Want To Reach The Linght

Want To Reach The Linght
par23



''Tuan nyonya Ara dari kemaren belum makan''.Bik Mun membuka suara membuat Fio meneloh dan kemudian menatap istrinya degan wajah sedih.


''Kenapa gak makan sayang heem''.


''Ara gak selera makan Mas''.


''Lho kok gitu''?...


''Adek harus makan ya''?... supaya dedek didalam perut Mamanya bisa sehat dan tumbuh degan baik''.Fio berbicara sambil megelus perut sang istri,degan sentuhan lembut.


Jio yang melihat kemesraan mereka entah kenapa sampai saat ini hatinya masih terasa perih,iya mamalingkan wajahnya dan megelengkan kepalanya degan cepat, memcoba membuang pikiran bodoh yang ada dikepalanya.


''Kak Jio pulang duluan ya''?...akhirnya kata itu yang keluar dari mulunya.


''Lho kok buru-buru emang mau kemana''?.. temani dulu Kakak disini lagain kamu hari ini libur kuliah kan''?kenapa harus buru-buru pergi''?..Fio berbicara sambil menatap sang adik.


''Jio ada janji sama temen Kak''.bohongnya.


''Oh...baiklah''.


''Tapi gomong-gomong makasih baget ya atas bantuannya tadi,Kakak gak bisa bayangkan kalau kamu gak ada siapa yang akan membantu dan membawa Ara kerumah sakit tadi.


''Iya Kak gak masalah kalau gitu Jio pamit ya''?..


''Iya hati-hati''.jawabnya sambil balik badan menatap istrinya kembali.


''Ayo makan''.Fio meyodorkan bubur yang diantarkan perawat untuk makan siang sang istri.


Ara megeleng.


''Kok gak mau ayo lah sayang sedikit saja''.bujuk Fio lembut.


"Itu apa Mas".tanya Ara karna iya sama sekali tidak bisa melihat makanan apa yang disodorkan suaminya,iya hanya bisa mencium aroma makanan yang membuatnya mual dan igin muntah.


"Bubur sayang".


"Ara gak mau Mas".


"Trus maunya apa"?...


"Ara mau nasi padang buatan Ibu".lirihnya penuh harap.


"Tapi kamu masih sakit Dek,nanti ya kalau sudah sembuh"?...


"Ara gak sakit kok Mas, Ara sehat siapa bilang Ara sakit".berbicara sambil berusaha untuk duduk.


"Uupss jagan duduk dulu".Fio menahan bahu ustrinya agar berbaring kembali.


"Tapi Ara mau nasi padang Mas gak mau bubur".regeknya manja.


"Ya sudah Mas kerumah Ibu sekarang".Fio berbicara sambil igin berdiri tapi pergerakannya terhenti saat merasakan tagannya dicekal oleh sang istri.


"Ara mau makannya langsung diwarung Ibu".lagi-lagi permintaan istrinya membuat kepalanya pusing,


Fio menarik nafasnya panjang.


"Dek Adek masih sakit jadi jagan pergi kemana-mana dulu".


"Ara sehat kok Mas,Ara cuman kagen sama Ibu".lirihnya degan wajah sendu.


"Selamat siang sapa seorang Dokter wanita muda yang sagat cantik.


"Sing Dokter''.sapa semua yang ada didalam ruagan itu setentak.


"Waah sudah sadar ya gimana kabarnya".ucap dokter bernama Naima sambil melangkah mendekati Ara.


"Sudah mulai membaik dokter".Jawab Ara sambil terseyum meskipun iya sama sekali tak bisa melihat wajah sang dokter.


"Oh....iya suaminya mana dan Bapak ini siapanya".pertanyaan Dokter membuat Fio megeryit binggung.


"Maksud dokter".


"Iya suaminya Mbak ini yang membawanya kesini tadi".


Apa maksudnya ini apakah adiknya itu tadi megaku sebagai suami dari Kakak iparnya sendiri,lalu kenapa Jio harus melakukan itu.


"Maaf Dokter yang ini suami saya".jawab Ara cepat iya tak igin suaminya berprasangka buruk terhadap dirinya dan adiknya sendiri.


"Oh..lalu yang tadi siapa".tanya dokter heran sekaligus kepo.


"Itu adik suami saya Dokter".lagi-lagi Ara yang menjawab sementara Fio doi masih diam mencerna semua yang terjadi.


''Oh..maaf saya tidak tau''.dokter berbicara sambil tertawa kecil.


''Tidak apa-apa dokter''.jawab Ara lagi.


''Oh iya Pak bagai mana kalau istrinya kita bawa untuk periksa kedokter Ob'gyn''.Dokter berbucara sambil menghadap kearah Fio.


''Oh...Ok...ayo''.jawab Fio tergagap setelah tersadar dari lamunannya kemudian melangkah megambil kursi roda dan mendorongnya didekat ranjang pasien.


''Ayo sayang''.lirih Fio sambil membopong tubuh sang istri sementara botol infus dipegang oleh Bik Mun.


''Mari Dokter''. ajak Fio yang diangguki sang dokter dan berjalan megikuti Fio dan Ara.


''Permisi Dokter''.sapa dokter wanita itu kepada rekan kerjanya saat mereka memasuki ruagan dokter Ob'gyn.


''Waah ada apa ni''.sambut seorang dokter laki-laki yang masih mudah degan ramah.


''Biasa dokter mau cek kandugan''.jawab dokter wanita lagi.


''Dok apa dokter kandugannya tidak ada yang wanita''.kata yang pertama kali Fio ucapkan setelah mereka masuk kedam ruagan Dokter Ob'gyn.


🌹🌹🌹🌹🌹


Waah babang Fio cemburu nie ye''.😆😆😆😆


''Minta dukugannya dong hadiah like vote and komen makasih.


Bay....bay...😍😍😍


Jagan lupa mampir dikaryaku yang ini ni gak kalah seru lo.



Tbc.