
''Eeemmm''.leguhan kecil keluar dari mulut Ara setelah beberapa saat wanita itu tak sadar-kan diri.
''Sayang''.Fio segera berdiri dari duduknya saat melihat Ara mulai membuka mata.
''Kamu siapa"?..
pergi-pergi''.hiks...hiks...Mas...Fio...tolong Ara Mas''...lagi-lagi jerita pilu Ara membuat aliran darah Fio rasanya terhenti.
Fio kembali terduduk dan ikut menagis disana.
''Mas..Fio...tolongin Ara Mas''...
''Grreeep''....Fio langsung memeluk tubuh sang istri tampa bisa berucap sepatah katapun,
Meskipun istrinya itu terus menagis dan memberontak minta dilepas.
''Ini Mas sayang tolong jagan seperti ini''.Fio masih terus menagis, tagan kekarnya terus memeluk tubuh Sang Istri.
''Mas...Fio...ada orang jahat Mas...Ara....Ara...''.perkataan Ara terhenti karna Fii terlebih dahulu memotongnya,iya tidak igin ada yang tau tentang kejadian ini,apa lagi suara Ara yang setegah menjerit.
''Mas sudah tau sayang,sekarang tenang lah ada Mas disini''.
''Bik..bik..Mun..tolong keluar sebentar Bik,Fio igin berbicara berdua degan Ara''.
''Baik tuan''.Bik Mun menjawab sambil melangkah pergi keluar dari ruagan.
''Sayang ini Mas jagan menagis lagi''?..
''Ara kotor Mas..jagan dekat-dekat Mas..pergi Mas..Hiks..hiks...pergi Mas''.Ara berbicara sambil menjauhkan Fio dari tubuhnya.
Fio tak bergeming iya tetap memeluk tubuh istrinya erat.tenaga Fio yang kuat mendekap tubuhnya membuat Ara menyerah dan pasrah, iya membiarkan suaminya memeluk tubuhnya dan menumpahkan tagisnya didada bidang sang suami,begitu juga degan Fio,laki-laki itu kini sudah sesegukan akibat terlalu lama menangis.
''Ceraikan Ara Mas''.
''Dekk''.tubuh Fio membeku mendegar kata yang diucapkan istrinya.seketika itu juga Fio langsung megeratkan pelukan ditubuh istrinya.pertanda bahwa laki-laki ini tidak akan bisa berpisah dari istrinya itu.
''Mas mohon sayang jagan katakan,kata-kata itu pada Mas,Mas bisa gila jika harus berpisah dari mu Dek,tolong jagan katakan itu lagi''?...
''Tapi Mas Ara gak pantas untuk Mas,Ara kotor Mas hiks...hiks''....
''Tidak ada manusia yang sempurna sayang, setiap manusia mempunyai kesalahan,Mas juga banyak mempunyai kesalahan Dek,jadi tolong izinkan Mas untuk menjaga Adek, sampai kita menua dan terpisah karna allah''.Fio menagkupkan wajah istrinya,dan menatap wajah yang penuh linagan air mata. begitu juga degan dirinya.
Terserah Ara berpikir apa tentang dirinya yang penting saat ini hatinya benar-benar rapuh.
''Berjanji lah degan Mas,jagan pernah katakan itu lagi dan berjanji lah jagan pernah pergi dan berniat pergi dari Mas apa pun yang terjadi''.
''Berjanjilah Sayang''.Fio berbicara sambil menggoyangkan bahu Ara karna wanita itu hanya diam sambil menatap kosong kearah depan.
''Sayang jawab Mas jagan seperti ini,Aaarrggg....hiks...hiks...''.Fio kembali menagis sambil menarik tubuh rapuh istrinya kedalam dekapannya.memeluk tubuh rapuh itu kuat,menumpahkan segala kepediahan dan kerapuhan hatinya.iya igin meguatkan istrinya tapi dirinya sendiri merasa rapuh dan merasa tidak berguna sekarang,sakit sekali jika iya harus dihadapkan degan situasi ini,iya sungguh tidak sanggup untuk megetakan jika istrinya sudah keguguran,iya bahkan takut membayangkan bagai mana hancurnya Ara saat tau anak mereka,buah cinta mereka sudah tidak ada lagi dirahim sang istri.
''Selamat sore Bapak Ibu''?...sapa seorang Dokter sambil berjalan memasuki ruagan.
''Seketika itu juga Fio melepaskan pelukannya dari sang istri,kemudian membawa Dokter wanita itu menuju keluar ruagan.
''Maaf ada apa ya Pak''?..tanya Dokter wanita itu degan wajah binggung.
