Want To Reach The Linght

Want To Reach The Linght
par64



''Berhenti Dek kamu mau kemana?.Fio mengejar istrinya dengan wajah panik dan juga emosi.


Ara tak menjawab, iya hanya berjalan lebih tepatnya setengah berlari dengan air mata yang sudah membanjiri wajah cantiknya.


"Mas bilang berhenti.kenapa tidak mau mendengar"?..Fio bertanya sambil menarik tagan istrinya.


Fio langsung terenyuh melihat air mata istrinya.


"Adek mau kemana"?.apa mau menemui laki-laki tadi"?.lain yang ada dipikirian Fio namun lain kata yang keluar dari bibirnya.


Rasa cemburu dan takut kehilangan ditambah lagi ingatan-ingatan tentang perselingkuhan Sonia berputar-putar dikepalanya.membuatnya semakin kehilagan akal.


"Plak".


Satu tamparan mulus mendarat diwajah tampannya.hinga Ikhsan yang berdiri tak jauh dari sana ikut memegangi wajahnya karna terkejut.


"Apa yang Mas katakan"?.. kenapa Mas menuduh Ara seperti itu"?


"Atas dasar apa Mas menuduh Ara berselingkuh"?.


"Ara tanya sama Mas sudah berapa kali Ara tidur dengan laki-laki lain"?.


Fio diam mematung melihat kilat kemarahan dimata istrinya.


"Ara benci Mas".


"Lepasin Ara Mas".Ara meronta-ronta karna Fio langsung mendekat tubuhnya dari belakang. sesaat dirinya akan melangkah pergi meninggalkan suaminya.


"Maafkan Mas sayang".lirihnya disela-sela ceruk leher istrinya.


Iya sungguh menyesal sudah berbicara kasar. hingga melukai hati wanita yang paling iya cintai.selain almarhum Mamanya.


"Lapasin Ara Mas".Ara masih tetap meronta-ronta minta dilepas namun Fio tetap tak bergeming.


"Plis sayang Maafkan Mas,Mas salah Dek".ucapnya sudah mulai meneteskan air mata.


"Biarkan Ara pergi Mas.bukan kah Ara hanya wanita murahan".


"Cup".


Fio langsung memutar tubuh istrinya dan mengecup bibir Ara dengan lembut.satu tagannya iya gunakan untuk menekan tengkuk istrinya itu.satu tagannya lagi iya gunakan untuk memeluk pingang ramping Ara.


"Eemmm".Ara berusaha meronta dengan memukul-mukul dada suaminya.namun Fio tetap tak bergeming.laki-laki itu masih terus dengan aksinya bahkan iya terus memperdalam ciumannya.


"Jagan bicara seperti itu lagi, Mas minta Maaf".ucapnya setelah melepaskan jeratan bibirnya dari bibir sang istri.


"Huaaaa"....bukannya memaafkan.namun wanita didepannya malah menangis meraung dan memukul-mukul dada bidang suaminya.


"Maafkan Mas sayang".pintanya bernada sendu.


"Mas janji sayang, tidak akan Mas ulangi lagi".berbicara namun tagannya berusaha menarik istrinya kedalam dekapannya.


"Sudah jagan menagis lagi Ya"?..cup...cup".berbicara sambil menepuk-nepuk punggung sang istri.


"Sekarang kita masuk lagi yuk".


"Ara mau pulang aja Mas, disini ngak enak".


"Iya kita pulang.tapi masuk dulu sebentar ya".


Ara mengangukkan kepalanya kemudian mengikuti langkah sang suami.


Setelah melewati drama panjang akhirnya hari itu juga mereka pulang dan sampai kejakarta tepat pukul sepuluh malam.


"Eh...tuan...Non Ara kok udah pulang".kaget Bik Mun sesaat setelah membuka pintu dan melihat kedua majikannya berdiri didepan pintu dengan wajah lesunya.


"Iya Bik".hanya itu jawaban yang diterima Bik Mun.karna siempunya rumah sudah nyelonong masuk dengan mengandeng tagan istrinya.


"Tuan sudah makan belum"?.tanya Bik Mun dengan setengah menjerit karna kedua majikannya sudah menghilang masuk kedalam kamar.


"Sudah Bik".Fio yang menjawab sementara Ara sudah langsung melangkah menuju kamar mandi.


Setelah selesai bersih-bersih Fio dan Ara lansung naik ketempat tidur, karna mereka tidak akan melakukan kegiatan panas mengingat Ara sedang kedatagan tamu bulanan.


*****


Pagi menjelang


"Pagi tuan".sapa sapa Bik mun yang melihat Fio melangkah menuju dapur.


"Pagi Bik".jawabnya singkat sambil menoleh kekiri dan kekanan.


"Jio mana Bik"?.tanya Fio karna Sedari tadi malam iya tidak melihat adik kesayangannya itu .


"Anu tuan itu".


"Bibik kenapa"?.


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa hadiah like vote and komen makasih.


Bay...bay...😍😍😍😍


Tbc.