
"Ayo sayang".tepat pukul satu siang mereka sampai didepan Apartemen milik Jio.
"Iya Mas".
"Ting... tong"..
Kali ini Fio menekan bel rumah adiknya itu iya sudah tidak ingin mendengar suara aneh itu lagi yang nantinya akan membuatnya ikut mengiginkan istrinya.
Namun mengingat istrinya itu kini sedang datang tamu bulanan membuatnya harus menehan hasratnya untuk beberapa hari kedepan.
"Ee...tuan ayo masuk".saat melihat laki-laki yang sangat mirip dengan Jio Ais langsung paham jika itu adalah Kakak dari Jio.laki-laki yang tadi pagi mendatangi mereka bahkan mungki laki-laki didepannya mendengar semua yang mereka lakukan.iya bahka sangat malu meskipun hanya mengangkat wajahnya saja iya benar-benar tak sanggup.
"Jio mana"?.tanya Fio sambil mengandeng tagan istrinya dan mulai melangkah memasuki Apartemen adiknya.
"Ada didalam tuan".
"Panggil Kakak saja".setelah mengatakan itu semua Fio langsung melangkah kan kakinya menuju ruang tamu.
"Ada apa Kak"?.Jio langsung keluar dari kamar saat Ais memanggilnya dan mengatakan Kakaknya itu datang lagi kesini.
"Duduk lah".
"Kau juga duduk,siapa nama mu"?..
"Ais Kak".jawabnya masih dengan wajah menunduk.
"Apa kau masih punya orang tua"?.saat mendengar itu semua Ais langsung menunduk dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.
"Ais sudah tidak punya kedua orang tua Kak".
"Oh..maafkan Kakak,Kakak benar-benar tidak tau".lirih Fio merasa bersalah.
"Engak apa-apa Kak".
"Apa kau benar-benar mencintai Jio"?.
"Kak"?..Jio mencoba untuk menghentikan pertanya-an Kakaknya itu.
"Kakak tanya sekali lagi, apa kau benar-benar mencintai Jio"?.
"Iya Kak".Ais menjawab dengan wajah yang masih menunduk.
"Dan kau Jio apa kau mencintai Ais"?.
"Kak".lirihnya dengan nada memelas.
"Kakak bertanya Jio apa kamu mencintai Ais"?.
"Jio sayang Ais Kak".
"Wah...Jio ternyata kau sangat pintar ya mencari calon istri, Ais cantik baget tau ngak masih muda lagi".Ara mencoba mencairkan suasana yang sudah mulai menegang.
Perlaham Ais mengangkat wajahnya dan menatap wajah Ara dengan lekat.
"Pantasan saja Kak Jio tergila-gila pada istri Kakaknya sendiri.ternyata wanita ini sangat cantik dan juga menarik.kenapa Ais semakin minder dan merasa tidak pantas untuk Jio"?...
Laki-laki yang sangat tanpan dan juga berasal dari keluarga kaya raya. sementara dirinya hanya gadis yatim piatu yang miskin dan dipungut Jio dari jalanan.
"Hem ya gue memang tidak pernah salah dalam memilih wanita".celetuk Jio membalas candaan Ara.
"Ais ayo kita kebelakang,kau tak ingin membuatkan minuman untuk Kakak iparmu dan calon suamimu".
"Eehh..iya Kak maaf Ais lupa".lirihnya sambil berdiri dan menyusul Ara menuju dapur.
"Kapan rencana mu akan menikahinya"?.tanya Fio langsung pada intinya setelah memastikan Ais dan Ara menghilang dibalik pintu dapur.
"Secepatnya Kak".
"Apa kau sudah menylidiki latar belakang Ais"?
"Hem"..Jio langsung mengangkat bahunya acuh.
"Yang Jio tau dia seorang yatim waktu itu dan seorang wanita yang tangguh. yang berjuang sendirian untuk kesembuhan Ibunya, yang waktu itu sedang sakit sakitan. bahkan Ais tetap berjuang untuk Ibunya sampai akhir hayatnya ditenggah tengah kesulitan yang iya alami".
"Bahkan wanita itu pernah hampir dijual dirumah pelacuran dan waktu itu Jio sendiri yang membantunya".jelas Jio kepada sang Kakak.
"Benarkah"?.
"Heemm"..
"Ya sudah Kakak akan mengurus surat-surat untuk pernikahan kalian.lebih cepat lebih baik mengingat sekarang Ais sedang mengandung".
"Benaran Kakak mau membantu Jio untuk mengurus pernikahan Jio Kak".bertanya dengan nada semangat.
"Ya...asalkan kau jagan pernah berharap lagi dengan istri Kakak".
"Tergantung".
"Maksudnya"?..
🌹🌹🌹🌹
Jagan lupa hadiah like vote and komen makasih.
Bay...bay...🥰🥰💞😍😍
Tbc.