
''Mas ini mau kemana lagi Mas,Ara takut''.
''Ada Mas sayang kenapa mesti takut''?..
''Iya tapi ini mata Ara kapan dibukanya Mas''.
''Sabar sayang''.jawabnya sambil menutun sang istri menuruni kapal.
''Mas kok berhenti''?.
''Udah sampai sayang''.
''Mata Ara udah bisa dibuka belum Mas''.
''Biar Mas yang buka''.
''Surprise''.ucap Fio sambil membentangkan kedua tagannya didepan hamparan laut yang indah.
''Wah... Mas ini dimana indah baget Mas''.jerit Ara dengan mata berbinar bahagia.
''Apa kau menyukainya sayang''?.tanya Fio sambil mendekap tubuh sang istri dari belakang.
''Ara suka Mas,suka baget''.
''Sekarang kita masuk dulu sudah sore sebentar lagi mahrib besok kita jalan-jalan''.
''Janji ya Mas''.
''Iya sayang''.
''Asalkan serpisnya malam ini memuaskan''.bisiknya tepat ditelinga sang istri.
''Mas Fio''.
Fio langsung berlari karna Ara mengejarnya.
''Awas ya kalau ketangkap sama Ara,bakalan Ara unyel-unyel''.geramnya masih terus berusaha menangkap sang suami.
Namun karna tidak melihat jalan membuat kakinya tersandung kerikil dan.
''Grep''.Fio langsung menangkap tubuh sang istri yang sedikit lagi mencium pasir pantai.
Tatapan mereka bertemu, jantung keduanya berpacu dengan sangat cepat. hingga perlahan wajah keduanya semakin dekat, hinga akhirnya bibir mereka pun bersatu,saling mengecup saling *******.hingga sebuah deheman membuat ciumah panas mereka terhenti.
"Ehem...maaf tuan sebentar lagi Azan. mari saya antar menuju penginapan".karna tidak tahan dan jiwa jomblonya meronta-ronta akhirnya Ikhsan memberanikan diri untuk menghentikan ciuman panas mereka.membuat wajah Ara langsung memerah dan langsung menyembunyikan wajahnya didada bidang sang suami.
"Hem baik lah".jawab Fio santai mencoba menetralkan detak jantungnya dan mencoba menekan hasratnya yang sudah mulai terpancing.
*****
"Is...Ara malu banget Mas".lirih Ara sambil menutup wajahnya dengan telapak tangannya setelah mereka memasuki kamar penginapan.
"Kenapa harus malu sayang"?.tanya Fio sambil menjauhkan tagan istrinya dari wajahnya.
"Sekarang buka matanya sayang ".
"Wah Mas ini indah Mas, siapa yang menghias kamar kita Mas"?.tanya Ara dengan wajah berbinar.saat melihat taburan bunga mawar berbentuk love dan juga banyaknya lilin-lilin yang menjadi penarang didalam kamar mereka.
"Apa kamu menyukainya sayang".
"Ya sudah sekarang kita mandi dulu,karna sebentar lagi mahrib".ucap Fio yang diangguki Ara.
Selesai melaksanakan sholat,kedua suami istri itu melangkah keluar dari kamar untuk makan malam.
Suasana pantai yang dingin,bintang yang bertabura membuat suasana semakin romantis. Ara memjamkan matanya menikmati semilir agin yang menghembus wajahnya.
"Kenapa berdiri disitu sayang nanti masuk agin ayo makan dulu".ucap Fio sambil menuntun sang istri untuk berjalan menuju meja.
"Wah makanannya enak ya Mas".Ara langsung antusisi melihat banyaknya menu seafood.yang tersusun rapi diatas meja.
"Adek menyukainya"?.tanya Fio sambil menarik kursi untuk sang istri.
"Iya Mas Ara suka".jawabnya antusiasi sambil mendaratkan bokongnya dikursi.
"Enak sayang".tanya Fio sambil menatap istrinya yang makan dengan lahap.
"Enak baget Mas Ara suka".jawabnya dengan mulut yang masih penuh.
Setelah selesai makan malam Fio mengandeng istrinya masuk kedalam kamar.
"Mas solat isa dulu yuk"?.
"Ayo sayang".
Setelah selesai melaksanakan solat isa Fio menarik istrinya untuk berbaring diatas tempat tidur.
"Kenapa sayang".tanya Fio heran, karna istrinya tidak mau naik diatas tempat tidur.
"Sayang kalau ditiduri, takut bunganya hancur".
Mendengar ucapan istrinya Fio langsung tertawa lepas.
"Iiis...kok malah ketawa".
"Habis Adek lucu,kalau kita ngak tidur disini,trus tidur dimana donk".tanya Fio sambil berusaha menahan tawanya.
"Iya ya Mas,kita mau tidur dimana"?.lirihnya sambil mengaruk kepalanya yang tak gatal.
"Udah jangan bayak protes ayo kita mulai".
"Mulai apa Mas".
"Mulai bikin dedek bayi".jawab Fio sambil menyembar bibir sang istri.
"Sayang kamu kenapa"?.
🌹🌹🌹🌹
Nah...nah...ada apa lagi tu Fio"?..
Jangan lupa dukungannya like vote hadiah and komen.
Makasih
Bay...bay...😍😍😍
Tbc.