Want To Reach The Linght

Want To Reach The Linght
par34



''Bagun bangsat lu masih banyak hutang sama gue...bagun aaarrgg..hiks...bagun Lho jagan pergi degan cara seperti ini bagun Kakak bilang bagun''..Fio merauang-raung sambil menggoyang-goyangkan tubuh sang adik.


''Tolong keluar sebentar Fi tim medis akan memeriksa Adik lo terlebih dahulu''.Jhonsen berbicara sambil membantu Fio untuk keluar dari ruagan IGD.


Saat sudah diluar Fio berdiri didinding rumah, sakit,bahkan tubuh laki-laki itu kini telah luruh dilantai,kemudian Fio menagis sesegukan disana kepalanya iya benamkan dikedua bagian kakinya kemudian tagannya menarik kakinya untuk menutupi kepalanya.


"Anak tidak tau diuntung kurang ajar kau lah penyebab anakku menjadi seperti ini".Ibu tiri Fio langsung saja berjalan menghampiri Fio, tapi degan cepat Papanya menarik tagan wanita yang sedang emosi itu degan kuat,sehinga wanita itu kembali terhuyung kebelakang.


''Kaluarga dari saudara Zavier''.mendegar suara seorang Dokter yang mengatakan itu semua Sontak Fio berdiri dari duduknya kemudian setegah berlari diikuti yang lainnya.


''Maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Allah berkehendak lain saudara Zavier tidak dapat kami selamatkan''.


Sontak saat mendegarkan penjelasan Jhonsen semua yang ada disana merauang-raung dan berlari masuk kedalam ruagan tak terkecuali ibunya Zavier,tapi belum sempat sampai disisi sang anak wanita paruh baya itu telah luruh kelantai dan pingsan.


''Hiks...hiks...kenapa lu hukum gue degan cara seperti ini ha''...?...gue tau lu benci sama gue tapi jagan pergi degan cara seperti ini bagun lho bodoh''.Fio berbicara sambil menarik-narik tubuh kaku sang Adik.


Sementara Wina sudah tidak sadarkan diri saat melihat anak semata wayangnya sudah ditutupi kain putih.


''Fio udah lu jagan kayak gini kasian adik lu''.Jhonsen memperigati Fio dan menepuk bahu sahabatnya itu pelan.


''Tapi Adik gue Jo''.


''Iklaskan Fi lho harus kuat,semua yang terjadi pasti ada hikmahnya''.


''Sekarang lu bawa istri lu kemari kita akan melakukan operasi secepatnya''.Jhonsen berbicara sambil menatap Fio degan tatapan Iba.


Fio meraih smartpthone yang ada disaku celana bahan yang iya kenakan,kemudian menelfon sang Adik Fio memintan Jio untuk membawa Ara kerumah sakit,Fio hanya megatakan bahwa dirinya sudah mendapatkan donor mata untuk Ara.


Setelah megatakan itu semua Fio kmbali memasukkan kembali Smartpthone kedalam saku celananya,kemudian bejalan kembali mendekati jasat sang Adik,entah kenapa hatinya benar-benar terpukul melihat tubuh kaku adik tirinya itu walau bagai mana pun selama ini Zavier tidak pernah megusik ketenagannya,Fio tau Zavier pernah berselingkuh degan istrinya tapi itu juga disebabkan atas dasar godaan dari Sonia juga, dan sekarang Zavier memperkosa istrinya atas saran dari Sonia juga,Fio benar-benar geram saat mengigat nama itu nama wanita sampah yang selalu membuat hidupnya susah.


''Kak''.Jio yang baru datang langsung menghampiri sang Kakak yang berada didepan ruagan operasi degan wajah kusut dan frustasi.


''Apa yang terjadi Jio bertanya degan nada berbisik kepada sang Kakak,pasalnya iya benar-benar tidak mau Ara yang ada disebelahnya mendegarkan masalah yang bisa membuat jiwanya kembali terpukul.


''Ra lu tunggu disini sebentar''.Jio berbicara sambil mndudukkan Ara dikursi tunggu rumah sakit.


"Ada apa Kak".tanya Jio saat tagannya kini sudah ditarik sang Kakak.


"Siapa yang meninggal Kak kenapa Kakak membawa Jio kesini"?..Fio tak menjawab doi hanya menarik tagan sang Adik,kemudian membuka sedikit kain putih yang menutupi tubuh kaku Zavier,seketika itu juga tubuh Jio langsung limbung kebelakang.saat menyeksikan saudara tirinya yang satu rumah degannya saat dirinya masih remaja sudah tidak bernyawa lagi


Zavier memang tidak bisa dibilang baik tapi juga tidak bisa dibilang buruk sebagai saudara tiri iya sama sekali tidak penah ikut campur urusan kedua orang tua-nya ataupun kedua Kakak tirinya,iya hanya sibuk degan dunianya sendiri tampa meperdulikan orang disekitarnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi Kak"?Jio bertanya degan nada sedikit pelan takut didegar Ara yang duduk dikursi luar.


