
''Gue mau dibawa kemana''?..
''Keruagan gue''.jawab Rifki singkat.
"Ngapain"?
"Gue pengen curhat sama lu''.
''Idih paling masalah cewek''.ucap Ikhsan sambil mencabikkan bibirnya.
''Tau aja lu''.
''Lu mau mimun apa''?.tanya Rifki setelah mereka duduk disofa ruagannya.
''Apa aja deh''.
Diluar restoran
''Kemana Ikhsan''?.lirih Fio sambil melihat jam yang melingkar dipergelagan tagannya.
Sudah hampir setengah jam iya menunggu namun asistennya itu belum juga menampakkan batang hidungnya.kemana laki-laki itu batinya.
Fio mendesah panjang kemudian melangkahkan kakinya menuju loby Hotel,Fio berdiri tepat didepan meja resepsionis namun laki-laki itu menunduk dan pokus menatap layar ponselnya.
''Ada yang bisa saya bantu Pak''?..
''Deg''.
Fio membeku ditempat hatinya bergemuruh,saat mendengar suara yang sagat iya rindukan.perlahan Fio megangkat kepalanya dan.
''Deg''.
Tak terasan air mata Fio dan juga wanita yang ada didepannya sama-sama menetes.
''Sayang''.lirihnya Fio degan air mata yang sudah membasahi pipinya.
''Mas Fio''.Ara membeku ditempatnya saat melihat laki-laki yang iya benci sekaligus iya rindukan,kini berdiri tepat didepan matanya.
Air matanya menetes tampa bisa iya tahan.
''Maaf Tuan''.Ikhsan datang degan tergopoh-gopoh,doi baru menyedari jika iya melupakan sang Bos direstoran Hotel.
''Tuan''.Ikhsan menatap Bosnya dan gadis yang mengenakan hijap didepannya secara bergantian.
"San".Rifki menepuk pelan bahu sahabatnya hinga membuat Ikhsan menoleh kebelakang.
"Ra kamu kenapa nangis''?.tanya Rifki sambil menatap Ara heran kemudian berjalan mendekati wanita itu.
''Kamu kenapa''?.lagi-lagi Rifki bertanya karna doi belum mendapatkan jawaban.
''Eh...aku..aku...ngak apa-apa kok''.jawab Ara tergagap.
''Tuan ayo kita masuk kekamar''.
Fio tak bergeming,iya tetap diam.matanya tetap fokus menatap Ara yang terlihat serba salah
Karna Fio terus menatap dirinya dengan tatapan yang sulit diartikan.
''Mana kunci kamar saya''?..pinta Fio degan nada dingin dan menakut kan bagi Ikhsan.
''Ini Tuan''.dengan cepat Fio mnyembar kunci kamar,kemudian berjalan mendekati istrinya membuat Rifki ataupun Ikhsan semakin binggung.
"Ikut Mas sekarang''.
''Ngak mau Mas lepasin Ara Mas''.
''Deg''.
Rifki membeku jantungnya terasa berhenti berdetak,Mas apakah itu Artinya bahwa yang didepannya sekarang adalah suami dari wanita yang iya cintai selama dua tahun ini''?..
''Lepaskan dia kau menyakitinya''.pinta Rifki karna tidak tega melihat wanita yang iya sukai diperlakukan dengan kasar.
Fio tak bergeming doi tetap menarik tagan Ara menuju kamar hotel yang sudah dipensankan Ikhsan untuknya.
''Bruk''.
Fio mendorong tubuh Ara masuk kedalam kamar kemudian menguncinya.
Ara dengan cepat berlari igin keluar dari kamar namun lagi-lagi Fio mendorongnya.
Ara benar-benar takut melihat kilat kemarahan dimata suaminya,karna selama iya bersama dengan Fio belum pernah sekalipun iya mendengar laki-laki itu berbicara kasar padanya.
"Biarkan Ara pergi Mas".ucap Ara degan nada terbata-bata.
"Kenapa Adek igin lari"?..apa segitu memjijikkannya Mas dimata Adek"?..Fio berbicara sambil terus melangkah mendekati Ara,degan mata yang sudah memerah.kini sudah tidak ada lagi air mata dimatanya yang ada kini hanya tatapan kecewa dan putus asa.
''Jawab Mas Dek''?..kenapa Adek tega melakukan ini sama Mas''?..nada bicaranya sudah semakin meninggi.
Ara tetap diam,tubuhnya kini semakin bergetar menahan takut dan juga emosi.
''Apa kau tau Mas hampir gila mencarimu''?..
''Namun ternyata Adek malah bersenang-senang disini dengan laki-laki lain''.ucapan terakhirnya bernada getir.
