Want To Reach The Linght

Want To Reach The Linght
par 70



Setelah perbincagan tempo hari.dan hari ini adalah hari pernikahan Jio.


Pernikahan yang hanya diadakan secara sederhana.bukannya Fio tak mau mengadakan pesta mewah untuk pernikahan adiknya. namun Jio sendiri yang menolak pesta pernikahannya.


Mengingat jika wanita yang iya nikahi sekarang ini sudah mengandung benihnya.


Entah iya harus senang atau apa"?.. yang jelas iya sangat menyayangi janin yang kini ada didalam kandungan Ais.


''Menginap lah disini, malam ini Kakak sudah mengundang kerabat dekat kita untuk mengadakan syukuran. atas pernikahan kalian''.ucap Fio setelah acara ijap kabul yang dilaksanakan dikediamannya selesai.


''Hem".. ya terserah Kakak Jio mau istirahat dulu capek''.


''Hem..dasar bilang saja kalau kamu ingin meniduri istrimu".celetuk Fio sambil menatap adiknya sekilas.


''Dua-duanya Kak''.balas Jio tak tau malu dan langsung ngeloyor masuk kekamar sambil mengandeng tagan istrinya.


''Sayang''.


''Iya Mas''.Ara yang kini sedang membantu Art dirumahnya menoleh saat mendengarkan pangilan dari suaminya.


''Ayo sini''.


''Buk, Bik,Ara kesana dulu ya''?.Ara langsung berdiri dari lesehan dan melangkah mendekati suaminya.


''Ada apa Mas''?.tanya Ara setelah dirinya berdiri tepat didepan Fio.


Fio tak menjawab iya langsung merangkul pinggang ramping istrinya itu menuju kamar atas.mulai dari sekarang iya akan menepati kamar atas. mengingat istrinya itu sekarang sudah bisa melihat. jadi tak ada salahnya jika iya membawa istrinya menempati kamar atas.


"Kita mau kemana Mas''?.tanya Ara sambil menatap suaminya heran.


''Ikut saja sayang''.


Karna tidak mendapatkan jawaban apa pun dari suaminya. akhirnya Ara hanya menuruti saja apa yang diiginkan suaminya itu.


"Tara''.Fio langsung membuka sebuah kamar yang membuat mata Ara langsung berbinar.


''Waaahh..ini sangat bagus Mas''.Ara langsung melangkah memasuki kamar yang sudah disulap bak kamar pengantin.


Sepertinya suaminya itu ingin menyaigi sang Adik. yang malam ini ada lah malam pertama bagi mereka.meskipun udah ngak untuk yang pertama.


Atau mungkin suaminya itu ingin mengganti bulan madu mereka yang gagal total kemaren.


''Sayang''.lirihnya sambil menarik istrinya kedalam dekapannya.


''Iya Ma''.belum sempat Ayra menyelesaikan ucapannya.bibirnya sudah duluan disambar oleh suaminya itu dengan sangat lembut.namun terkesan menuntut.


''Sayang Mas pegen''.


Ara hanya menaggapinya dengan angukan.iya benar-benar tak tega melihat suaminya sudah beberapa hari ini menahan hasratnya. karna dirinya kedatagan tamu bulanan.


"Aaaahh...Mas".lirih Ara mendesah.karna tagan suaminya kini sudah bergerilia kemana-mana.


Ara semakin mengelinjang saat Fio sudah bermain-main dibawah sana.


"Mas plis lakukan".lirih Ara degan nafas yang memburu karna Fio sama sekali tak memberinya ampun.suaminya itu terus mengobrak-ambrik miliknya hinga iya mendapatkan pelepasan beberapa kali.


"Enak sayang".lirih Fio menyeringai.


"Plis Mas lakukan".Ara mencoba mengapai-gapai milik suaminya karna sekarang suaminya itu juga sudah dalam keadaan sama-sama polos.


Ya ampun semakin hari Fio semakin pandai dalam menaklukan istrinya, hinga membuat wanita cantik itu dipenuhi keringat.dan lemes sebelum permainan mereka dimulai.


"Uuuhh...Mas".lirih Ara saat milik suaminya menyatu kedalam miliknya.


Fio membiarkan istrinya menikmati awal penyatuan mereka.melihat istrinya dengan mata yang terpejam.kemudian mulai mengerakkan pinggulnya.membuat wanita yang kini sedang memejamkan matanya itu mendesah dan mengelinjang menyesuaikan permainan suaminya.


"Aaahh...Mas...".


"Sayang aaahh...Nikmat sayang aahh"..Fio terus saja merancau sambil terus memompa miliknya hinga wanita yang ada dibawahnya berkali-kali mendapatkan pelepasan.


"Sayang aaah...".Fio langsung memutar tubuhnya hinga kini Ara lah yang berada diatas tubuhnya dengan inti tubuh yang masih tetap menyatu.


"Terus sayang ooh...sayang nikmat sayang iya lebih cepat".Fio terus merancau bahkan sesekali iya terus menyesap buah pepaya istrinya, yang menantang didepan matanya. membuatnya semakin mengerang merasakan nikmatnya syurga dunia yang diberikan istri cantiknya itu.


"Aaah...Mas".Ara langsung terpekik lirih saat Fio kembali mengambil kendali.


Fio langsung memacu miliknya dengan gerakan cepat.hinga lenguhan panjang mengakhiri pergulatan mereka dising itu.


"Makasih sayang".lirihnya dengan nafas yang ngos-ngosan dan keringat yang membasahi kedua tubuh mereka.


"Heeem"..Ara hanya berdehem karna matanya sudah mulai terpejam.


Fio menatap istrinya sambil tersenyum puas.


Istrinya itu sekarang semakin pintar dalam berhubungan intim.


Fio mengecup seluruh wajah istrinya kemudian melangkah menuju kamar mandi.iya ingin tidur bersama istrinya namun mengingat hari ini adalah hari pernikahan adiknya dan juga banyak para pekerja dirumah mereka.iya meresa tak enak hati jika hanya berdiam diri dikamar.


Setelah selesai berpakaian Fio menatap istrinya sekilas.kemudian melangkah mendekati wanita nya itu. dan menyelimuti tubuh polos istrinya kemudian mengecup kening wanitanya itu dan melangkah keluar dari kamar.


''Waaah...lu dari mana aja"?.. seger banget habis dapet jatah ya''?..


''Eh..lho kapan sampai''?..


''Udah lama. udah mau jamuran malah''.celetuk Jhonsen sahabat Fio yang khusus diundang diacara pernikahan adik satu-satunya itu.


''Soryy..gue gantarin istri kekamar''.


''Gantarin atau gantarin''.celetuk Jo yang membuat Fio mengaruk kepalanya yang tak gatal.


"Istri lu mana"!.Fio bertanya sambil melihat kekiri dan kekanan mencari istri sahabatnya itu.


🌹🌹🌹🌹


Ada Jhonsen lagi.yang belum kenalan sama Babang Dokter tampan yuk mampir.dinovel outhor yang berjudul.


CINTA TULUS SEORANG BOCAH.


gak kalah seru lho.


Jagan lupa dukungannya dengan cara.like vote hadiah and komen makasih.


Bay....bay....😍🥰🥰🥰


Tbc.