
Jika sekarang sang adik dipusingkan dengan urusan kehamilan Ais, berbeda lagi dengan sang Kakak.laki-laki itu sedari bagun tidur hanya merengut saja,seperti orang kurang jatah.ya benar jatah ranjang.
Kepalanya terasa sakit. memikirkan bulan madu yang iya siapkan seindah mungkin,harus gagal dalam sekejap.sungguh sangat miris.padahal bulan madunya sudah iya rencanakan sematang mungkin.namun hanya butuh hitungan menit rancana itu hancur dalam sekejap.mungkin itu lah disebut takdir allah.jika allah sudah berkehendak maka semuanya bisa terjadi.Fio hanya bisa pasrah,namun entah kenapa hatinya tetap kesal dan kecewa.
''Mas Fio jangan marah lagi ya plis''.pinta Ara dengan wajah memelas sambil memeluk pinggang suaminya dari belakang.
''Iya Mas ngak marah kok sayang''.lirihnya sambil membalikkan tubuhnya menatap wajah sang istri.
''Kalau ngak marah senyum dong''.Ara berbicara sambil melongok menatap wajah sang suami.
''Udah sayang''.ucapnya berusaha tersenyum meskipun terlihat kaku.
''Jalan yuk Mas, kan udah janji mau ngajak Ara jalan''.
''Iya sayang ayo''.igin rasanya Fio mengajak istrinya itu pulang sekarang juga, namun apalah daya.iya benar-benar tidak tega melihat wajah manja dan penuh harap sang istri.hinga akhirnya hanya kata iya yang mampu iya ucapkan.
''Ayo''.akhirnya mereka keluar dari penginapan dengan bergandengan tagan.
''Pagi Tuan''.sapa Ikhsan yang berdiri dari duduknya, sesaat setelah melihat sang Bos keluar dari penginapan.
''Pagi''.jawabnya siangkat tanpa senyum, dengan wajah ya sedikit kusut membuat Ikhsan mengernyitkan dahinya binggung.
''Tuan kenapa''?.Ikhsan bertanya pada laki-laki kaku yang berdiri disampingnya.
''Mana ku tahu''.jawanya acuh tanpa menoleh.
''Dasar kau ini''.geram Ikhsan sambil memginjak kaki laki-laki kaku itu.
Membuat si pemilik kaki terpekik.
''Aduh setan sakit''.desisnya.sambil membungkuk menahan ngilu dikakinya.
''Mas Fio kita mau kemana''?.tanya Ara karna suaminya itu hanya melangkah saja tampa berhenti.
''Mas Fio iih...Ara pergi aja deh,ngapain jalan sama patung''.keluhnya sambil balik badan dan melangkah pergi.
Ara benar-benar sebel melihat tingkah suaminya,bahkan wanita muda itu berjalan sambil mengerutu kesal. sesekali wanita muda itu menghentakkan kakinya dipasir pantai.namun sang suami belum juga menyadari kepegian istrinya. membuat Ara semakin menggerutu tak jelas.
''Tak''.satu buah batu kecil iya lemparkan kesembarang arah. namun nasip baik tidak berpihak padanya,karana batu yang iya lempar malah mendarat cantik diatas kepala seseorang.
''Hey...siapa yang melempar batu ini''.
Namun belum sempat iya melangkah,bahkan kini kaki wanita itu hanya mengambang diatas udara.iya sudah dipanggil oleh korban penganiayaannya sendiri.
''Hey kau mau kemana''?.
Ara hanya diam saja tampa menoleh dengan bibir yang berkomat-kamit membaca doa. agar korban krikil yang iya lempar tidak datang memarahinya.
''Hey kenapa kau diam saja''?..bukankah kau yang sudah menghadiahkan ku sebuah batu''?..lalu kenapa kau mau lari begitu saja''?..apa kau tidak ingin bertanggung jawab''?.laki-laki itu bertanya sambil menarik lengan Ara agar menghadap kepadanya
"Waaah tampan banget,tau gitu dari tadi aja gue berbalik.Mas Fio mana ya"?batinya sambil menoleh kekiri dan kekanan dengan mata yang berbinar kagum.membuat laki-laki didepannya mengernyit binggung.
Sepertinya wanita ini igin mencari masalah dengan suaminya.mengingat sekarang hati laki-laki itu sedang tidak baik-baik saja.namun entah kemana sekarang suaminya itu menghilang.
"Hello kau kenapa"?.
Ara tetap diam.
"Plak".
Dengana terpaksa laki-laki itu menepuk pelan pipi Ara membuat wanita itu tersadar dan mengusap pipinya.
"Hey kenapa kau memukul ku"?.percuma kau tampan tapi kau seorang laki-laki yang tidak punya hati".Ara berbicara sambil menunjuk-nunjuk wajah laki-laki yang ada didepannya.
"Oh..ya ampun kau ini benar-benar membuat hariku sial,kau yang melempari kepalaku, namun setelah aku mendatangimu kau malah diam saja seperti orang gila. malah melotot lagi.dasar gadis aneh".ucapnya kesal."Sekarang tanggung jawab kau sudah membuat kepalaku sakit".
"Tanggung jawab".sambungnya lagi.
"Apaan lu pikir gue sengaja ngelemparin kepala lu.dan satu lagi barusan lu juga nampar gue. apa lu lupa"?..jadi sekarang kita impas.bay..aku pergi".
🌹🌹🌹🌹
Wah bisa gawat kalau ketauan babang Fio kemana si Fio"?..ngilang aja lu".
Jagan lupa hadiah like vote and komen makasih.
Bay...bay...😍😍😍😍
Tbc.