Want To Reach The Linght

Want To Reach The Linght
par47



Ditempat lain


Setelah kemarahan Jio padanya mulai hari itu juga Fio sudah memulai hidupnya seperti biasa, namun laki-laki itu lebih terlihat pendiam dan juga dingin.


Beberapa wanita pernah mencoba untuk mendekatinya namun Fio tetap cuek dan juga kaku.ditambah lagi kini laki-laki itu menjadi kejam pada seluruh karyawan.Fio tidak menerima kesalahan sekecil apa pun.jika ada salah satu karyawan yang berbuat salah maka saat itu juga mereka akan dipecat,apapun alasannya Fio tidak akan pernah menerimanya.


''Pagi Tuan''.sapa karyawan yang berpapasan degan Fio saat laki-laki itu baru saja memasuki kantor.


Fio hanya mengangukkan kepalanya kemudian melangkah menuju ruagannya.


Ditempat lain.


''Hai Ra mau berangkat barang''?..sapa seseorang dari dalam mobil.


''Hai Rif,lho duluan aja Rif gue bisa jalan Kok''.jawab Ara sopan agar tak menyinggung lawan bicaranya.


Rifki Adinata tinggi 175 kulit putih hidung mancung,Rifki adalah seorang duda mempunyai seorang putri,istrinya meninggal disaat melahirkan putri mereka,sudah hampir lima tahun laki-laki itu menduda namun belum pernah ada yang cocok untuk menjadi ibu sambung Kiara,sampai akhirnya iya bertemu degan Ara gadis cantik yang selalu memakai hijap kemana pun iya pergi. memiliki wajah yang teduh enak dipandang,selalu berbicara sopan membuat hatinya merasakan getaran aneh saat berdekatan bahkan hanya melihat Ara dari kejauhan.mungkin kah Ara adalah wanita yang tepat untuk menjadi ibu sambung untuk Kiara.


Kiara Adinata gadis cantik umur empat tahun lebih,gadis yang jutek dan sagat judes.


''Ayolah lah Ra kenapa kamu ngak pernah mau kalau aku ajak jalan-jalan''?..Rifki terus menjalankan mobilnya sambil mengikuti Ara yang terus berjalan kaki.


''Maaf Pak,Ara bisa pergi sendiri kok''.lagi-lagi iya menolak laki-laki yang slalu berusaha untuk mendekatinya,entah kenpa iya sagat sulit untuk dekat degan laki-laki lain,walau bagai mana pun dirinya tetap lah istri dari seorang Fio,meskipun saat ini mulutnya berkata benci namun hati kecilnya selalu berhianat,karna nyatanya iya masih merindukan laki-laki itu.


''Ah....sudah lah''.lirih Ara sambil menggelengkan kepalannya pelan membuat Rifki menatapnya heran.


''Kamu kenapa''.


''Eh..engak Pak''.jawabnya gugup.


''Ayo masuk gak enak lho dilihat orang,kau tau kita sudah seperti suami istri yang sedang bertengkar''.ucapnya membuat Ara menoleh kekiri dan kekanan.


Benar saja semua orang yang lewat menatap kearah mereka,memang benar apa yang dikatakan Rifki,mereka sudah seperti sepasang suami istri yang sedang bertengkar,yang laki-laki dimobil sedangkan yang perempuan jalin kaki.


''Ayo masuk''.pinta Rifki lagi.


Membuat Ara mau tidak mau masuk kedalam mobil bosnya itu.walaupun degan wajah terpaksa.


''Kenapa kau takut padaku,aku tidak akan melukai mu''.


''Hem,tidak Pak saya tidak takut".jawabnya sambil terus menatap lurus kedepan.


"Apa kau sudah menikah"?.pertanyaan Rifki membuat Ara menoleh sekilas kemudian menjawab.


"Maaf Pak itu masalah pribadi,bukan masalah pekerjaan,jadi saya bisa tidak menjawab pertanyaan Bapak".


"Oh...Ok maaf kalau saya sudah lancang".


"Tidak apa-apa Pak".jawab Ara masih tetap menatap kedepan.


Selang beberapa saat mobil yang mereka kendarai sampai didepan disebuah hotel tempat Ara bekerja.


Banyak mata yang melihat aneh kearah mereka berdua,saat melihat Ara turun dari mobil sang Bos.Siduda tampan yang banyak digilai karyawan hotel.


"Pagi Pak".sapa semua karyawan ramah.


"Pagi".jawab Rifki sambil berjalan menuju ruagannya.


"Eh lu punya hubungan apa sama ntu Bos"?..


"Ngak ada,gue cuman diajak numpang karna kebetulan satu arah''.


