
''Ada Papa Den Fio diluar''.
''Mau apa Papa kesini''?..Fio berbicara plan sambil mengandeng istrinya menuruni tangga.
"Ada apa Pa"?..Fio langsung bertanya kepada Papanya, saat sudah ada didepan laki-laki paruh baya itu.
"Duduk lah dulu".laki-laki paruh paya itu langsung meminta putranya untuk duduk.iya sebenarnya sudah sangat lama merindu kan kedua putranya.namun karna masalah istrinya dan kedua putranya tidak selesai-selesai akhirnya iya menekan rasa rindu itu dalam-dalam.
"Apakah ini istrimu"?..
"Iya".jawab Fio singkat.
"Oh..jadi tenyata ini wanita yang menyebankan putraku meningagal".Istri muda Papa Fio langsung menuding wajah Ara dengan tatapan kebencian.
Namun tidak dengan Ara.wanita itu menatap binggung semua orang yang ada disana.dirinya benar-benar tidak mengerti dengan apa yang kelaurga suaminya itu ketakan.
''Ayo naik keatas Dek Mas antar''.Fio memcoba untuk membawa istrinya kekamar. karna dirinya tidak ingin istrinya marah dan pergi lagi darinya karna masalah ini.
''Tidak Mas Ara mau dengar penjelasan Mas,apa maksud ucapan Mama Mas itu''?..
''No sayang' ayo masuk''.
''Tidak usah kau tutupi semunya Fio.beritahu semuanya pada istri tercintamu itu bahwa diri''.
''Stop. anda diam jagan bersuara lagi''.Fio langsung memotong ucapan ibu tirinya dngan wajah yang penuh emosi.
"Lanjutkan tante".Ara bebicara dengan wajah dinginya. dirinya tidak perduli meskipun Fio sudah mengelengkan kepalanya berkali-kali.pertanda suaminya itu melarang dirinya untuk mendengar penjelasan ibu tirinya.
''Kau yang menybabkan putraku meninggal dan mata yang kau gunakan untuk melihat itu adalah mata putraku''.tudingnya penuh emosi.
''Deg''.
Apa maksudnya ini semua''?.. apa suaminya masih memyimpan rahasia lagi''?..
''Sudah berhanti''.
''Apa maksud Tante menuduh Ara membunuh putra Tante''?..Ara masih mencoba mengulik kejadian apa yang iya lewatkan.iya bahkan tak perduli dengan suaminya yang memintanya untuk berhenti.
''Kerna gara-gara kau''.
''Brak''.
Fio langsung mengebrak meja sambil menatap istri muda Papanya itu dengan mata yang memerah menahan emosi.
''Apa kau tidak bisa diam''?..apa Papa tidak bisa mendidik istri Papa ini"?..jika Papa tidak bisa mendidiknya biar Fio yang mendidiknya Pa".Fio berbicara dengan emosi yang meluap-luap.
''Sayang sudah lah' ayo pulang''.Papa Fio mencoba untuk melerai pertikaian itu.
''Tidak sayang. Mama sudah ngak kuat harus menahan rindu pada putra kita''.
''Pergilah dari sini sebelum aku khilaf Pa".
"Kalian sudah benar-benar keterlaluan,Setelah putraku meninggal.kalian hidup dalam kebahagiaan. tanpa pernah memilirkan putra ku".
"Diam kau wanita murahan".Fio sudah berdiri dan siap melayangkan tamparan kewajah wanita ular didepannya.
"Meninggal. bisa Mas jelaskan sama Ara Mas"?..
"Itu tidak benar sayang".sebenarnya Fio tidak ingin mengungkit itu lagi. mengingat adiknya kini sudah tanang disana. namun dengan semua kejadian ini' akan-kah dirinya membuka luka lama untuk istrinya kembali"?..
"Apa kau takut mengatakan yang sebenarnya''?..Istri muda Papanya tersenyum sinis sambil menatap Ara dan Fio begantian.
"Aku tak pernah takut dengan apa pun".serkas Fio dengan mata yang memerah.
''Lalu knapa kau tak menceritakan jika istri mu lah penyebab putraku meninggal''?... dan kau juga lah yang menghajar putraku tampa ampun''.
''Diam lah wanita hina. itu karna putramu sudah memperkosa istriku''.
''Duuuarrr''.
Nafas Ara rasanya tercekat ditenggorokan. mendengar apa saja yang diucapkan suaminya.
"Kau jagan memfitnah putraku".tolaknya merasa bahwa Fio berbicara mengada-ada.
"Apa yang kau katakan Fio".Papa Fio ikut bersuara.
"Itu kenyataan-nya yang sebenarnya.selama ini Fio selalu diam.berharap kalian akan sadar sendiri akan kesalahan putra kau wanita licik.namun sepertinya kalian tak pernah merasa jera. apa lagi merasa bersalah.aku diam selama ini membiarkan kau memakiku sesuka hatimu. hanya karna mengharagai almarhum Adikku. tapi sepertinya kalian bukan lah orang yang pantas untuk dihormati".
"Ayo sayang".
🌹🌹🌹🌹🌹
Waaah dasar wanita ular.
Jagan lupa like vote hadiah and komen.
Makasih
Bay....bay...😍😍🥰🥰🥰
Tbc.