Want To Reach The Linght

Want To Reach The Linght
par25



''Ini Ibu sama Ayah bawakan makanan yang Ara mau,nasi padang spesial diwarung Bapak Adit dan Ibu Ayu".gurau Adit sambil mendatangi Ara karna istrinya masih belum bisa megontrol hatinya,sebenarnya Adit juga ikut sedih degan semua ini tapi paling tidak iya bisa sedikit bernafas lebih tenang saat melihat Bagai mana Fio memperlakukan anak semata wayangnya itu.


''Wah...benaran Yah''?...jawab Ara degan wajah berbinar sambil bertepuk tagan seperti anak kecil yang baru mendapatkan permen.


''Iya sayang''.Adit berbicara sambil membukakan nasi yang iya siapkan saat akan kerumah sakit tadi,rendang Ayam,rendang daging,gulai nagka,dan sambal spesial dari rumah makan padang miliknya.


''Ibu mana Yah''.tanya Ara saat iya tidak mendegarkan suara sang Ibu.


''Ini Ibu sayang''.lirih Ayu sambil meghapus air matanya dan berusaha menetralkan suaranya.


''Sini Yah Ibu suapi''.Ayu berbicara sambil meraih piring dari tagan suaminya dan megambil kan nasi berserta degan lauk pauknya.


''Enak Bu''.Ara berbicara degan mulut yang masih penuh.


Fio yang melihat istrinya makan degan lahap membuat dirinya bisa menarik nafas degan tenang.


''Mas Fio mana Bu''.tanya Ara masih degan mulut penuh.


''Ini Mas sayang''.berbicara sambil mendekati sang istri.


''Mas belum makan-kan''.bertanya sambil megarahkan wajahnya kearah suara sang suami,meskipun yang iya lihat hanya kegelapan.


''Udah kok sayang''.bohongnya.


''Jagan bohong Mas kapan Mas makan Mas kan dari tadi nungguin Ara terus,ayo Mas sini makan''.


''Ayo nak Fio makan''.


''Ibu meyiapkan nasi untuk menantu tampannya itu.


''Ayo Mas makan''.


''Iya sayang''.jawab Fio sambil duduk dimeja ruagan perewatan tempat Ayu menghidangkan makanan.


Fio makan degan lahapnya,karna jujur ini pertama kalinya iya merasakan nasi padang beserta anggotanya.


''Enak nak Fio''.tanya Ayah saat melihat menantunya mekan degan semagat,entah karna lapar atau karna enak.


''Enak Yah''?..jawab Fio degan mulut yang masih penuh.


''Mas Fio itu gak pernah makan makanan yang dijual dipinggir jalan Yah''.celetuk Ara membuat Fio terseyum kaku.


Memang benar selama ini doi selalu saja takut degan makanan yang dijual dipinggir jalan. Papanya bilang makanan dipinggir jalan itu gak higenis lah ini lah itu lah dan kata-kata itu yang selalu Fio igat sejak dari kecil sampai sekarang.


Tapi jika Fio tau rasanya seenak ini,sudah dari dulu doi makan makanan seperti ini rasanya rugi sekali tidak memakan makanan seenak ini dari dulu.


''Waah...bagus dong itu artinya suami kamu sagat teliti dalam mengkonsumsi makanan, supaya sehat terus ya Nak Fio''?..balas Ayah sambil menepuk pelan bahu Fio.


''Tapi kalau tau rasanya seperti ini Fio kok jadi nyesel ya baru merasakannya sekarang''.berbicara degan mulut yang masih penuh degan makanan.


''Datang kewarung Ayah ntar setiap hari Ayah kasi nasi padan spesial buat menantu tampan Ayah''.berbicara sambil menepuk pelan bahu menantunya itu.


''Oh...ya kapan Ara boleh keluar dari rumah sakit''?..tanya Ayu setelah selesai meyuapi anak semata wayangnya itu.


''Tunggu kondisinya stabil dulu Bu''.


''Tapi Ara udah sehat kok Mas''.


''Beneran''.sambungnya lagi penuh semagat.


''Sabar dulu sayang''.Fio berbicara sambil mendekati tempat tidur sang istri setelah dirinya selesai menghabiskan semua makanan yang dibawakan kedua mertuanya.


''Tapi Ara pegen pulang ikut Ayah''.lirihnya manja.


''Lho kok ikut Ibu Masnya dirumah sama siapa dong''?...


''Kan ada Bibik''.


''Masak Mas tidurnya sama Bibik''?...


''Eh...bukan tidur sama Bibik tapi dirumahnya sama Bibik''.ralatnya sambil manyun membuat Fio terkekeh geli.


''Iya Adek boleh ginap dirumah ibu beberapa hari,tapi jagan lama-lama Mas gak ada yang nemenin bobok''.


''Beneran Mas''.bertanya degan nada antusiasi.


''Bener sayang''.lirih Fio degan terpaksa,sebenarnya iya berat untuk melepaskan istrinya tapi melihat wajah bahagia sang istri membuat iya tak tega jika harus melarangnya.


''Yee...Ara nanti ikut pulang''.soraknya gembira.


''Eeehhh...pelan-pelan Dek''.lirih Fio saat melihat istrinya berjingkrak bahagia.


''Sore''. sapa seorang perawat yang masuk sambil membawa perlengkapan mandi''?..


''Sore suster''.sapa semua orang yang ada disana.


''Mbaknya mau dibersihkan dulu ya sudah sore soalnya''.


''Yang lainnya bisa keluar dulu gak''?.


🌹🌹🌹🌹


Tbc.