''Yang bener''?..tanya Fazoh teman kerja Ara.


''Benar lah Arakan sudah punya suami Fa''.ucap Ara sambil memulai pekerjaannya.


''Iya gue tau,tapi lho kan udah lama pisah dari suami lho''.


Ara terdiam entah kenapa meskipun sudah lama berpisah dari suaminya.namun entah kenapa rasa cintanya masih sulit untuk iya hilangkan dan mungkin nama Fio masih tersimpan rapat dihatinya.


Sudah sering Srik memintanya untuk membuka hati jika memang Ara sudah benar-benar tidak mencintai suaminya lagi,namun wanita peruh baya itu juga berharap jika Ara kembali lagi degan suaminya.


****


Hari berganti hari bulan berganti bulan kini Ara sudah genap dua tahun tinggal dirumah Srik. wanita paruh baya itu sudah sagat menyeyangi Ara dan mengangapnya seperti anaknya sendiri.


Sekarang hubungan Ara dan Rifki lebih membaik dan mereka mulai berkomunikasi degan baik.meskipun hanya sebagai sahabat.


Rifki berharap semoga hubungan persahabatan mereka akan berubah menjadi hubungan yang lebih dari itu,sama seperti hubungannya degan istri pertamanya,awalnya Rifki dan Ica adalah sahabat dari kecil namu lama kelamaan rasa sayang sebagai sahabat berubah menjadi rasa cinta dan igin memiliki.


Kiara pun sagat menyukai Ara,entah kenapa bocah cantik itu sagat senang bisa berdekatan degan wanita incara sang Papa.


Ditempat lain


''Tuan besok kita ada perjalanan bisnis diCianjur tuan''.


''Hem kau atur saja''.jawab Fio singkat sambil tetap mengerjakan pekerjaannya tampa menoleh kearah sang asisten.


''Baik Tuan saya permisi dulu''.setelah mengatakan itu semua laki-laki bernama Ikshan itu beranjak dari ruagan Sang Bos.


Subuh menjelang


Seperti biasa Fio selalu menghabiskan waktunya hanya degan memeluk foto pernikahan mereka.rasa rindu yang mendera membuatnya kehilagan akal dan semagat hidup,kini iya hanya hidup bagaikan robot,bekerja-bekerja dan bekerja.


Tidak ada jalan-jalan,tiada hiburan,tiada juga wanita.hidupnya hanya kerja dan kerja.itu semua iya lakukan agar bisa melupakan kerinduannya kepada sang istri.


sudah dua tahun istrinya itu pergi entah kemana,Ara hilang bak ditelan bumi,namun hatinya sama sekali tidak bisa berpaling dari wanitanya itu.


hanya Satu yang Fio yakini,iya yakin jika suatu saat Allah akan mempertemukan mereka dalam keadaan disegaja ataupun tidak disengaja.


Setelah rapi dan menyiapkan keperluan untuk perjalanan bisnisnya Fio melangkah keluar dari kamar.


''Sarapan dulu Den''.pinta Bik Mun saat melihat majikannya itu keluar kamar.


''Iya Bik''.Fio menjawab sambil mendaratkan bokongnya dikursi.


''Jio mana Bik''?tanya Fio karna iya belum melihat adiknya itu.


Yah semenjak kejadian perginya Ara Fio memutuskan untuk tinggal dirumah sang Kakak.tujuannya agar iya bisa menjaga Kakaknya secara langsung,karna iya takut Fio akan berbuat yang tidak-tidak mengigat kondisi hati dan mental Kakaknya itu sedang tidak baik-baik saja.


"Den Jio belum bagun Tuan".


"Kakak mau kemana"?.baru saja disebut Jio langsung saja berlari menuruni tangga.


"Ada proyek yang harus Kakak cek dicianjur".


"Jauh baget Kak".


"Iya".jawabnya singkat.


"Kamu mau kemana"?.Fio bertanya sambil meneliti pakaian snag Adik.wangi dan juga rapi.


"Mau ketemu temen Kak''.


''Mulai sekarang kamu harus kerja Dek jagan main-main terus''.pinta Fio karna sang Adik tidak mau pergi kekantor membantu dirinya.


🌹🌹🌹🌹


Jagan lupa like vote and hadiah makasih


Bay..bay...😍😍


Oh iya kenal Rifki kan tokoh novel dari AIR MATA PENGORBANAN UNTUK IBU.itu adalah novel pertama outhor yang sama sekali tidak bisa lagi outhor lanjutkan karna outhor lupa kata sandinya.


Mampir yuk👇👇👇



Tbc.