
''Kita akan hidup berdua gak apa-apa kan sayang''?.
''Sayang''. terdegar suara yang sagat Ara kenal dan juga sagat Ara benci.
Ara menoleh kearah pintu,manik matanya bersitatap degan mata sendu Fio,Ara degan cepat membung pandagannya iya takut tidak bisa mengontrol diri dan memaafkan Fio degan mudah.
Tidak iya tidak boleh lemah, iya harus kuat Fio jahat,Fio penyebab semua ini''.pikirannya berkecamuk sambil menunduk tampa mau menatap wajah suaminya.
''Dek Mas mohon maafkan Mas sayang''.Fio sudah berlimbuh diatas lantai rumah sakit.
Namun Ara tetap tak bergeming.
''Kak ayo istirahat dulu,Kakak masih sakit Kak''.
''Tidak Jio,Kakak harus bicara degan istri Kakak''.
''Jio tau Kak tapi pulihkan dulu kondisi Kakak''.
''Engak Jio''.
''Bruk''.
''Kakak''.
''Mas''.
Ara dan Jio memekik serentak saat melihat Fio jatuh pingsan dan tersungkur dilantai.
''Kak''.Jio sudah mulai menangis.sedih sekali iya melihat kehancuran Kakak satu-satunya itu. tapi apa yang bisa iya lakukan''?..iya tidak mungkin memaksa Ara untuk memaafkan Sang Kakak,karna pada kenyataannya Jio awalnya juga kesal dan emosi degan kenyataan yang sebenarnya,namun iya tidak igin berlarut-lerut dalam kemarahan karna itu semua bukan murni kesalahan Kakaknya.
Ara hanya diam mematung ditempatnya duduk. air matanya sudah menetes tanpa permisi,saat menyaksikan suaminya dibawa kembali keruagan perawatan.
Namun lagi-lagi iya mengeleng untuk mengusir semua kekalutan hatinya.jagan sampai iya memaafkan Fio degan begitu cepat.apa kah cintanya kini sudah ada untuk Fio ah..entahlah Ara tidak igin memikirkan itu,karna rasa cintanya itu kini telah berubah menjadi benci itu keyakinanya.
Degan cepat Ara berdiri dan melangkah keluar dari ruagan.tujuannya saat ini rumah kedua orang taunya.iya sudah benar-benar tidak igin lagi melihat wajah Fio.
''Bang Ojek Bang''.
''Iya Mbak''.
''Lho bukannya Mbak pasien rumah sakit yang disana ya''?..tukang ojek bertanya pasalnya Ara masih mengunakan baju pasien.
''Iya Bang tolong antarkan sayayada hal penting yang harus saya selesaikan.
''Ya sudah ayo naik''.
Ara naik degan cepat diatas motor.
''Ini pakai helemnya Mbak''.
Ayra meraih helem yang dijulurkan tukang ojek,kemudian memakainya degan cepat.
''Jalan Pak''.ucapnya setelah selesai memakai helem.
''Tunggu sebentar Pak saya ambil uang dulu''.ucapnya setelah mereka sampai didepan warung nasi
''Baik Mbak jagan lama-lama''.
''Iya sebentar saja Pak''.jawab Ayra sambil melangkah memasuki warung nasi sang Ayah.
''Ayah Ara minta uang untuk bayar ojek ya Yah''?..melihat kedatagan Ara membuat Adit terkejut,sekali gus binggung kenapa anaknya ini datang kerumahnya degan menggunakan ojek,bukankah suaminya orang kaya dan mempunyai mobil dan lalu.
''Ibuk..sini..Buk''.Adit menjerit-jerit saat menyadari sesuatu.
''Iya Yah ada apa''?..
''Ara''.Ayu,Ibunya Ara sudah berlari mengejar sang Anak,degan air mata yang sudah membanjiri pipinya.
''Ibu''.
''Kamu sudah bisa melihat Nak''?..
''Iya Bu Alham dulillah Ara sudah bisa melihat''.lirihnya juga ikut menangis didalam dekapan sang Ibu.
''Alham dulillah''.Adit yang berdiri dibelakang Ara dan Ayu menjawab sambil mengusap wajahnya penuh sukur.
''Suami kamu mana sayang''?..
Mendegar pertanyaan Ibunya Ara hanya diam membeku sambil melepaskan pelukan sang Ibu kemudian berkata.
''Mas Fio lagi sibuk kerja Bu,jadi gak sempat buat ngantarin Ara''.
''Trus kamu kenapa masih memakai pakaian rumah sakit''.Adit bertanya sambil menatap anaknya curiga.
''Itu Yah tadi Ara gek sabar igin memberikan kabar bahagia ini,jadi setelah Ara diperbolehkan pulang,Ara langsung pergi aja".bohongnya sambil melangkah masuk kedalam warung.
Ara berjalan menuju etalase tempat Ibunya menata lauk pauk,iya memilih menu yang menurutnya enak,perlahan tagannya terulur keperut mengelusnya lembut kemudian berkata.
''Kita makan ya sayang''?..berbicara sambil melangkah menuju kursi plastik dipojokan warung.
''Bagai mana kandugan kamu''?..Ayu langsung duduk dikursi yang ada didepan Ara.
''Baik Bu''.jawab Ara degan mulut yang masih penuh degan makanan.
''Sudah berapa bulan sayang''.
''Ara lupa Buk kemaren terakhir kali diperiksa berapa bulan ya''?..
''Besok kita periksa ya dipukesmas terdekat''.
''Iya Buk''.Ara menjawab sambil berdiri dari duduknya,kemudian mambawa piringnya dan berkata.
''Buk Ara istirahat didalam boleh kan''?..
''Iya sayang silahkan,kalau ada apa-apa kasi tau Ibu''.
''Iya Buk''.
Dikamar
Ara membaringkan tubuhnya yang lelah diatas kasur miliknya,sejurus kemudian igatannya tentang pemerkosaan itu kembali bermunculan,mambuat Ara kembali menangis
Dirumah sakit.
"Ara kamu dimana"?..
"Bik Ara kemana"?
"Bibik ngak tau Den,Bibik baru saja dari kantin Den".
"Haduh kamu dimana Ara''.
🌹🌹🌹🌹
Jagan lupa like vote and komen makasih
Bay..bay..😍😍😍
Tbc.