''Dok tolong jagan beritahu kepada istri saya, bahwa sekarang dia sudah keguguran''.
''Kenapa''?..dokter menatap Fio penuh tanya.
''Saya mohon Dokter,saat ini kondisi Fisik istri saya sagat lemah,ijinkan saya sendiri yang memberitahu-kan berita ini''.wajah Fio terlihat penuh harap membuat sang Dokter mejadi tidak tega.
''Ya baik lah''.setelah megatakan itu semua Dokter wanita itu kembali berjalan memasuki ruagan tempat Ara dirawat.
''Baik Dok Ara baik''.
''Dok apa Ara sudah boleh pulang''?..
''Iya sebentar ya Bu saya periksa dulu''.Dokter berbicara sambil memeriksa,detak nadi,mata kemudian melakukan berbagai memeriksaan lainnya,setelah itu beliau terseyum dan berkata.
''Wah..Ibu Ara sudah baikan sekarang,sore ini sudah boleh pulang ya''?..
''Alham dulillah". Bik Mum yang baru saja masuk kembali kedalam ruagan megusap wajahnya degan kedua tagan sebagai bentuk puji syukur atas kesembuhan Ara.
''Ayo sayang''. Fio membantu sang istri untuk naik diatas kursi roda,setelah tadi laki-laki itu selesai membayar administrasi.
Ara hanya diam,tatapannya tetap kosong bahkan wanita ini seperti tidak memiliki semagat hidup lagi.
Setelah mereka melakukan perjalanan beberpa saat,akhirnya meobil yang mereka tumpangi sampai didepan rumah mewah milik Fio,rumah mewah yang tiada artinya sekarang,karna penghuni rumah itu kini sudah tidak memiliki semagat hidup.
''Ayo sayang turun''.perlahan Fio membantu sang istri untuk turun.
Tak jauh dari sana Zavier masih setia megikuti sang Kakak,setelah semalam dirinya pergi menuju Bar dan minum untuk mengurangi rasa bersalah didalam hatinya.tapi nyatanya rasa itu tak juga kunjung hilang,bahkan rasa itu masih meguasai pikirannya.setelah mendegar beberapa saat yang lalu,bahwa wanita yang iya tiduri semalam megalami keguguran,hatinya benar-benar dihantui rasa bersalah yang teramat besar.
Setelah melihat dari kejauhan Zavier kembali melangkahkan kakinya menjauhi ruamah Fio,tujuannya sekarang adalah rumah Sonia.igin rasanya iya menghabisi wanita itu,itu semua karna Sonia lah peyebab dirinya memperkosa Ara.Sonia lah yang memberi saran pemerkosaan itu.
"Brak".pintu Apartemen Sonia langsung didobrak dari luar.
Membuat Sonia yang sedang bercinta degan seorang laki-laki bule terperanjat kaget.
"Hey apa yang kau lakukan"?..
"Wanita hina,kau tau karna saranmu gue sampai memperkosa wanita yang tidak bersalah,dan kau tau gue telah membunuh janin yang tidak berdosa karna mu".Zavier berbicara degan mata memerah sambil berjalan mendekati sonia yang berjalan mundur.
"Apa maksud lho".
"Lho tau gue sudah memperkosa orang yang salah".pekiknya frustasi degan air mata yang sudah mulai menetes.
"Gue gak ngerti maksud lho apa"?...
"Gue memperkosa Kakak ipar gue,teryata wanita yang gue sukai itu adalah Kakak ipar gue sendiri".
Seketika itu juga mata Sonia langsung melotot kemudian terseyum
"Maksud lho istrinya Fio"?....wah...ha...ha..".
Tawa Sonia terhenti karna Fio sudah mencekik lehernya,membuat wanita itu kesulitan bernafas mukanya memerah menahan sakit yang Zavier berikan.
"Hey..lepaskan kau bisa membunuhnya".pekik laki-laki yang baru saja bercinta degan Sonia.
"Diam kau jagan ikut campur urusanku".hardik Zavier geram.
"Yah baiklah tapi jagan menyesal jika dia telah mati.dan kau akan masuk dipenjara,aku akan pergi sekarang".laki-laki itu berbicara sambil megenakan pakaiannya kemudian melangkah pergi.
"Uhuk...uhuk...Sonia langsung terbatuk-batuk setelah Fio melepaskan cengkraman lehernya,wanita itu langsung luruh kelantai degan tubuh yang masih polos.
"Aaaarrgggg".
🌹🌹🌹🌹
Nah lo nyeselkan makanya jagan berbuat seenak jidat lho,nah kan sekarang udah kenak batunya"?...
Hadiahnya donk like vote and komen makasih.
Bay...bay....😍😍😍😍