
''Mas Fio ada yang minta nomor Mas''.
''Iya sayang siapa''?.Fio langsung berdiri dan melihat kekiri dan kekanan. namun do'i tak melihat siapa pun.
''Itu..eh..iya engak ada ya''?Ara menatap suaminya sambil menyengir hambar.kerna melihat laki-laki jahil tadi benar-benar sudah tidak ada.
"Sayang kenapa"?.
''Ngak ada Mas,ayo makan itu pesanannya udah datang''.Ara langsung mengalihkan percakapan. dirinya tak ingin membahas laki-laki yang menurutnya gila.
"Ayo sayang makan yang banyak biar cepat gede".celetuk Fio sambil menyuapi istrinya dengan daging bebek.
"Idih bukan gede Mas tapi lebar".
"Ha..ha ".Ara dan Fio tertawa bersama mendengarkan lelucon garing mereka berdua.
Akhirnya malam itu keluarga kecil mereka dipenuhi tawa bahagia.
Namun tidak dengan laki-laki yang sedari tadi ingin mendekati Ara.laki-laki itu terlihat murung karna kini dirinya yakin bahwa wanita yang diincarnya benar-benar sudah menikah.
"Ayo pulang sayang sudah malam".
"Iya Mas".akhirnya kedua suami istri itu pulang tepat pukul sebelas malam mereka sampai dirumah.
Lampu rumah sudah dimatikan. sepertinya Bu Srik dan juga Bik Mun sudah tidur.mengingat waktu sudah hampir tengah malam.
💐💐💐💐💐
Hari berganti hari. kini pernikahan Ara sudah genap Enam tahun.meskipun belum mereka dikarunia seorang anak. namun tak membuat pasagan muda itu mengeluh atau pun menyalahkan satu dan yang lainnya.
Mereka tetap saling mendukung dan berusaha bersama.bahkan setelah malam Fio memgajak Ara keFastival mulai saat itu Fio selalu mengajak istrinya berlibur.bahkan keluar negri juga sering.
Bahkan Fio dengan semang hati menyetujui istrinya itu untuk melanjutkan kuliahnya kembali.
"Sayang ayo berangkat".
Ya kini istri Fio itu sudah bekerja bersama suaminya.sebagai sekretaris peribadi laki-laki tampan itu.
Tujuan Fio menjadikan istrinya sekretaris peribadi, agar iya lebih leluasa saat bekerja. bahkan saat mereka melakukan perjalanan bisnis keluar kota.itu semua iya lakukan agar tidak ada istilah plakor dalam rumah tangganya.
Untuk masalah Sonia sudah lama iya tuntaskan. bahkan kini wanita itu sudah iya kucilkan dipelosok desa. agar tak lagi mengangu rumah tangganya.
Apa sih yang ngak bisa dilakukan jika seseorang mempunyai uang dan kuasa"?..
Saat sampai dikantor semua karyawan menunduk hormat saat pemilik perusahaan memasuki kantor.
''Pagi Kak''.Jio juga ikut melangkah bersama-sama dengan Ara dan juga Fio.
''Pagi Dek''.
''Pagi Jio''.menjawab serentak namum dengan panggilan yang berbeda.
Saat sampai didepan ruagan Fio langsung membukakan pintu untuk istrinya ,sementara Jio laki-laki itu sudah masuk kedalam ruagannya sendiri.mengingat Jio adalah wakil direktur utama.
''Sayang kamu kenapa''?.Fio terlihat panik saat melihat wajah istrinya yang pucat.
''Ngak tau Mas,kepala Ara pusing''.lirihnya sambil memijat keningnya yang berdenyut sakit.
Fio dengan cepat membantu istrinya duduk disofa panjang yang ada didalam ruagan.
Wajah laki-laki itu jelas terlihat panik.
Karna melihat istrinya berbaring disofa akhirnya tampa bicara Fio langsung membopong tubuh istrinya menuju kamar yang ada didalam ruagan mereka.
''Sayang istirahat disini Mas panggilkan Dokter''.
Tampa menungu jawaban dari istrinya, Fio langsung merogoh smartpthone yang ada disaku jasnya. kemudian menelfon Dokter pribadi keluarganya.