''Mas selalu disalahkan atas semua yang terjadi,bahkan Ibu Adek membenci Mas,bukan keiginan Mas membuat Adek celaka,tapi itu murni musibah Dek,kenapa tidak ada yang mengerti,kenapa semua orang merasa tersakiti''?..kenapa harus Mas yang selalu disalahkan''?..Fio sudah mulai menangis tubuhnya kini luruh dilantai degan wajah frustasi.
''Sekarang Mas tanya apa mau Adek''?..
Ara terdiam membeku,entah kenapa melihat Fio serapuh ini hatinya menjadi tidak tega,apakah segitu terpuruknya Fio setelah ditinggakkan oleh dirinya"?..siapa yang harus disalahkan disini''?..Fio atau justru dirinya''.
Fio benar,mana ada manusia yang mau terkena musiabah,seharusnya iya berterima kasih karna Fio sudah mau menikahinya,meskipun dalam keadaan buta.
"Kenapa Adek tega meninggalkan Mas dalam keadaan terpuruk,dimana hati nurani Adek"?..
Pertanyaan bertubu-tubu Fio membuat tubuh Ara semakin membeku.
"Kenapa Adek tidak mau mendengarkan penjelasan Mas terlebih dahulu,kenapa Adek langsung pergi meninggalkan Mas''?..Dua tahu Dek,bukan waktu yang singkat dan mudah untuk Mas jalani,Mas mencari Adek kesana kemari seperti orang gila''.lirihnya menatap Ara dengan wajah sendu.
''Kenapa Mas mencari Ara''?..bukankah Mas sudah punya Mbak Sonia"?..seharusnya Mas senang jika Ara pergi dari kehidupan kalian,dan satu lagi kenapa Mas menyembunyi kan kenyataan kalau anak Ara sudah tiada Mas''?..akhirnya pertanyaan yang sudah lama Ara pendam telontar juga dari mulutnya.
''Sudah bicaranya sudah bisa Mas menjelaskan''?.
''Dengarkan Mas baik-baik''.akhirnya Fio membuka suara setelah menunggu Ara berbicara beberapa saat,namun wanita itu tetap diam.
''Waktu Adek keguguran bukan Mas tidak mau memberitahukan Adek,tapi saat itu kondisi fisik dan fisikis adek sedang tidak baik-baik saja.dan dokter tidak mengizinkan Mas memberitahukan semuanya sama Adek''.
"Menggenai Sonia,dia memang istri pertama Mas,namun suatu kejadian yang membuat Mas sampai menabrak Adek waktu itu.Adek mau tau apa yang Mas lihat''?..
Ara tetap diam pura-pura tidak perduli,namun kupingnya jelas menyimak apa yang Fio jelaskan.
''Mas memergokinya sedang melakukan hubungan intim dengan laki-laki lain Dek''.lirihnya degan nada kesal dan getir.
Ara tersentak mendengar itu semua kemudian kembali bersuara.
''Lalu apa bedanya dengan Ara Mas''?..
''Dek Mas mohon jagan seperti ini''.Fio masih berusaha untuk lembut itu semua iya lakukan agar tidak menyakiti istrinya.
''Mas menceraikan Mbak Sonia hanya karna Mbak Sonia pernah bersama laki-laki lain''?..lalu apa bedanya degan Ara''?suara Ara sudah mulai meninggi,mengigat kembali masa kelamnya,kehadiran Fio membuat luka yang sudah mulai mengering kembali mengaga.
''Dek Mas mencintai Adek,antara Adek dan Sonia jauh berbeda,Mas menikahi Sonia karna dijodohkan sementara Adek''?..
''Karna rasa bersalah''.belum sempat Fio menyelesai kan ucapannya Ara sudah menjawab duluan.
"Karna Mas mencintai Adek".jawab Fio cepat sebelum Ara berbicara kembali.
"Deg".
Jantung Ara berdegup lebih kencang,cinta apakah benar Fio mencintainya''?..bagai mana mungkin''?..bukan kah meraka awalnya tidak saling mengenal"?..
"Apa yang Adek mau sekarang"?..apa Adek mau Mas melepaskan Adek agar bisa bersama laki-laki muda tadi"?..
Pertanyaan Fio membuat Ara menatap wajah suaminya,kemudian kembali mengalihkan pandangan kearah lain.
"Maafkan Mas karna selama ini Mas belum bisa membahagiakan Adek".lirihnya degan nada Frustasi.
"Jika memang berpisah dari Mas bisa membuat Adek bahagia,Mas akan melepaskan Adek sekarang juga,pulanglah kerumah,apa Adek tidak kasian degan kedua orang tua Adek"?..
"Mas janji tidak akan pernah mengangau Adek lagi".lirihnya sambil membalikkan tubuhnya dan berniat igin melangkah pergi.
πΉπΉπΉπΉ
Yah Ara kejem amat.
Jagan lupa hadiah like vote and komen makasih.
Bay..bay..πππ
Yuk mampir disiniπππ
Tbc.