Want To Reach The Linght

Want To Reach The Linght
par36



"Kak ayo pulang"?..


"Iya".Fio perlahan berdiri dan mulai melangkah menjauhi pemakaman sang Adik.


Sepanjang jalan menuju rumah sakit Fio hanya menatap kesamping jendela mobil,entah kenapa setelah Ara berhasil dioprasi hatinya dihantui ketakutan sekarang,iya takut istrinya itu akan megetahui semuanya,semua tentang kebohogannya.iya juga takut jika wanita itu sampai membencinya.


"Ayo Kak turun".


Fio tersentak kaget saat bahunya disentuh sang Adik setelah mobil sampai diparkiran rumah sakit.


"Kakak kenapa"?.Jio bertanya sambil menatap wajah Kakaknya penuh selidik.


"Tidak ada Kakak hanya kelelahan".ucapnya sambil melangkah memasuki rumah sakit.diikuti Jio dari belakang.


"Dek".


"Ya Kak ada apa"?Jio bertanya sambil menghentikan langkahnya kemudian memutar tubuhnya menghadap sang Kakak.


Fio menarik nafas panjang kemudian berkata.


"Duduk lah disini sebentar Kakak igin berbicara pada mu".lirih Fio sambil duduk didepan ruagan perawatan Ara.


Jio menurut doi langsung duduk dikursi tunggu degan tatapan lurus kedepan.


"Kakak mau bicara apa"?..


"Apa hubuganmu degan Ara"?..


Pertanyaan Fio sontak membuat Jio membalikkan wajahnya dan menatap sang Kakak degan wajah binggung,apa maksud Kakaknya bertanya tentang hubugannya degan Ara,apa mungkin Kakaknya itu mendegar apa yang dia ucapkan saat dirumah Fio kemaren.


"Gak ada kenapa"?.akhirnya kata itu yang mampu Jio ucapkan.


"Jagaan bohongi Kakak,apa Ara wanita yang igin kau lamar waktu itu".


Jio langsung membalikkan wajahnya kemudian menunduk.


"Kenapa diam,bukankah yang Kakak katakan benar adanya''?..


"Jio tidak ada hubugan apa-apa degan Ara Kak".


"Bohong kenapa kau harus berkorban sebesar itu hanya untuk Kakak"?..Fio sudah mulai meneteskan air mata.


"Jio gak bohong Kak".masih berusaha untuk menutupi kebenaran.


"Kakak sudah dengar semuanya,jadi jagan berbohong lagi".


Jantung Jio rasanya berdetak lebih cepat bagai mana bisa iya seteledor itu hingga Kakaknya megetahui semuanya tentang dirinya dan Ara.


"Maaf".lah kok malah Jio yang meminta Maaf.


"Kenapa lho harus minta maaf bukan kah Kakak yang salah"?..kanapa kamu tidak pornah jujur sama Kakak tentang semua ini"?..Fio sudah mulai terisak.


"Maafkan Kakak"?..Kakak sudah menghancurkan cinta mu bahkan masa depanmu".


"Tidak ada yang salah disini Kak,yang salah itu takdir mungkin Ara memang jodoh yang dikirimkan Allah untuk Kakak bukan untuk Jio,mungkin Jio hanya diberikan kesempatan hanya untuk mencintainya Kak,lagi pula Jio sudah tidak mencintainya lagi,jio sudah memiliki wanita lain kak".


"Wanita yang hanya kamu jadikan sebagai pelarian"?..Jio diam iya megusap wajahnya degan kedua telapak tagannya kemudian menunduk,setetes air mata jatuh begitu saja.


"Jio bagai mana kabar Ara"?..Mily datang degan setegah berlari menyusuri kolidor rumah sakit.


"Eh lu".Jio berbicara sambil menatap sahabatnya itu degan wajah sendu,sudah sagat lama iya tidak melihat wanita itu,bahkan Mily sekarang semakin terlihat cantik dan menarik.


Mata Jio menatap seseorang yang berjalan tak jauh dari Mily.


"Siapa"?Jio bertanya samabil menatap laki-laki itu sekilas kemudian kembali menatap Mily.


"Cowok gue".jawab Mily singkat sambil menarik tagan laki-laki yang Mily kenalkan sebagai pacarnya.


''Oh''.balas Jio singkat sambil menundukkan kembali wajahnya.


''Gue bokeh masuk kan''?..


''Iya silahkan''.Fio yang menjawab.


Mily berjalan pelan matanya kini sudah mulai megembun.


''Ra lu gak kagen gue Ra''?..Mily berbicara sambil menggengam tagan sahabatnya.


''Gue kagen baget sama lu''.sambungnya lagi


''Lu tau gak Ra gue sekarang udah punya pacar, lho mau kenalan gak sama pacar gue''?..


