
''Ayo Buk masuk''.ajak Fio sesaat setelah mereka sampai dijakarta .
Setelah melakukan perjalanan selama hanpir tiga jam.
Bu Srik melotot kaget,melihat rumah mewah bak istana yang terpampang nyata didepan matanya.
Begitu juga dengan Ara yang hanya diam terpaku saat melihat rumah mewah yang selama ini belum pernah iya lihat.
Padahal rumah ini memang tempat tinggalnya,selama menikah dengan Fio.
Namun mengigat wanita itu yang awalnya buta,tidak bisa melihat apa pun. dan saat ini iya seperti berada dialam mimpi.saat melihat rumah mewah didepan matanya.
''Ayo sayang masuk, kenapa diam saja''?..ajak Fio karna melihat istrinya dan Buk Srik hanya diam saja.
''Eh iya Mas,ayo Buk masuk''.
''Non Ara''.sapa Bik mun dengan nada gembira sambil berlari mengejar majikannya itu.
''Bibik''. Ara langsung memeluk wanita paruh baya yang selalu baik padanya, yang selalu membantunya dalam segala hal.
''Ara''.Jio yang baru saja pulang langsung berdiri mematung saat melihat wanita yang igin iya lupakan itu berdiri nyata didepan matanya.
Perlahan kakinya melangkah dan langsung menarik wanita itu kedalam dekapannya,rindu dan bahagia hinga membuat Jio nekat melakukan hal itu,bahkan Jio menarik Ara yang masih berada didalam dekapan Bik Mun.
''Ehem''.
Deheman seseorang membuat pelukan Jio terlepas,kemudian berdiri dengan wajah cangung menatap sang Kakak.
''Maaf Kak''.lirihnya.
Sementara Srik menatap mereka aneh.
''Dia adik saya Buk''.
Fio yang mengerti tatapan Aneh Bik Sri langsung mengenalkan adiknya itu.
''Oh..gitu to''.
''Ini siapa Kak''?..
Tanya Jio heran.
''Dio wanita yang membantu Istri Kakak".
"Widih makasih ya buk udah ngebantuin Kakak ipar cantik Jio".lirihnya bernada ledekan.
membuat Fio outo mendelik kesal, kemudian melangkah mendekati sang Istri dan membawa istrinya itu masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamar.
Sementara Jio tertawa lepas saat melihat kecemburuan sang Kakak.
"Ayo mandi sayang".tanpa menunggu persetujun sang Istri doi langsung mengangkat tubuh ramping istrinya kedalam kamar mandi.kemudian membantu istrinya membuka pakaian dan langsung mengangkat istrinya kedalam bathtup.kemudian doi membuka pakaiannya dan ikut masuk.
Mambuat Ara langsung menjerit kaget.
"Mas Fio mau ngapain"?..
"Mas mau bercocok tanam mengunakan teknik hidroponik".celetuknya asal, membuat Ara langsung mencubit perut sixpack sang suami.
"Jagan cubit disitu sayang sakit, disini saja".
"Eh..Mas...Iiih...jahil baget tau ngak"?..pekiknya kaget karna Fio meletakkan tagannya kearah inti tubuh miliknya.
"Adek igat ngak dulu setiap Subuh Adek selalu meremas ini".
Seketika itu juga wajah Ara terasa panas dan memerah menahan malu.
"Cie malu".ledek Fio sambil menoel dagu sang Istri.
"Mas iiihh..Ara malu".lirihnya sambil menutup wajah dengan kedua tagannya.
Membuat Fio terkekeh geli kemudian menarik tagan istrinya.perlahan Fio mendekatkan wajahnya dan mengecup lembut bibir wanitanya.
"Emm".eragan tertahan keluar dari bibir Ara yang masih terus didominasi oleh suaminya.kerna tagan nakal peria itu sudah bergerilia menyusuri lekuk tubuhnya.
"Oh..sayang".lenguhan panjang mengakhiri permainan mereka disiang menjelang sore itu.
Perlahan Fio mengangkat tubuh istrinya dari tubuhnya, membaut inti tubuh yang tadinya menyetu kini terlepas.
"Mandi sayang".lirihnya dengan nafas yang memburu sambil berdiri dan membantu sang istri untuk keluar dari bathtub.
hampir tiga jam kedua suami istri yang sedang dimabuk rindu itu baru keluar dari kamar.
Itu pun setelah mereka meninaikan kewajiban mereka sebagai umat islam, yaitu melaksanakan sholat magrib berdua.
"Lama amat ngamarnya Kak"?.celetuk Jio yang melihat wajah segar kedua Kakaknya itu.
Wajah Fio yang biasanya muram tanpa cahaya kini sudah terlihat pancaran kebahagiaan diwajah tampannya.membuat siapa pun yang melihatnya merasa senang dan lega.
🌹🌹🌹🌹
Jagan lupa like vote dan hadiahnya makasih.
Bay..bay...😍😘😘😘😍😍
Tbc.