Want To Reach The Linght

Want To Reach The Linght
par 39



''Dek biar Kakak yang bawa Ara''.


Mendegar suara Fio Ara semakin beringsut mendekati Jio kemudian berkata.


''Tolong bawa gue menjauh darinya Jio''.


Mendegar permintaan Ara membuat Jio serba salah apakah iya harus menuruti Ara atau menuruti kemauan Kakaknya.


''Kak''.panggil Jio sambil menoleh kebelakang melihat sang Kakak.


Wajah Fio memerah menahan sedih dan rasa cemburu memenuhi hatinya.


"Sayang".Fio berbicara sambil berusaha mendekat namun lagi-lagi Ara mengusirnya dan menaggis histris.


"Kak ijin kan Jio yang megantarkan Ara pulang beri dia waktu Kak".pinta Jio degan wajah terlihat kawatir melihat kondisi Ara yang semakin kacau.


Apa yang dilakukan dan dikatakan Sonia hinga Ara bisa menjadi seperti ini"?pikir Jio sambil terus membawa Ara keluar dari gedung tua itu.


Setelah sampai kebawah Fio langsung membukakan pintu mobil.


Perlahan Jio membantu Ara untuk masuk kedalam mobil kemudian memberikan kode kepada sang Kakak agar mendekat.


Jio membuka kemeja panjang yang iya kenakan kemudian menyerahkannya kepada Fio.


"Untuk apa".pelan Fio bertanya.


"Buka baju Kakak dan pakai ini Kakak mau dekat Ara kan"?..sekarang Fio paham ternyata Adiknya itu igin dirinya agar bisa mendekati Ara istrinya.


Fio melakukan apa yang Jio minta,kemudian perlahan kakinya melangkah mendekati mobil dan membuka pintu mobil tepat disebelah Ara duduk,kemudian masuk kedalam mobil dan menarik tubuh istrinya kedalam dekapannya.


Perlahan air mata Fio menetes menahan sesak didadanya akan kah istrinya akan selamanya membenci dirinya"?entah apa yang Sonia katakan sehinga Ara begitu membenci dirinya bahkan tidak mau iya sentuh.


Sedangkan Jio setelah duduk dibelakang kemudi,matanya melirik Kakaknya dari kaca spion mobil hatinya ikut terenyuh melihat kerapuhan Kakaknya itu,baru pertama kali Jio melihat Kakaknya menangis hanya karna seorang wanita.


"Oh...hati tolong buang lah nama Ara dari sana dia istri Kakakku sekarang".lirih Jio sambil menghidupkan mobil kemudian perlahan menjalan kannya degan pelan.


Itu semua iya lakukan agar Kakaknya bisa berlama-lama berada didekat Ara.


Entah kenapa saat merasakan dada bidang yang sedang merangkulnya hati Ara merasa nyaman,wanita itu kini melingkarkan kedua tagannya dipinggang Fio beberapa saat kemudian Ara langsung terlelap.


Hati Fio rasanya pedih saat melihat tubuh rapuh istrinya,bahkan kini tubuh laki-laki itu berguncang karna menahan tangis.


Jio yang ada didepanpun ikut menangis saat melihat kesedihan Kakaknya,sejak Mamanya meninggal Fio lah menjadi panutan dalam hidupnya iya belum pernah melihat Kakaknya itu berpacaran sampai akhirnya Fio menikah degan Sonia,tapi bukannya bahagia Kakaknya malah semakin menderita dan tertekan.


Dan baru pertama kali Jio melihat kesungguhan dihati dan diwajah Kakaknya dalam mencintai seorang wanita.


''Sampai Kak''.


Hati Fio rasanya mencolos saat mendegarkan kata sampai,bukankah itu artinya iya kembali akan berpisah dari Ara setelah wanita itu bisa melihat.


Ara sama sekali tidak tergangu bahkan wanita itu kini semakin megeratkan pelukannya.


Nyaman sekali membuat tidurnya semakin lelap.


''Pak''.


''Ssuutt'''Jio langsung memberikan kode agar perawat yang igin megatakan sesuatu itu berhanti bersuara,itu semua iya lakukan agar tidur Ara tidak tegangu,iya benar-benar tidak tega melihat kesedihan Kakaknya,biarlah dirinya saja yang merasakan sakitnya kehilagan cinta pertama asalkan jagan Kakak satu-satunya itu.


''Eh tuan non''.


''Ssuuut''.lagi-lagi Jio memberikan kode kepada Bik Mun yang teryata masih menunggu mereka degan sabar hingga tegah malam.


Perlaham Fio membaringkan tubuh istrinya kemudian iya berjalan menuju ruagan Dokter, iya minta dokter untuk memeriksa istrinya kemudian meminta mereka untuk memasangkan infus kembali pada istrinya itu,mengigat kondisi Ara yang masih belum stabil.


Setelah meminta Dokter untuk memeriksa istrinya Fio berjalan pelan menuju keluar,iya mengusap wajahnya kasar kemudian duduk dikursi tunggu,kedua tagannya iya tutup diwajahnya,kemudian iya menaggis disana.


''Sabar Kak semua pasti ada hikmahnya dan setiap masalah pasti ada jalan keluarnya''.Jio menepuk pundak Kakaknya pelan.


''Bisa ikut saya sebentar Pak"?..Seorang Dokter yang baru saja memeriksa Ara keluar dari ruang rawat dan meminta Fio mengikutinya.


Fio meganguk kemudian menatap Adikya dan berpesan.


"Tolong jaga Ara sebentar''.


''Iya Kak''.


Setelah megatakan itu Fio langsung berjalan megikuti Dokter laki-laki itu dari belakang.


''Bagai mana keadaan istri saya dokter''?....


🌹-🌹-🌹-🌹


Wah..kasian Mas Fionya sabar ya Mas Fio ini cobaan''.


Jagan lupa dukugannya hadiah like vote and komen.


Makasih


Bay..bay...😍😍😍


Yuk mampir dinovel outhor yang lain gak kalah seru lho👇👇👇👇



Tbc.