Want To Reach The Linght

Want To Reach The Linght
par76



''Dek ayo jalan sama Mas,jagan berdiam diri terus dikamar''.


Ya setelah kepulagan Jio dan istrinya Ara kembali mengurung dirinya dikamar.


Membuat Fio merasa kawatir. istrinya akan seperti sebelumnya, terpuruk dan bersedih.


"Sayang".


"Hah...".Ara kaget saat sebuah tepukan mendarat dipunggungnya.


"Adek kanapa''?..Fio menatap istrinya panik.


"Eeeh..engak Mas,Ara ngak apa-apa Kok".Ara berbicara sambil menatap suaminya yang kini juga sedang menatapnya.


"Kamu kenapa sayang"?..


"Ara ngak apa-apa kok Mas,tadi.Mas bilang apa"?.


"Ayo mandi sayang,Mas akan membawa Adek kesuatu tempat".


"Kemana Mas"?.


"Udah ikut aja. ayo buruan mandi apa perlu Mas yang mandikan"?..


"Ngak ogah.Ara mandi sendiri".Ara berbicara sambil lari ngacir kekamar mandi.membuat Fio tertawa lepas. melihat tingkah istrinya.


"Buruan sayang Mas sudah siap".


"Iya Mas sebentar".


"Mas sudah mandi"?..Ara bertanya saat dirinya sudah keluar dari kamar mandi dan mendapati suaminya sudah rapi dengan pakaian casual.


"Sudah sayang. Mas mandi dikamar mandi bawah,biar cepet. ayo buruan siap-siap kita pergi sekarang".


"Emangnya mau kemana sih Mas"?.


"Udah ikut aja".


"Hem..baik lah".akhirnya Ara hanya bisa pasrah. kemana suaminya mau membawa dirinya.


"Ayo Mas".selang beberapa saat Ara sudah siap dengan balutan gamis sar'i.membuat wanita itu semakin cantik hingga membuat Fio tak berkedip menatap istrinya lekat.


"Mas jadi pergi ngak"?.Ara menepuk bahu suaminya,saat melihat suaminya itu hanya diam saja tak bergeming.


''Iya sayang ayo''.Fio langsung berdiri dengan gugup karna ketahuan melihat istrinya dengan tatapan kagum dan mendamba.


Padahal itu hanya pikiran Fio saja.karna Ara sama sekali tidak menyadarinya.


Fio dan Ara melangkah menuruni tangga sambil bergandengan tagan.


''Wah mau kemana sayang''?..Bu Srik langsung tersenyum senang saat melihat wajah wanita yang sudah dianggapnya seperti putrinya itu, sudah bisa tersenyum kembali.


''Ngak tau Mas Fio mau ngajak Ara kemana Bu''.


''Jalan-jalan Bu,ya sudah Fio sama Ara pamit ya Bu''?..


''Iya Nak,hati-hati''.


''Makasih Bu''.balas Ara dan Fio setelah mencium punggung tagan wanita paruh baya itu.


''Aranya mau dibawa kemana Mas''?.


''Ikut aja sayang''.


''Hem... baik lah''.akhirnya Ara memilih diam karana percuma juga dirinya bertanya. toh dirinya tetap tak mendapatkan jawaban.


''Ayo sayang''.akhirnya mereka sampai ditempat tujuan tepat pukul enam sore.


Tempat yang Ara sendiri tidak tau ini dimana"?.. yang jelas disini sangat ramai,mobil bahkan banyak motor yang terparkir.


''Ini dimana Mas''?.


''Ayo sayang''.Fio menarik tagan istrinya dan membawa wanitanya itu menuju pasar malam.


''Waahh disini banyak mainan ya Mas''?..banyak jual makanan juga''.Ara langsung antusiasi saat melihat banyaknya mainan dan juga wahana yang ada disana.


Fio yang melihat senyum merekah istrinya lansung ikut tersenyum senang.ternyata tidak susah untuk mengembalikan tawa ceria istri nya itu.salah dirinya juga karna jarang membawa istrinya keluar rumah.


