Want To Reach The Linght

Want To Reach The Linght
par 40



''Bagai mana keadaan istri saya Dokter''?..Fio bertanya degan wajah khawatir.


''Sepertinya istrinya anda mengalami tekanan Fisikologis dan Fisik''.


''Maksudnya bagai mana ya Dok''?..


''Yah sepertinya istri anda sedang banyak masalah atau beban pikirannya terlalu berat hinga megakibatkan Fisik dan Fisikisnya tergangu".


Fio diam otaknya mencerna kejadian-kejadian akhir-akhir ini,mulai dari pemerkosaan, penculikan hinga kemarahan dan kebencian Ara padanya,yang iya sendiri belum tau apa penyebabnya''?..yang jelas itu semua disebabkan hanya dari satu wanuta iblis yaitu Sonia.


''Lalu bagai mana caranya supaya istri saya bisa sembuh Dokter''?..


''Anda bisa mengajaknya melakukan apa yang iya sukai,berolah raga makan-makanan sehat dan membuatnya bahagia.untuk saat ini hindari dari beben pikiran atau masalah yang berat. akan berakibat Fatal pada istri anda jika itu semua sampai terjadi''?.


''Baik Dokter,oh iya kapan mata istri saya bisa dibuka''?pertanyaan yang entah kenapa itu menyesakkan dada Fio,saat membayangkan istrinya akan menjauh dari hidupnya setelah wanita itu bisa melihat.


''Untuk soal itu tunggu Doktor Jhonsen datang, dia yang akan menangani istri Bapak''.


''Oh..iya baiklah,saya permisi''.setelah megatakan itu semua Fio melangkah keluar dari ruagan Dokter.


Iya berjalan gontai menuju ruagan istrinya dirawat,bagai mana Ara tidak tertekan akhir-akhir ini banyak sekali musibah yang menimpa istrinya itu.


''Ada apa Kak''?Jio bertanya saat melihat sang Kakak berjalan degan malas menuju kearahnya.


''Tidak ada''.jawabnya sambil mengusap wajahnya kasar dan langsung duduk dikursi tunggu.


''Kau pulanglah dulu,ini sudah sagat larut''.


''Tapi Kak''?..


''Pualanglah Kakak bisa menjaga Ara sendiri, besok pagi kau datanglah kesini''.lirihnya sambil menatap adiknya degan wajah sendu dan terlihat lelah.


Bagai mana tidak sudah beberapa hari ini Fio belum bisa beristirahat,mulai dari sejak istrinya diperkosa,keguguran,kamudian diculik dan sekarang masih berakhir dirumah sakit.


''Baik lah Jio pulang sekarang''.lirih Jio sambil menepuk pundak Kakaknya pelan kemudian beranjak pergi.


Sebenarnya iya tidak igin pergi dari sana,tapi demi manghargai perasaan Kakaknya Jio degan terpaksa harus meninggalkan rumah sakit.


Setelah kepergian Jio,Fio melangkah pelan memasuki ruagan rawat istrinya,terlihat Bik Mun masih setia ditempatnya degan kepala yang sudah terkantuk-kantuk.


''Bik pulanglah biar Fio yang jagain Ara''.


''Tapi Den''.


''Pulanglah Bik saya sudah menghubungi Sopir''.


''Baik Den''.akhirnya Bik Mun menuruti perintah dari majikannya itu,meskipun hatinya sagat kawatir degan kondisi Ara.


''Tolong jagan-jagan pergi..pergi Mas...Fio tologin Ara Mas''..


Fio degan cepat mendatagi Istrinya degan setegah berlari.


''Ara mimpi''..lirihnya menatap sendu wajah ketakutan istrinya.


''Perlahan Fio naik keatas Hospital Bed,degan pelan iya menarik tubuh istrinya,yang kini sudah bergetar ketakutan,air matanya lagi-lagi menetes tampa bisa iya tahan.berkali-kali juga iya mengecup puncuk kepala istrinya degan sayang.sekali-kali iya juga membacakan doa diubin-ubun sang istri berharap jika iya melakukan itu semua istrinya itu bisa lebih tenang,benar saja selang beberapa saat Ara sudah terlelap kembali dalam tidurnya.


***


''Awas Mas Ara benci Mas hiks...hiks...pergi''.


Subuh''.Fio sama sekali tidak menyadari jika ini sudah subuh begitu leleh tubuhnya hinga iya tidur degan sagat lelap.sampai saat Ara mendorong-dorong tubuhnya hingga iya terjungkang kebawah dan membentur lantai.


''Aaww...''.sakit sekali rasanya pinggangnya.tapi lebih sakit saat mengetahui istrinya lagi-lagi menolak kehadirannya entah apa yang dikatakan Sonia hingga Istrinya begitu membenci dirinya.


''Sayang Mas mohon jagan seperti ini''.


''Hiks..hiks...pergi Mas Ara benci Mas''.


''Mas salah apa Dek kasi tau Mas''.mencoba untuk menyentuh istrinya,tapi kagi-lagi wanita itu menolak sambil berteriak histris.


Membuat Fio tidak tau harus berbuat apa pikirannya benar-benar buntu sekarang,bahkan air matanya lagi-lagi meleleh tanpa permisi.


"Apa yang dikatakan Sonia degan mu sayang kasi tau sama Mas".


"Mas bohong sama Ara,Mas sudah punya istrikan''?... Mas juga tega meninggalkan istri Mas hanya gara-gara menikahi Ara dan Ara benar-benar benci degan Mas.gara-gara Mas masa depan Ara hancur Mas,Mas yang menyebabkan Ara jadi seperti ini".Ara berbicara degan emosi yang menggebu-gebu,bahkan dada wanita itu naik turun menahan sesak karna emosi.


Fio diam terpaku ditempatnya berdiri,kemudian perlahan tubuhnya ambruk diatas lantai dan menangis disana''.


🌹🌹🌹🌹


Wah kasian Mas Fionya Ara.


Lebih kasian lagi kalau outhornya dikacagin.


Hadiah..mana like vote and komen jagan lupa ya Ok.


makasih


Bay..bay...😍😍😍


Mampir juga.dinovel outhor yang lain gak kalah seru lho👇👇👇👇👇