''Tok...tok...tok''..
''Masuk''.jawab Fio yang terus saja duduk disamping istrinya. bahkan laki-laki itu sama sekali tidak melepaskan gengaman tagannya dari jemari Ara.
''Lho Kak Ara kenapa''?.
Fio menarik nafasnya panjang. tadinya iya pikir yang datang Dokter yang iya panggil namum ternyata itu adalah adiknya.
''Panggil Dokter Kak''.
''Udah. tapi sampai sekarang belum datang juga''.
Akhirnya kedua laki-laki itu sama-sama kawatir.sama-sama binggung. harus melakukan apa''?.
Kedua adik Kakak itu hanya saling lirik. bahkan Fio hanya mengecup jemari istrinya berkali-kali.
Lain lagi dengan Jio laki-laki itu terus saja mondar-mandir. seperti setrikaan.sambil sesekali melihat kearah pintu berharap Dokter yang mereka tunggu datang seperti super hero.
''Tok...tok..tok''...
''Hah..itu pasti dia''.celetuk keduanya serentak membuat Ara mengelengkan kepalanya lemah sambil tersenyum.
Suaminya ini memang orangnya penakut. setiap dirinya sakit. pasti Fio langsung kalang kabut.ya seperti sekarang ini.
"Permisi tuan maaf saya terlambat".Seorang Dokter menyembulkan kepalanya sambil menatap Fio.
"Kau ini bukan telat lagi, tapi sangat lambat".celetuknya dengan wajah kesal.
"Coba kau periksa istri ku".
"Baik Tuan permisi".Dokter itu langsung mengeluarkan tensimeter dan juga tetoskop.
Perlahan Dokter memeriksa tekanan darah Ara kemudian mata,nadi dan lain sebagainya.
"Bagai mana Dokter istri saya sakit apa"?.Fio bertanya dengan wajah panik dan terkesan tidak sabar.
"Istri anda baik-baik saja tuan. hanya saja tensi darahnya sangat rendah".
"Rendah tapi kenapa"?. di".
"Istri anda hamil Tuan".belum sempat Fio memyelesai kan ucapannya dokter itu langsung menyela.
Membuat Fio langsung memgaga tak pecaya.''Benaran Dokter''?.lirihnya ingin meyakinkan diri.
''Ya kalau anda kurang yakin anda bisa.. periksakan langsung dibagian Obgyn dirumah sakit''.
''Baik lah. aku percaya padamu''.jawab Fio dengan senyum cerahnya sambil melangkah mendekati sang istri.
"Sayang kita akan punya anak Dek,akhinya perjuagan Mas selama ini berhasil juga".celetukan Fio membuat do'i mendapatkan cubitan dari istrinya
"Sakit sayang".
"Selamat ya Kak akhirnya".Jio ikut memberikan selamatpada kedua kakaknya itu.
"Makasih Jio".
"Ya sudah kalau begitu saya pamit dulun Tuan".
"Iya baiklah nanti bonusmu akan ku tranfer".
"Baiklah. terima kasih tuan".dokter itu pun tersenyum cerah. ternyata berita kehamilan istri Bosnya itu bisa membuat dompetnya berisi penuh.
"Ya Allah Mas seneg baget sayang".
''Iya Mas Ara juga''.lirih Ara sambil meneteskan air mata.ternyata perjuagan mereka selama ini tidak sia-sia. akhirnya allah kembali menitipkan janin dirahimnya.
"Is bucin.Jio keluar dulu kak".
Dasar Jio. tak sadar diri dirinya juga kini sudah menjadi laki-laki bucin.
Fio tak mengubris apa yang keluar dari mulut adiknya. laki-laki itu terua sibuk mengecup perut rata istrinya.
Bahkan seharian laki-laki itu sama sekali tidak melakukan pekerjaan kantor.kali ini iya sudah bertekat akan menjaga istrinya ektra hati-hati.dan juga teliti.iya tak ingin lagi kecolongan seperti yang pernah terjadi.
🌹🌹🌹🌹🌹
Terimakasih sudah membaca karya outhor sampai akhir bantu Vote like hadiah and komen.
Sekali lagi terima kasih.🙏🙏🙏
--------------------------------TAMAT-----------------------------