Ya..Fio tetap lah Fio. laki-laki kaku yang tidak memgerti cara nya romantis.berbeda dengan sang adik yang tau caranya mengehibur wanita yang sedang bersedih.


''Mas Fio Ara mau itu''.Ara menunjuk sosis bakar yang dijual padagang dengan antusiasi.


''Bang sosisnya lima ya''?..Ara memesan Sosis sambil tetap berdiri.menunggu sosis bakarnya matang.


''Sayang kita sholat dulu yuk''?Fio mengajak istrinya solat karna kebetulan sudah azan magrib.


''Ara ngak sholat Mas. Ara lagi dapet''.lirihnya berbisik tepat ditelinga suaminya.


''Oh..ya sudah. Mas sholat sebentar. Adek tunggu disini jagan kemana-mana''.


''Iya Mas''.


''Ingat jagan kemana-mana.disini rame Dek nanti Mas susah nyarinya''.


''Iya sayang, ya sudah sana nanti telat lho''.


''Iya sayang Mas sholat dulu''.


Ara hanya menaggapi suaminya dengan angukan kepala.


''Mang sosisnya lima ya''?..seorang laki-laki mungkin seumuran dengan Ara juga ikut memesan sosis dan mengantri tepat disamping wanita itu.


''Sendirian aja Neng''?.


''Ngak sama suami''.jawab Ara ketus.


''Masak''?..


Ara tak bergeming iya hanya tetap duduk dikursi pelastik yang disiapkan pedagang.


''Minta nomor Handphone dong Neng''.


''Ngak ada''.


''Sombong bener Neng''.


''Ntar ngak laku lho''.


''Biarin. udah laku jugak''.lagi-lagi Ara menjawab laki-laki disampingnya dengan nada ketus.


Bukannya diam. laki-laki disebelah Ara malah tertawa lepas. bertepatan dengan pesanan mereka yang sudah jadi.


Karna malas berurusan dengan manusia setengah otak itu akhirnya Ara memilih untuk menyusul suaminya dimushola.


Namum belum sempat wanita itu sampai dimushola terlihat Fio sudah melangkah mendekatinya.



''Mas Fio''.


''Lho sayang kok disini"?..tadi kan Mas bilang tunggu Mas disana''.


''Iya Ara bosan nunggu disana. ya...jadinya Ara nyusul Mas''.


''Ya sudah ayo kita kesana lagi''.Fio mengandeng istrinya untuk menuju pasar malam kembali.


Suasana yang ramai lampu yang terang benderang. membuat semua yang ada disana begitu antusiasi. memainkan Permainan ini dan itu. temasuk Ara dan Fio. kedua suami istri itu sampai lupa waktu.


''Mas Ara mau naik yang itu''.Ara menunjuk sebuah permainan.


''Bianglala sayang''?..


''Iya Mas ayo''.Ara langsing menarik tagan suaminya dengan antusiasi.


Fio hanya mengikuti istrinya tanpa bantahan. karna ini adalah kali pertama dirinya melihat istrinya itu sebahagia ini,laki-laki itu bahkan menyesal karna tidak pernah membawa istrinya pergi jala-jalan. bahkan berlibur pun tak pernah. kecuali bulan madu yang gagal total beberapa saat yang lalu.


''Hah''.Ara langsung kaget saat sebuah gulungan kertas mengenai punggungnya. saat dirinya sudah naik diatas Binglala.


''Ck''.Ara langsung bersecak kesal saat melihat siapa yang ada dibelakang mereka. lagi-lagi laki-laki pembeli sosis yang tadi. mengangunya.


''Ada apa sayang''?.Fio menatap istrinya bingung karan melihat Ara duduk dengan tak nyaman.


🌹🌹🌹🌹


Jagan lupa like vote hadiah and komen makasih.


Bay...bay..🥰🥰🥰🥰


Tbc.