
''Sayang buka pintunya''.
''Mas Fio tologin Ara Mas''u..,Hiks...hiks...Mas Fio tologin Ara Mas''.terdegar jeritan pilu istrinya dari luar rumah membuat Fio degan terpaksa mendobrak pintu rumah,setelah pintu berhasil dibuka degan cepat laki-laki itu berlari menuju dimana suara sang istri berada.
''Sayang''.tubuh Fio membeku setelah pintu kamar terbuka degan cara yang sama didobrak,kalut dan rasa kawatir membuat Fio melupakan kunci cadang rumahnya.
''Ya Allah apa yang terjadi''.Fio megusap wajahnya kasar tubuhnya kelu,beberapa saat kemudian tubuhnya langsung luruh kelantai dan menagis disana.
''Hiks...tologin Ara siapa pun tologin Ara,Mas Fio tologin Ara Mas''.tangis Ara meraung-raung samabil meraba-raba pakaiannya yang entah dibuang dimana.
Fio menatap istrinya degan wajah sayu dan air mata yang membasahi pipinya,banyaknya tanda kepemilikan ditubuh istrinya membuatnya memukul-mukul dadanya yang sesak.
''Aaaarrggg...tolong''... sakit ya Allah tolong Ara''.mendegar istrinya menjerit meminta tolong dan megeluh sakit Fio degan cepat berdiri menghampiri istrinya.
''Siapa kamu pergi,jegan mendekat''...
''Tolong Aarrggg''.... sakit Mas Fio tolong Ara Mas''....sakit sekali hati Fio melihat istrinya yang kini brantakan air mata yang membasahi wajahnya,rambut yang acak-acakan dan tubuh polos penuh tanda kepemilikan.
Fio masih membeku tampa meyentuh istrinya.bahkan iya sampai lupa bahwa sekarang istrinya sedang megandung dan saat ini wanita itu sedang kesakitan.
''Sayang''.pekik Fio saat wanita yang sedang tertekan itu sudah tidak sadarikan diri.
Degan cepat Fio membantu istrinya megenakan pakaian degan hati yang hancur dan air mata yang tak henti-hentinya menetes.
''Sayang''.wajah Fio semakin panik saat melihat darah megalir disela paha sang istri.
''Lho Den Non Ara kenapa''?..
Fio tak menjawab iya hanya terus membopong tubuh lemah sang istri menuju mobil degan air mata yang terus megalir.
Bik Mun langsung masuk mobil tampa menunggu perintah dari Fio,saat ini hatinya juga ikut kawatir bahkan air mata wanita paruh baya itu sudah menetes tampa permisi.
Tak jauh dari sana seorang laki-laki yang baru saja memperkosa Ara bersembunyi dibalik pohon besar disamping rumah Fio,tubuhnya bergetar saat melihat siapa yang membopong tubuh wanita yang baru saja iya nikmati.
Air matanya menetes tampa permisi.
''Fio''.lirihnya. teryata wanita yang baru saja iya perkosa adalah istri Kakak tirinya sendiri.
''Bodoh...kamu bodoh Zavier''.Zavier menampar-nampar wajahnya meyesali semua yang telah iya lakukan.
Peyesalannya kini tiada artinya,nasi telah menjadi bubur,pasti sekarang Kakaknya itu akan sagat marah,bahkan mungkin Fio akan membunuhnya,jika tau iya lah pelakunya.perlahan iya melangkah keluar dari persembunyian setelah memastikan Fio pergi menjauh dari rumahnya.
''Dokter suster tolong istri saya''.Fio menjerit seperti orang kesetanan saat memasuki rumah sakit sambil membopong tubuh istrinya.
Secepat mungkin para suster membantu Fio membawa istrinya keruagan IGD.
Sedari tadi laki-laki itu mondar-mandir didepan ruagan IGD wajahnya sagat kacau dan matanya memerah, terkadang Fio menggenggam tagannya kuat berharap kekalutan hatinya bisa hilang.
Tak jauh dari sana Zavier menatap sang Kakak degan penuh penyesalan.begitu bodoh dirinya hinga iya tidak meyelidiki terlebih dahulu siapa wanita yang iya sukai,meskipun selama ini hubugan mereka tidak terlalu baik,tapi saat melihat Kakak tirinya itu kacau seperti ini hatinya dirundung peyesalan dan ketakutan.
Tak seperti biasanya Fio bersikap seperti ini, bahkan dulu saat.dirinya bersama Sonia.bahkan wanita itu hanpir setiap hari bergonta ganti selingkuhan tapi Fio tidak terlalu memperhatikan,bahkan dirinya juga sering melakukannya bersama Sonia,jika Fio tidak ada dirumah.
