A Vampire's Love

A Vampire's Love
Capter 16: Berterawang



Ya ini seperti cinta segitiga murahan yang selalu kalian temukan. Tapi ini benar-benar terjadi meskipun sedikit menjijikan.


Jovian mencintai gadisnya sampai mati meskipun secara fakta gadis itu memang sudah mati. Tapi sepanjang pria itu hidup, cintanya tak akan habis. Meskipun banyak wanita yang sudah dia tiduri, kakaknya itu tak akan bisa mengalihkan pandangannya dari gadis yang ia cintai.


Hal itu juga yang kadang membuat Jevon kesal pada Audrey yang selalu melihat Jovian dibandingkan dirinya. Dia ingin sekali berteriak pada Audrey jika Jovian sampai kapanpun tak akan pernah menatapnya.


Tapi dia bisa apa? Berbicara pada gadis itu saja tak berani.


Jevon hanya bisa menghela nafasnya sebentar sebelum akhirnya dia memutuskan untuk berbalik berniat pergi dari sana.


Dia pikir memandangi gadis itu terlalu lama juga tak ada gunanya kalau dia tak berbicara. Jevon sudah cukup meskipun dia menatap Audrey hanya sebentar.


Tapi saat pria itu berbalik, belum sepenuhnya dia membalikkan badannya, Jevon sedikit terkejut saat dia mendapati kakaknya yang ternyata berdiri di sana dan menatapnya.


Oh sial, Nathaniel kenapa berdiri di situ? Apa dia melihat Jevon berdiri dari tadi memandangi Audrey? Kalau iya bisa gawat.


Tentu, Audrey itu kesayangan Nathaniel. Dan kalau kakaknya itu tahu Jevon suka pada adiknya sendiri, bisa-bisa dia mati di tangan kakaknya.


"Sedang apa?" Ujarnya dingin.


Asal tahu saja, meskipun Jevon kadang bersikap dingin, dia tetap takut pada Nathaniel. Jangan salah, Nathaniel tak pernah pandang bulu dalam hal apapun.


"Aku akan pergi." Ujarnya dingin sambil beranjak menghindar. Tapi sebelum dia benar-benar pergi, pria itu menghentikan langkahnya.


"Aku tanya kau sedang apa." Sepertinya Nathaniel curiga.


"Aku hanya berdiri di situ, kau tak lihat?"


"Kenapa tak masuk?"


Di sana, Jevon terlihat berpikir sebelum akhirnya menjawab.


"Aku mau menemui Jovian."


"Jovian di bawah."


Ck, dia tak tahu apa kalau kedatangannya itu mengganggu? Kalau tak ada Nathaniel, Jevon kan tak perlu berbohong.


"Ya sudah aku ke bawah."


Sebenarnya tak sekali ini saja Nathaniel memergoki Jevon yang sedang memandangi Audrey. Hanya saja kali ini Jevon baru menyadari kehadirannya.


Apa Jevon tak ada kerjaan lain selain diam memandangi Audrey?


Memangnya ada apa?


Tapi dari pada Nathaniel memikirkan hal itu, dia lebih memilih untuk masuk. Tujuannya memang bertemu adik perempuannya.


Pria itu pun kembali melanjutkan langkahnya sampai dia membuka pintu yang tadi hanya terbuka sedikit. Membuat Audrey kini tersenyum menyadari kehadirannya.


"Nathaniel?"


"Apa aku mengganggu?" Tanyanya sambil mengelus rambut adiknya itu.


"Tidak, kenapa?"


"Hanya ingin mengobrol." Jawab Nathaniel yang kini duduk di dekat Audrey.


"Bagaimana? Kau sudah melihat wanita-wanita mu?" Ujar Audrey yang membuka pembicaraan.


Oh ya, sebelum datang kesini, Nathaniel menyempatkan diri untuk melihat semua gadis yang dia ambil tadi. Tentu dia akan memilih beberapa untuk dia 'coba'.


"Ya, aku menemui mereka."


"Kau sudah memilih salah satu?" Tanya Nathaniel lagi.


"Justru itu aku ingin bertanya padamu. Mungkin kau melihat sesuatu. Dengan itu aku akan langsung mengambil salah satu."


Oh maksud Nathaniel, dia tak perlu mencoba satu-satu? Dia ingin Audrey memberitahu gadis mana yang kemungkinan besar berhasil melahirkan bayinya?


Tapi sayang sekali, adiknya itu belum mendapatkan apapun.


"Mm.. sepertinya kau memang harus mencoba salah satu."


Nathaniel tahu, Audrey mungkin belum melihat apapun.


"Tak usah terburu-buru, coba saja satu. Kau akan tahu gadis itu bisa berhasil atau tidak."