Akhirnya Fio mnceritakan semua yang iya tau,bahkan iya juga menceritakan bahwa Zavier mencintai istrinya Fionjuga megatakan amanat terakhir Adik tirinya itu,Fio menceritakan semua itu degan air yang kini kembali menetes diikuti Jio yang kini sudah memeluk sang Kakak erat.


Sementara Sang Papa hanya diam degan tatapan kosong,taganya menggenggam jemari istrinya yang masih berbaring pingsan.


"Apa operasinya sudah bisa dimulai"?Jhonsen masuk kedalam ruagan IGD degan pakaian lengkap saat akan melakukan operasi.


Kedua Kakak Adik itu meganguk kemudian melangkah keluar untuk menjemput Ara yang masih duduk menunggu diluar.


Sudah hampir dua jam Fio dan Jio duduk didepan ruagan IGD,menunggu operasi selesai.


Jelang beberapa saat ruagan oprasi terbuka menampilkan wajah Jhonsen yang terseyum saat menatap Fio dan Jio secara bergantian.


"Bagai mana apa operasinya lancar"?..Jio yang bertanya terlebih dahulu bahkan laki-laki itu terlihat sagat kawatir melebihi Fio.


Fio hanya menatap wajah Adiknya nanar sebesar itu kah cinta Adiknya untuk istrinya"?.


Bahkan Jhonsen yang melihat pun binggung sebenarnya siapa yang suami Ara disini Fio atau Jio"?..


"Ara bagai mana"?kali ini Fio yang bersuara untuk menutupi kecurigaan sahabatnya itu.


"Alham dulillah operasinya lancar".


"Ya sudah gue pergi dulu sebentar lagi istri lu akan dipindahkan keruagan rawat dan jenazah adik lu akan segera dimandikan". Jhonsen menepuk pundak Fio pelan kemudian berjalan meninggalkan sahabatnya itu menuju ruagan kerjanya.


Setelah jasat Zavier dimandikan ambulance akan membawa jenazah menuju TPU tempat dimana Zavier akan dimakam kan.


Wina yang sudah sadar dari pingsannya juga ikut megantarkan anak semata wayangnya ketempat per-istiraha-tan terakhir.tapi kali ini wanita itu tidak lagi menjerit melainkan hanya diam saja degan tatapan kosong.dan hanya air mata yang terus saja menetes sebagai bukti bahwa dirinya sagat terluka.


"Zavier jagan tinggalkan Mama sayang".Wita kembali meraung-raung saat melihat jasat anaknya mulai dimasukkan keliang lahat.


"Sabar sayang ini cobaan buat kita".


"Gak bisa Mama mau ikut Pa".Wina terus saja meraung-raung bahkan sampai tanah merah yang menutupi tubuh Zavier tertutup sempurna. namun wanita itu masih saja menagis degan histeris.


"Kamu..kamu...membunuh anak saya".Wina menunjuk-nunjuk Fio degan wajah memerah dipenuhi amarah degan linagan air mata yang terus saja menetes.


Fio diam saja.


"Ayo Kak pulang sudah sore,kasian Ara sendirian disana".akhirnya kata itu yang terlontar dari mulut Jio karna jujur dirinya benar-benar tidak tega melihat sang Kakak terus saja disalahkan.


Fio mendogak menatap Adiknya degan wajah sendu,suguh banyak rahasia yang iya sembunyikan dari istrinya, mungkinkah jika istrinya sudah bisa melihat dan megetahui semuanya Ara akan membencinya"?.dan bahkan akan pergi meninggalkannya''?...pikiran-pikiran itu membuat Fio menggelengkan kepalanya berharap bisa megusir kekalutan hatinya saat ini.


Salahkah jika dirinya serakah dan igin memiliki Ara untuk selama-lamanya,salahkah jika dirinya igin bertanggung jawab degan wanita itu meskipun degan cara menikahinya,Fio benar-benar takut membayangkan memarahan istrinya apa lagi mungkin saat Ara tau bahwa dirinya lah yang meyebabkan Ara buta dan ara akan lebih hancur saat megetahui jika dirinya kini sudah keguguran.


"Kak".


🌹🌹🌹🌹🌹


Jagan lupa hadiah like vote and komen supaya authornya rajin Updet woke.


makasih.


Bay...bay...💞💞💞


Tbc.