Sementara laki-laki yang tadi bersama Mily menatap wajah Ara lekat,menurutnya wanita yang terbaring tak sadarkan diri ini sagat luar biasa Cantik,beruntung sekali siapa pun yang mendapatkannya.


*****


Beberapa hari kemudian hari ini adalah jadwal Ara membuka perban matanya.


Entah kenapa semakin deket waktunya Ara bisa melihat,hati Fio semakin kawatir dan ketakutan akan kehilagan wanita itu.


"Lho kenapa Kak"?..Jio menatap Kakaknya sekilas sambil tetap pokus menyetir mobil.


"Gak ada Kakak cuman selalu merasa takut jika Ara bisa melihat Ara akan menjauh dari Kakak,dan Kakak juga takut jika Ara tau semua rahasia tentang Kakak Kakak takut Ara akan meninggalkan Kakak''.


Ya Fio sudah menceritakan semuanya kepada sang Adik,termasuk kejadian penambarakn Ara waktu itu.awalnya Jio sagat marah bahkan Adiknya itu sempat memukuli sang Kakak karna terlalu geram dan kecewa,tapi kembali lagi iya berpikir dan membalikkan keadaan,bagai mana posisi Fio saat itu ada pada dirinya pasti dia juga melakukan hal yang sama.dan akhirnya Jio bisa memaafkan semuanya dan mengiklaskan Ara untuk sang Kakak meskipun itu sakit.


Saat sampai diparkiran rumah sakit Fio langsung masuk kedalam rumah sakit diikuti Jio disampingnya.


"Ada apa ini"?...Fio bertanya saat melihat banyak suster dan dokter yang berkeliaran kesana kemari seperti mencari sesuatu.


"Sus ada apa ini"?..Fio bertanya pada seorang suster karna sedari tadi iya belum juga medapatkan jawaban.


"Pasien kamar ****hilang Pak sampai sekarang belum ditemukan".mendegar jawaban dari suster degan cepat Fio dan Jio berlari menuju ruagan yang Suster sebutkan barusan.karna itu adalah ruagan istrinya.


"Bik apa yang terjadi".Fio bertanya pada Bik Mun yang sudah menanggis sesegukan didepan ruagan Ara dirawat.


''Tuan Non Ara tuan''.Bik Mun sudah terisak lirih sambil menatap Fio degan rasa bersalah.


''Kenapa Ara Bik''?..


''Apa yang terjadi''?..Fio memberondong Bik Mun degan pertanyaan.


Sementara Jio laki-laki itu kini sudah berlari menuju ruagan monitor,tujuannya igin melihat rekaman CCTV,iya yakin disana iya bisa mendapatkan jawaban siapa yang membawa Ara pergi.firasatnya megatakan bahwa Ara pergi dibawa seseorang,tidak mungkin wanita itu bisa pergi sendirian mengigat kondisi Ara yang masih belum bisa melihat karna perbannya belum dibuka.


"Bibik tidak tau tuan,tadi Bibik hanya pergi sebentar karna Non Ara meminta Bibik untuk membelikan teh manis,tapi saat Bibik kembali Non Aranya sudah tidak ada tuan".


Fio megusap wajahnya kasar kemudian berlari kembali menyusuri kolidor rumah sakit.


Ditempat lain.


"Siapa lho lepasin gue".teriak Ara saat seseorang manarik tubuhnya entah mau dibawa kemana setelah tadi dirinya sempat dibawa menggunakan mobil.


"Diam".bentak laki-laki itu degan kuat.


"Lepas''.lagi-lagi Ara menjerit saat tagannya diikat disebuah kursi.


''Prok..prok...prok''.


''Siapa''.?..Ayra bertanya degan nada takut sambil tetap mendegarkan suara tepuk tagan yang semakin mendekat kearah dirinya.


''Perkenalkan gue istri pertama Fio''.


''Istri''.


Ya Allah apa benar suaminya sudah punya istri apakah itu artinya iya menjadi seorang pelakor atau perebut suami orang.


''Apa maksud mu''?


''Ha...ha...ha...apa kau bodoh mana ada sih laki-laki yang mau menerima wanita buta seperti mu''.


Mendegar itu semua hati Ara rasanya mencolos,itu juga lah yang ada dipikirannya selama ini.


''Maksud mu apa''?..


''Kau tau Fio menikahimu hanya karna''?..Sonia menggantung ucapannya kemudian kembali tertawa terbahak-bahak.


''Karna''.


🌹🌹🌹🌹🌹


Maaf jika banyak typo.🙏🙏🙏


Jagan lupa dukugannya hadiah like vote and komen


makasih


bay..bay..💞💞💞


Tbc