Hampir satu jam Fio berdiri didapan ruagan IGD.
''Bagai mana keadaan istri saya Dokter''.Fio langsung berlari manghampiri sang dokter,saat pintu ruagan IGD terbuka.
Saat melihat Fio berjalan menghampirinya wajah dokter sudah terlihat tidak bersahabat.
Apa sebenarnya yang terjadi,hati Fio menjadi semakin gusar.
''Ikut saya''.Dokter berbicara sambila berjalan menuju ruagannya.
''Bukankah kemaren sudah saya katakan''?..
''Kenapa anda memaksakan istri anda untuk melakukan hubugan intim''?..
Nafas Fio tercekat apa yang harus iya katakan,tidak mungkin iya megatakan bahwa istrinya baru saja diperkosa,akan sagat memalukan dan hidup Ara akan semakin hancur.
''Sekarang bagai mana keadaan istri saya''.hanya kata-kata itu yang akhirnya keluar dari mulut Fio.
Dokter berdecih degan wajah tak suka menatap Fio.
''Maaf istri anda degan terpaksa harus dikuret karna janin didalam rahin istri anda sudah tidak bisa kami selamatkan''.
Fio langsung tercekat degan air mata yang sudah mulai menetes,rahangnya megeras wajahnya memerah degan tagan yang sudah megepal geram.
''Kanapa sebelum melakukannya anda tidak berpikir akan resikonya''?..bukankah saya sudah katakan,akan sagat berbahaya jika anda tetap memaksa melakukan hubugan intim''.
Fio diam laki-laki itu hanya bisa menagis untuk meyimpan luka hatinya yang sagat dalam dan hancur.
''Tolong tanda tagan ini,karna istri anda harus mendapatkaan tindakan secepat mungkin,jika tidak kami takut nyawanya juga tidak dapat tertolong''.Dokter berbicara sambil meletak-kan kertas yang harus Fio tanda tangani.
Tagan Fio bergetar saat meraih kertas yang harus iya tanda tagani,membacanya sekilas kemudian degan berat hati iya menandatagani-nya.
Tak sepatah katapun yang mampu iya ucapkan dunianya terasa runtuh dan hancur,bahkan tubuhnya bergetar dan air matanya tak henti-hentinya menetes.
''Ayo''.dokter mempersilahkan Fio untuk keluar terlebih dahulu dari ruagannya untuk menuju ruagan operasi.
Hampir setegah jam Fio berdiri diruagan opersi hinga akhirnya pintu ruagan itu terbuka.
''Bagai mana keadaan istri saya Dokter''?..
''Alham dulillah baik- baik saja sebentar lagi akan dipindahkan keruagan rawat''.dokter berbicara sambil berjalan menjauh.
Sementara Fio laki-laki itu kini telah luruh diatas lantai mar-mar rumah sakit.Fio menagis sambil menelungkupkan wajahnya disela-sela lutut, kedua tagannya iya gunakan untuk memeluk kedua kakinya.
Hancur benar-benar hancur hidupnya sekarang, hatinya bagai diremas hingga tak berbentuk.apa yang harus iya katakan setelah istrinya sadari nanti,bagai mana iya harus megatakan dan membuat istrinya terseyum kembali.
Bik Mun yang berdiri tak jauh dari sana ikut menagis,melihat kerapuhan majikannya itu,tak pernah sekalipun iya melihat Fio sesedih ini, bahkan saat melihat istrinya selingkuh-pun Fio masih tetap biasa-biasa saja,tapi kali ini laki-laki itu benar-benar kacau dan hancur.
Apa yang sebenarnya terjadi ''?..Bik Mun sungguh tidak berani bertanya sekarang.
"Tuan Non Ara sudah dipindahkana keruagan perawatan".Bik Mun meyentuh bahu Fio untuk memberi tahukan majikannya itu,pasalnya sedari tadi Fio hanya menagis dalam diam.
perlahan Fio berdiri sambil menghapus Air matanya kemudian berjalan menuju ruagan tempat Ara dirawat.
"Sayang".Fio megecup wajah pucat Ara bertubu-tubi sambil duduk disamping ranjang sang istri,yang masih belum sadarkan diri.
Apa yang harus iya katakan kepada istrinya setelah wanita ini sadar nanti,Ara akan hancur saat megetahui anak mereka sudah tiada.
πΉπΉπΉπΉ
Huuaaaπππouthor ikut nagis sedih gak tu sedih lah.
Labih sedih lagi kalau outhornya gak dikasi hadiah like vote and komen.jadi plis kasi outhor semagat pliss..
Untuk besok kemungkinan outhor libur updet soalnya banyak baget pekerjaan.ππππ
Makasih
bay..bay...πππ
Tbc.