Want To Reach The Linght

Want To Reach The Linght
Par 42



"Tuan Ayo sarapan dulu".


"Iya Bik".jawab Fio degan mata yang sudah berkunang-kunang.


"Tuan kenapa"?panik Bik Mun saat melihat tubuh Fio terhuyung kesamping.


"Gak apa-apa kok Bik".


"Bruk".


"Tuan".pekik Bik Mun saat melihat tubuh Fio ambruk dilantai ruagan rawat Ara.


"Den..Den..Jio".


"Ada apa Bik"?panik Jio sambil berlari memasuki ruagan.


"Kakak"...Jio langsung berlari menghampiri Sang Kakak yang sudah terkapar dan tidak sadarkan diri.


Degan cepat iya memepah tubuh tegap Fio kemudian iya baringkan diatas sofa ruagan rawat Ara.setelahnya Jio berlari keluar menghampiri Dokter.


"Tolong Kakak saya Dokter".lirihnya setegah berlari mengikuti dokter dan juga perawat yang membawa brangker dari belakang setelah beberapa saat tadi Jio memanggilnya.


"Anda tenang dulu kami akan memgusahakan yang terbaik".Dokter berbicara sambil meminta para perawat untuk membawa Fio keruagan IGD.


Jio hanya menunggu Kakaknya didepan ruagan IGD.


''Bagai mana keadaan Kakak saya Dokter''.Jio berjalan cepat menghampiri sang Dokter saat melihat Dokter muda itu keluar dari ruagan IGD.


''Anda tenang saja Kakak anda cuman kelelahan dan lambungnya kosong,terlebih Kakak anda terlalu banyak pikiran.itu semua menyebabkan asam lambungnya meningkat''.


''Apa kah itu tidak berbahaya Dokter''.


''Isya allah tidak,pasien hanya perlu dirawat beberapa hari,dan istirahat yang cukup.


''Apa saya sudah bisa melihatnya Dokter''?..


''Tunggu lah sebntar lagi,pasien akan segera dipindahkan keruagan perawatan".


"Dok bisa kah ruagan Kakak saya bersebelahan degan istrinya saja".pinta Jio itu semua iya lakukan agar iya bisa mengontrol kondisi Kakaknya juga kondisi Ara.


''Iya baiklah,saya permisi dulu''.jawab Dokter sambil berlalu.


Jio hanya meganguk lirih kemudian berjalan gontai menuju kursi tunggu.


Iya mengusap wajahnya kasar,kemudian berdiri dan berjalan mengikuti perawat yang mendorong Kakaknya keruagan rawat inap.


Namun saat sampai didepan pintu ruagan Ara terdegar jeritan Ara yang ketakutan.degan cepat Jio berlari memasuki ruagan Kakak iparnya itu.


Terlihat Bik Mun sudah kewalahan menenagkan wanita itu.


''Biar saya saja Bik''.


''Eh..iya Den''.jawab Bik Mun sambil menaggis.


''Ra lho kenapa''?..


''Kamu siapa pergi-pergi''.Ara menaggis histris sambil mndorong Jio agar menjauh.


"Gue Jio Ra jagan seperti ini lho gak kasian sama suami lho Ra''?..sekarang Kakak sedang sakit Ra tolong jagan seperti ini".


"Mas Fio Mas Fio mana Jio"?...hiks...hiks...Mas Fio jahat sama Ara Fio dia yang menyebabkan Ara jadi seperti ini".


Ya Allah apa ini''?.. kenapa wanita yang iya cintai jadi seperti ini apa yang harus iya lakukan sekarang"?..lagi-lagi Jio mengusap wajahnya Frustasi.


''Tolong bawa gue pergi jauh dari sini Jio,gue udah gak mau ngeliat Mas Fio gue benci Mas Fio Jio''.


''Lho tenang dulu ya''.Jio mencoba untuk menenagkan Kakak iparnya itu.


"Hiks...hiks...gue kotor Jio".lirihnya sambil memeluk pinggang Jio dan terus meneteskan air mata.


''Lho gak kotor Ra,lho tetap wanita suci yang sagat dicintai Fio,lho jagan pernah merasa kotor Ra gue mohon jagan seperti ini lho gak kasian sama suami lho''?..


''Dia membohogi gue Jio''.lirihnya sambil menangis dan terisak.


''Dia pasti punya alasan Ra,sampai Fio melakukan itu semua tapi satu yang harus lho igat Kakak gue sagat mencintai lho,mungkin cintanya lebih besar dari pada cinta gue buat lho''.berbicara namun tagannya mengusap-usap kepala Ara agar bisa lebih tenang.


"Siang Pak".seorang dokter tampan perperwakan tinggi sagat mirip degan bule bahkan iya bisa dikatakan bule asli.


"Siang Dok".


"Boleh saya periksa pasiennya dulu''?..


''Bukannya ini Kak Jo ya''?..Jio berbicara sambil menunjuk kearah laki-laki berjas putih itu.


''Iya benar,apa kau masih mengigat Kakak''?..berbicara sambil menepuk bahu Jio pelan.


"Igat Kak sekarang Jio sudah igat".


"Wah...sekarang Kakak semakin tampan ya"?..


"Waahhh..apa kau meledek Kakak''?..


''Tidak Jio serius Kak''.


''Ya baik lah kau juga tidak kalah tampan,ya sudah Kakak periksa sebentar ya"?..


"Iya Kak".


"Seharusnya perbanya dibuka kemaren ya"?.


"Iya Dokter".jawab Ara degan suara sesegukan.


"Lho kenapa menangis''?...bukannya harus senang ya karna sebentar lagi akan bisa melihat''.Jo berbicara sambil menoleh kearah Jio sambil mengdikkan wajahnya sebagai isyarat dia kenapa"?..


"Kakak tanya Kakak Fio saja".jawab Jio degan cara berbisik agar tidak didengar Ara.


Jo mengegguk mengerti kemudian melanjutkan pemeriksaat.


''Tolong emosinya dijaga ya karna gak baik jika menyimpan masalah sendiri,ada baiknya cerita degan orang lain agar rasanya lebih ringan dan plong''.


''Kita bisa buka perban matanya sekarang ya''?..dan jagan terlalu sering menangis karna itu akan berakibat buruk pada mata''.


Ara hanya menganguk patuh.


''Siap ya''?..


''Iya Dokter''.lirihnya terseyum jika iya bisa melihat paling tidak iya masih bisa mengejar cita-citanya.dan pergi jauh dari Fio iya sudah tidak igin lagi dibayang-bayangi masa lalu kelam yang sempat menimpanya.


''Yak coba buka Matanya perlahan iya pelan-pelan''.


''Bagai mana''?..


🌹🌹🌹🌹


Jagan lupa hadiah like vote and komen makasih


Bay..bay...😍😍😍


Yuk mampir dinevel outhor yang lain gak kalah seru lho.👇👇👇👇



Tbc.