
''Fio menikahimu karna''.....
''Karna apa cepat katakan''.Ara sudah mulai menangis degan tagan yang masih terikat,meskipun Ara berusaha untuk lepas tapi tetap saja ikatan tagannya tidak bisa lepas.
"Fio menikahi lho karna Fio lah yang menyebabkan lho menjadi buta".
"Dekk".
Jantung Ara rasanya berhenti berdetak,saat mendegar kata demi kata yang Wanita didepannya ucapkan bahkan air matanya kini sudah membanjiri wajahnya.
Apa kah benar yang dikatakan wanita didepannya,bahwa suaminya menikahi dirinya hanya karna merasa bersalah,bahkan suaminya sudah punya seorang istri lalu kenapa Fio menikahinya''?..
"Kau tau gara-gara wanita buta seperti mu sumiku Fio tega menelantarkan aku istri pertamanya".Sonia sudah mulai terisak pura-pura bahkan air mata wanita itu pun tidak keluar,mengigat Ara yang belum bisa melihat membuat Sonia bisa leluasa membohonginya.
''Dan kau tau siapa yang telah memperkosamu''.?..
Seketika itu juga kejadian naas itu mulai berputar-putar dikepala Ara,sehinga membuatnya menanggis dan berteriak histeris.
Sementara Sonia wanita itu kini sudah tertawa terbahak-bahak saat menyaksikan wanita yang dicintai Fio hidup menderita.
"Ini adalah pembalasan yang pantas untuk mu Fio,siapa suruh kau memblokir kartuku lagi".lirihnya sambil melangkah menjauh meniggalkan Ara yang menangis histeris dan berusaha untuk lepas daru ikatannya.
Sengaja Sonia tidak megatakan siapa yang telah memperkosa Ara,itu semua iya lakukan agar Ara bertanya langsung degan mantan suaminya itu.iya sagat igin secepatnya mendegarkan berita bahwa Fio dan Ara bercerai agar dirinya dan Ara sama-sama menjadi janda.
Dirumah sakit.
"Bagai mana"?..Fio bertanya kepada sang Adik saat melihat adiknya baru saja keluar dari ruagan monitor.
"Ara diculik seseorang Kak tapi sayangnya yang menculik Ara menggunakan masker topi dan juga kacamata,jadi sagat sulit untuk dikenal".Jio berbicara degan wajah frustasi.
"Apa Kakak mempunyai musuh".tanya Jio setelahnya.
"Musuh"?..Fio megeryit sambil berpikir.
"Setau Kakak tidak tapi"?..
"Sonia".ucap keduanya serentak.
"Ayo".ajak Fio setelahnya iya benar-benar yakin bahwa Sonia lah pelaku penculikan Ara, mengigat kartu Atm dan kartu yang lainnya baru saja Fio blokir,karna Fio benar-benar geram degan ulah Sonia yang degan teganya meminta Zavier untuk memperkosa istrinya hinga membuat istrinya itu trouma dan tertekan.
"Bik"..Bibik pulanglah dulu".ucap Fio saat melihat wanita paruh baya itu masih duduk ditempatnya semula sambil menangis.
"Lalu Non Ara gimana tuan".Bik Mun berbicara sambil menangis.
"Bibik tenang saja serahkan semuannya sama Fio dan Jio kita akan segera membawa Ara pulang".setelah megatakan itu semua Fio dan Jio langsung masuk kedalam life,tujuan mereka adalah Apartemen Sonia.karna mereka harus secepatnya menemui wanita ular itu sebelum Sonia berhasil melarikan diri atau bahkan Fio takut Sonia nekat mencelakai Salsa.
Sesampainya didepan Apartemen milik Sonia Fio degan cepat berlari kemudian.
''Bruk...bruk...buka pintunya Sonia''.Fio menggedor-gedor pintu Apartemen Sonia degan kuat.
''Kak sabar Kak''.
''Bagai mana Kakak mau sabar Jio istri Kakak ada ditagan wanita ular ini''.
''Diam lah jika kau tidak igin membantu Kakak lebih baik kau diam saja''.
Mndegar nada suara Fio yang sudah mulai meninggi akhirnya Jio diam untuk saat ini emosi Fio sagat tidak stabil begitu juga degan dirinya.
"Buka pintunya Sonia".tak ada jawaban.
"Perempuan iblis buka pintunya".
Saat Fio igin mendobrak pintu Apartemen terdegar deru mobil yang berhenti didepan apartemen,degan cepat Fio berlarian melihat siapa yang datang dan"?..
Yah pucuk dicinta ulam pun tiba sekarnag Sonia sedang keluar dari mobilnya.
degan cepat Fio berlari menghampirinya dan"?..
"Grep".Fio langsung megunci tagan wanita itu kebelakang membuat Sonia memercing menahan sakit.
''Eeeh...lho kenapa sih Fio ini sakit tau gak"?..
"Dimana istri gue"?..Fio berbicara namun tagannya masih megunci tagan Sonia,jika iya lepaskan doi takut wanita licik ini akan kabur.
"Istri lho mana gue tau".
"Aaww..sakit lu gila ya lepas Fio".Sonia semakin kesakitan,saat tagan yang diplintir Fio semakin terasa sakit. pasalnya laki-laki itu semakin kuat menarik tagannya kebelakang.
''Kasi tau gue dimana istri gue atau tagan lho gue patahkan''.Fio berbicara degan nada serius dan mengeram menahan emosi.
''Jio tolong ambilkan cicak bawa kesini''.
''Aaww..jagan-jagan ampun jagan''.Sonia sudah memekik ketakutan bahkan wanita itu kini sudah menangis saat mendegar kata cicak sungguh Sonia sagat takut dan jijik degan hewan satu itu.
''Katakan atau kau akan menyesal nanti''.
''Gue gak tau Fio lho denger gak sih''?...lirihnya sambil meringgis menahan sakit.
Perlahan Fio menarik tubuh Sonia untuk masuk kedalam Apartemen,tujuannya agar perbuatan mereka tidak menumbulkan salah faham bagi orang-orang sekitar.
''Ini Kak Jio sudah dapatkan seekor Cicak.
Membuat Sonia outo semakin histris.
''Tolong-tolong jagan plis jagan''.pintanya degan nada memelas.
''Kasi tau atau''?...
''Jio akan memasukkan cicak itu kedalam pakaian lho''.
๐น๐น๐น๐น๐น
Maaf masih banyak typo masih belajar๐๐๐
Tbc.