
''Jio semua bahan masakan kosong''.
''Oh..ayo pergi belanja sebentar''.Jio berbicara sambil meraih kunci mobilnya dan berjalan kelaur dari Aparteman.
Sementara Ais wanita itu hanya megikutinya dari belakang,entah apa tujuan laki-laki ini mau membantunya bukankah kesan awal mereka bertemu laki-laki ini sagat jutek dan sombong, lalu kenapa sekarang dia berubah mejadi baik.
Ah..sudah lah,Ais tidak mau berpikir yang aneh-aneh yang penting baginya sekarang iya sudah mendapatkan pekerjaan.agar iya punya uang untuk makan dan untuk megobati ibunya.
''Belanja lah,nanti setelah selesai panggil gue''.
''Gue menunggu disana''.sambungnya lagi sambil menunjuk kursi didalam supermarket.
Beberapa hari kemudian.
Sudah hampir satu minggu Ara dirumah kedua orang tuanya Setiap hari Fio meyempatkan diri untuk pulang dirumah mertuanya,mengigat kondisi Ara yang mulai membaik.iya memutuskan hari akan pulang kerumah suaminya.
Jio dan Ais juga semakin dekat sekarang, bahkan Jio juga membantu untuk biaya pegobatan Ibunya Ais.
''Mas Ara pegen makan itu''.
''Apa''?.
''Makan belut sambal mercon boleh gak Mas''.
''Idih ada yang lain gak Dek''?..tanya Fio sambil bergidik.
''Gak ada kalau Mas gak mau gak apa-apa''.berbicara degan wajah lesu sambil menghadapkan wajahnya kejendela mobil,meski pun iya tidak bisa melihat tapi naluri manusia,seperti biasa jika sedang bersedih,
Melihat itu semua entah kenapa Fio menjadi tidak tega akhirnya iya memutar mobilnya kembali menuju lestoran yang biasa meyediakan menu belut.
''Sayang ayo turun''.Fio menjulurkan tagannya membantu sang istri untuk turun setelah mereka sampai didepan lestoran.
''Kita sudah sampai Mas''.tanya Ara sambil megikuti sang suami.
''Iya sayang ayo turun''.
''Nah sekarang mau pesan belut masakan apa''?.
''Belut''?..tanya Ara memastikan.
''Iya sayang belut bukan kah Adek igin makan belut''.
''Iya Mas Ara mau''.jasabnya degan wajah ceria.
Fio terseyum melihat istrinya bisa sebahagia ini saja sudah membuat hatinya bahagia.
''Ara pegen belum sambal mercon ya Mas''?..meminta degan wajah penuh harap hinga Fio tidak tega untuk menolaknya.
''Iya sayang tapi jagan banyak-banyak ya nanti anak Mas kepedasan''.lirih Fio sambil megelus perut rata istrinya degan lembut.
''Ini''.Fio meyodorkan sendok didepan istrinya lengkap degan nasi dan sambal belut.
''Enak sayang tanya Fio saat melihat istrinya makan degan semagat,tapi sejurus kemudian iya igin muntah.kemudian berkata.
''Mas yang habisi Ara udah gak mau''.
Lah...lah...lah...itu gimana Fio kan jijik baget tu sama belut kok dedek Aranya tega nyuruh babang Fionya makan belut.
''Apa Mas yang makan gitu''?mata Fio langsung melotot dan igin muntah saja,melihat sambal belut,entahlah dari kecil doi paling takut sama yang namanya blut.tapi sekarang kenapa malah disuruh makan belut.oh tidak igin rasanya Fio lari saja sekarng tapi tidak tega melihat wajah istrinya yang sudah hampir menagis.
''Iya Mas makan''.akhirnya hanya kata-kata itu yang mampu iya ucapkan.
''Udah ya dek Mas bener-bener gak kuat''.lirihnya sambil megunyah makanan yang sudah lumayan banyak masuk kedalam perutnya.
''Iya sayang ayo pulang''.Fio berbicara sambil menahan mual dan perutnya yang sudah melilit akibat memakan makanan yang terlalu pedas,Fio paling tidak suka sebenarnya sama makanan pedas,tapi sekali lagi demi anak dan istri.
''Aduh sakit beget perut gue''.lirih Fio setelah mereka sampai didepan rumah.
''Bik..Bik...Mun''...
''Iya tuan''..jawab Bik Mun sambil berlari tergopoh-gopoh.
''Bik tolong bantu Ara saya mau kekamar mandi''.Fio berbicara sambil meringgis menahan perutnya yang sagat panas dan melilit,Bik Mun yang melihat wajah tuannya pun ikut-ikutan merigis.
''Mas kenapa Mas''.tanya Ara panik.
''Mas cuman kebelet sayang''. lirihnya sambil berlari menuju kamar mandi.
''Aduh mati gue''.lirihnya setelah keluar dari kamar mandi,Fio terduduk lemas dipinggir kasur,perutnya benar-benar sakit.
''Haduh sakit lagi''.lagi-lagi iya kembali berlari menuju kamar mandi.
''Mas... Mas Fio kenapa''?..tanya Ara degan nada panik.hening soalnya Fio sekarang masih berada didalam kamar mandi.
''Mas kenapa Mas''?...tanya Ara setelah pintu kamar mandi terbuka.
''Mas gak apa-apa sayang''.masih mencoba untuk kuat.padahal tubuhnya sekarang sudah sagat lemah.
''Fio berjalan keluar kamar degan celana pendek yang iya gunakan perutnya sekarang benar-benar melilit,tubuhnya juga sudah sagat lemah akibat seringnya BAB.
''Bik tolong buatkan obat Bik perut Fio sakit baget''.pintanya degan wajah pucat dan duduk dikursi makan sambil menelungkupkan wajahnya diatas meja.
''Eh...Aden kenapa''?..
''Perut Fio sakit Bik''.
''Lho kok bisa''?..
''Tadi Ara gidam makan belut mercon,setelah dipesan eh malah Ara minta Fio yang gabisin ya begini jadinya''.
''Ya ampun Den kasian sekali''.
''Eh...Bik jagan bilang-bilang Ara ya''?.. kalau Fio sakit perut''.
''Iya Den siap''.jawab Bik Mun sambil terseyum.
''Kalau sudah siap antar kekamar ya Bik''.
''Iya tuan''.jawab Bik Mun sambil meganguk.
''Saat akan memasuki kamar terlihat Ara sedang berjalan igin keluar dari pintu sambil meraba-raba sisi jalan.
''Sayang mau kemana''?..tanya Fio sambil membantu snag istri padahal tubuhnya sendiripun kini sudah sagat lemah.
''Ara nyari Mas Fio''.
''Ayo sini temani Mas tidur''.berbicara sambil membantu istrinya berbaring diatas kasur.
💥💥💥💥
Minta hadiah like vote and komen makasih
bay...bay..😍😍😍
Tbc.