Want To Reach The Linght

Want To Reach The Linght
par65



''Jio mana Bik''?..tanya Fio setelah dirinya mendaratkan bokongnya dikursi.


''Itu anu tuan''.


''Kenapa Bik"?.


"Itu Den Jio sudah tidak pernah pulang. semenjak tuan sama Non Ara pergi''.


Fio mengernyit heran mendengar ucapan wanita paruh baya yang ada didepannya.


Kemana adiknya itu''?..karna biasanya Jio tidak penah pergi meninggalkan rumah selama itu.


''Mas''.


''Iya sayang''.obrolan mereka terhenti saat Ara melangkah mendekati meja makan dan duduk dikursi sebelah suminya.


''Buk Srik mana Bik''?.tanya Ara karna iya belum melihat wanita paruh baya itu semenjak iya pulang kerumah.


''Oh..itu Non lagi nyiram tanaman''.


''Mau kemana sayang''?.tanya Fio sesaat melihat istrinya ingin beranjak dari duduknya.


''Mau manggil Bu Srik Mas,biar bisa sarapan bareng''.


''Oh...ya sudah''.


''Buk sarapan yuk''?.


''Eh..Nak sudah pulang to,kok cepet pulangnya''?..wanita paruh baya itu bertanya dengan nada heran.


''He...he...iya Buk ngak enak disana, Ara lebih suka disini,ada ibuk''.cengirnya.


''Kamu itu ada-ada aja''.


''Ya sudah Buk ayo masuk kita sarapan dulu''.


''Iya Ayo''.


Akhirnya mereka semua memulai sarapan dengan diam,semua yang ada disana hanya sibuk dengan piringnya masing-masing.


''Mas berangkat kekantor ya Sayang''.


pemit Fio setelah mereka semua selesai sarapan.


''Iya Mas,hati-hati ya''?.Ara menjawab sambil meraih tangan suaminya dan mencium punggung tagan suaminya itu dengan takzim.


''Iya sayang''.


Sudah sangat lama remaja itu tak lagi mau terbuka padanya, bahkan Jio seperti sedang menutupi sesuatu padanya.


Setelah sampai diapartemen Jio.Fio langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. karna laki-laki itu sudah mengetahui password pintu apartemen milik sang adik.


Saat sampai didepan kamar Jio langkahnya terhenti. sesaat dirinya mendengarkan suara aneh yang berasal dari kamar sang adik.


Iya bukanlah orang bodoh. Fio tau itu suara adiknya dengan seorang wanita. namun hati kecilnya menolak. iya yakin adiknya tak mungkin melakukan hal sehina itu.Jio laki-laki baik Jio adiknya tak akan tega menyekiti hatinya.Jio tak akan membuatnya kecewa.


Dengan langkah pasti Fio langsung membuka pintu kamar apartemen yang biasa ditempati adiknya itu


Tubuhnya membeku sesaat dirinya melihat apa yang ada didepan matanya,seketika itu juga rahangnya mengeras dengan gigi yang bergemeletuk kuat, menahan emosinya yang kini sudah memcapai ubun-ubun.


Sekarang terlihat jelas. didepan matanya adik kesayangannya itu kini sedang melakukan hubungan yang memalukan. didepan matanya.


Bahkan Jio sama sekali tidak menyadari keberadaannya.laki-laki itu terlihat sangat menikmati permainannya.


Tampa bisa ditahan air matanya menetes begitu saja,Fio dengan cepat memalingkan wajahnya kemudian berbicara.


"Jio temui Kakak diluar''.setelah mengatakan itu semua Fio melangkah keluar kamar.


Meninggalkan dua anak manusia yang kini hanya diam mematung menahan malu dan juga takut.


''Kak bagai mana ini''?..lirih Ais dengan wajah pucat dan tubuh yang bergetar sambil menatap Jio penuh harap.


''Tunggulah disini,aku akan menemui Kakak sebentar".setelah mengatakan itu semua Jio melepaskan penyatuan mereka. kemudian melangkah menuju kamar mandi dan memakai pakaian santainya dengan cepat. dan langsung melangkah keluar kamar.dengan wajah yang juga sama seperti Ais.


Panik dan malu.


''Plak''.belum sempat Jio mendaratkan bokongnya dikursi satu tamparan kini sudah mendarat mulus diwajahnya.


''Apa yang kau lakukan ha''?..


''Ini kah balasan mu kepada Kakak''?.


🌹🌹🌹🌹🌹


Yah..digampar kasian babangnya ngak apa-apa deh habis nakal sih.


Jangan lupa dukungannya dengan cara like hadiah vote and komen makasih.


Bay..bay...😍😍


Tbc.