, tapi dia tiba-tiba terdiam saat kini Nathaniel berdiri dari duduknya dan menatapnya tajam.
Oh shit dan dia berjalan menghampiri tempat duduk Clarita.
Pria itu sepertinya terlihat emosi, tapi belum sempat dia sampai di tempat duduk Clarita, langkahnya tiba-tiba berhenti saat Jovian menghentikannya.